Jihad Adalah Perang
Oleh Wirawan 

Alhamdulillahi nahmaduhu wa nasta'inuhu wa nastaghfiruhu, wa naudzu billahi min 
syururi anfusina wa min sayyiati a'malina, man yahdillahu fala mudhillalahu, wa 
man yudhlilhu fala hadiya lahu. 
Wa asyhadu an laa ilaha illallahu, wa asyhadu anna muhammadan abduhu wa 
rasuluhu. 
Ya ayyuhannasu ittaqu rabbakum al-ladzi khalaqakum min nafsin wahidatin wa 
khalaqa minha zaujaha, wa batsta minhuma rijalan katsiran wa nisa'an, 
wattaqullaha al-ladzi tasa'aluna bihi wal arham innallaha kana 'alaikum 
raqiban. 
Ya ayyuhalladzina amanu ittaqullaha wa qulu qaulan sadidan yashluh lakum 
a'malakum wa yaghfir lakum dzunubakum wa man yuthi'illaha wa rasulahu faqad 
faza fauzan'adziman.
 
Jihad sering disalah artikan oleh sebagian manusia yang lemah imannya di 
sebabkan mereka terkena penyakit "wahn" (cinta dunia dan takut mati). Lewat 
catatan yang sederhana ini, akan dijelaskan jihad dalam pengertian yg 
sebenarnya sebagaimana yang telah di jelaskan oleh para ulama salaf AHLU SUNNAH 
WAL JAMA'AH, serta berdasarkan dari keterangan dari AL-QUR'AN dan ASSUNNAH 
(HADITS).
 
1. JIHAD MENURUT ISTILAH BAHASA:
JIHAD berasal dari bahasa Arab yaitu: [JHD] yang mempunyai 20 makna yang 
kesemuanya itu meliputi makna: 
KEMAMPUAN, KESEMPITAN, KELUASAN, PERANG, dan BERSUNGGUH-SUNGGUH.
Syekh Musthafa as-suyuti mengatakan bahwa kata ALJIHADU merupakan masdar dari 
kata jahada - yajhadu -  mujahadatan yang mempunyai makna bersungguh-sungguh 
dalam memerangi musuh.
Para pakar ilmu bahasa Arab sepakat bahwa jihad menurut bahasa ialah:
-mengerahkan segala kemampuan utk mendaoatkan kebaikan dan menolak bahaya.
- menanggung kesempitan dengan mengerahkan segenap kemampuan.
 
2. JIHAD MENURUT ISTILAH SYAR'I:
Apabila dikatakan ''JIHAD FI SABILILLAH'', itu berarti berperang melawan 
orang-orang kafir untuk meninggikan kalimatullah dan bahu membahu dalam 
mengerjakannya.
dalilnya: ''Berangkatlah dalam keadaan merasa ringan atau dalam keadaan merasa 
berat, dan berjihadlah dengan harta dan jiwamu di jalan ALLAH, itu lebih baik 
bagimu jika kamu mengetahui''. (QS At-Taubah: 41). Dan masih banyak lagi dalil 
yang lain.
 
3. JIHAD MENURUT 4 MAZHAB:
Semua ulama yg berada dalam 4 mazhab yaitu mazhab Syafi'i, Maliki, Hanafi, 
Hanbali, sepakat bahwa jihad adalah berperang melawan orang-orang kafir untuk 
menegakkan kalimatullah.
Mayoritas fuqaha' madzahibul arba'ah sepakat bahwa kalimat jihad apabila 
disebutkan secara mutlaq maknanya adalah perang melawan orang kafir.
 
Imam Al-Kassani (ulama madzhab Hanafiyyah) berkata, "Jihad adalah mengerahkan 
segala kemampuan dengan berperang di jalan Allah dengan nyawa, harta, lisan, 
dan lainlain atau melebihkan curahan kemampuan dalam hal itu."
 
Ibnu Rusyd (ulama madzhab Malikiyah) berkata, "Setiap orang yang berpayah-payah 
karena Allah berarti telah berjihad di jalan Allah. Namun sesungguhnya jihad fi 
sabilillah kalau berdiri sendiri maka tidak ada maksud lain selain memerangi 
orang kafir."
 
Imam Al-Qasthalani (ulama madzhab Syafi'iyyah) berkata, "Jihad adalah memerangi 
orang kafir untuk memenangkan Islam dan meninggikan kalimatullah."
 
Imam Al-Ba'ly (ulama madzhab Hanabilah) berkata, "Jihad secara syar'i adalah 
ungkapan khusus untuk memerangi orang kafir."
 
Jadi, yang dipakai utk menerangkan kata JIHAD ialah istilah SYAR'I, bukan 
menurut BAHASA.
 
Bagaimana dengan HADIST yg biasa diceramahkan oleh sebahagian orang / ustadz 
yang bunyinya sbb:
''KITA BERANGKAT DARI JIHAD KECIL MENUJU JIHAD BESAR, YAITU MELAWAN HAWA 
NAFSU''.
 
Menurut Imam An-Nasai bahwa hadits tersebut adalah DHAI'F (LEMAH), tidak boleh 
dijadikan sebagai dasar hukum. 
Sedangkan menurut SYEKH ALHAFIDZ IBNU HAJAR rahimahullah, itu bukanlah HADITS. 
Penjelasan: karena kalau itu perkataan NABI MUHAMMAD SAW, berarti bertentangan 
dengan apa yang telah dilakukan oleh nabi di medan pertempuran. NABI MUHAMMAD 
SAW bukanlah orang yang suka berpangku tangan, beliau adalah petarung dan lebih 
banyak mengikuti PERANG dan itu sudah terbukti di dalam sejarah. bahkan NABI 
MUHAMMAD SAW 10 tahun tinggal di kota Madinah, hajinya cuma sekali dan 
perangnya sebanyak 28 kali. Jadi itu bukanlah hadits, melainkan hanya ungkapan 
seorang TABIUT TABI'IN (generasi ke 3). Ungkapan itu hanya ingin melemahkan 
semangat jihad orang-orang yang beriman. Wallahu a'lam



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke