BISMILLA-HIRRAHMA-NIRRAHIYM 
 
WAHYU DAN AKAL - IMAN DAN ILMU 
[Kolom Tetap Harian Fajar]
926 Homoseks/Lesbian, Koruptor, Seks-maniak dan Pecandu Narkoba/Miras

Kita mulai dahulu dengan berita dan opini ttg kebiadaban Zionis Israel yang 
membantai di atas kapal Marvi Marmara yang membawa ratusan relawan kemanusiaan 
untuk rakyat Palestina di Gaza. 
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--''Kami diserang.'' Begitulah isi pesan singkat 
terakhir yang dikirim Surya Fahrizal, subuh (31/5) tadi.
Teheran - Infopalestina: Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad mengatakan bahwa 
serangan biadab Israel terhadap armada bantuan kemanusiaan untuk penduduk Jalur 
Gaza adalah indikator besar akhir kesudahan entias Zionis. 

***

REPUBLIKA.CO. ID,
Pada 15 Mei 2010 berlangsung pernikahan secara Islam antara pasangan lesbian 
yang dihadiri seorang ulama. Kepada situs Gaya Nusantara, sang pemuka agama 
moderat itu menyatakan dirinya hanya memfasilitasi saja.

Membaca berita itu, maka sangat patut diduga bahwa "ulama" yang "moderat" itu 
sealiran dengan Siti Musdah Mulia (SMM) benggolan "Islam" Liberal (IL). Mengapa 
? Bacalah ini:
 
<http://hidayatullah.com/index2.php?option=com_content&task=emailform&id=6605&itemid=1>
Senin, 31 Maret 2008 
SMM dalam sebuah diskusi di Jakarta pada hari Kamis, 27 Maret 2008 mengatakan: 
"Lesbian dan homoseksual diakui dalam Islam, karena itu bersifat alami (wajar) 
dan yang seperti itu diizinkan dalam Islam. Dan pelarangan homoseks dan 
homoseksualitas hanya merupakan tendensi para ulama.  Diskusi itu diorganisir 
oleh LSM Arus Pelangi (AP) tempat mangkalnya kaum lesbian dan homoseks, yang 
dibentuk pada 15 Januari 2006 di Jakarta. Sekretariat AP beralamatkan Jalan 
Tebet Dalam 4 no 3 Jakarta Selatan.

Salah satu azab Allah paling dahsyat yang dikisahkan dalam Al-Quran adalah 
tentang pemusnahan kaum yang melakukan praktek sodomi. Mengapa aktivitas 
homoseks disebut sodomi, itu karena penduduk negara-kota (city state) Sodom 
mengalami dekandensi moral, yaitu kaum laki-lakinya hampir semuanya homoseksual 
dan kaum perempuannya juga hampir semuanya lesbian. Celakanya ummat Nabi Luth 
AS yang meninggalkan Ur singgah bermukim di pinggir kota Sodom hampir semuanya 
juga ikut terseret ke dalam aktivitas homoseks dan lesbian yang biadab itu.

Apa yang dikatakan SMM di atas itu, bahwa pelarangan homoseks dan 
homoseksualitas hanya merupakan tendensi para ulama, itu bohong besar. Berani 
dan lancang benar SMM membohongi publik. Suatu kebohongan yang berdasar atas 
pandangan komunitas Utan Kayu, yaitu Luthfi Asysyaukani yang editor Jaringan 
"Islam" Liberal (JIL) membual: "Al-Quran kemudian mengalami berbagai proses 
'copy-editing' oleh para sahabat, tabi'in, ahli bacaan, qurra, otografi, mesin 
cetak, dan kekuasaan. Kaum Muslim yang meyakini bahwa Al-Quran yang mereka 
lihat dan baca hari ini adalah persis seperti yang ada pada masa Nabi lebih 
dari seribu empat ratus tahun silam, sesungguhnya keyakinan semacam itu lebih 
merupakan formulasi dan angan-angan teologis (al-khayal al-dini) yang dibuat 
oleh para ulama sebagai bagian dari formalisasi doktrin-doktrin Islam." Jadi 
para anggota gerombolan JIL itu yang melakukan kampanye bahwa Al-Quran itu 
tidak asli lagi, menganggap bahwa azab Allah paling dahsyat yang dikisahkan 
dalam Al-Quran tentang pemusnahan kaum yang melakukan praktek sodomi, itu hanya 
disisipkan oleh para ulama saja dalam proses editing Al-Quran. Bukan main, 
gerombolan JIL itu adalah terrorist yang menterror aqidah ummat Islam. 

***

Sebenarnya homoseks / lesbian, koruptor, seks-maniak, dan pecandu narkoba / 
miras, dan laian-lain kebiasaan yg sudah sulit diubah, sesungguhnya semua itu 
sama kejadiannya dalam tubuh, tetapi bukan genetik. Segala sesuatu yg terjadi 
di luar tubuh berkesan dalam diri manusia. Seperti misalnya seorang melakukan 
korupsi karena kebutuhan yang mendadak / mendesak, yang awalnya sebenarnya dia 
tidak bermaksud untuk menjadikan korupsi sebagai profesi. Perasaan enak yg dia 
alami saat pertama sukses melakukan korupsi diterjemahkan di dalam tubuhnya 
menjadi peptida tertentu (Peptida adalah komponen yang telah ber-evolusi dan 
terdapat secara permanen yang ditemukan di seluruh kelas kehidupan). Kemudian 
suatu waktu ketika ia melihat kesempatan untuk bisa korupsi, karena sudah 
pernah sekali merasakan enaknya, muncullah reseptor (penerima) khusus di 
sel-sel tubuh. Nantinya reseptor ini 'minta makan' kalau peptidanya habis, 
yaitu kepada dirinya ada dorongan untuk merasakan perasaan yg sama lagi, 
perasaan yg hanya muncul kalau lagi melihat kesempatan. Makin sering diberi 
makan, maka reseptornya jadi makin banyak. Itu yang disebut umpan balik positif 
yang berujung pada ketagihan. Pepatah mengatakan: Kecil teranja-anja, besar 
terbawa-bawa.

Dorongan inilah yang harus dilawan dan kesempatan itu sedapat mungkin 
dihindarkan, sebab perbuatan itu bisa terjadi jika bertemu niat dengan 
kesempatan. Dan ini telah diisyaratkan dalam Al-Quran mengenai zina. 
-- WLA  TKRBWA ALZNY ANH KAN FhSyt WSAa SBYLA (S. ASRY, 17:32), dibaca: wala- 
taktabu zina- innahu- ka-na fa-hisyatan wa sa-a sabi-lan, artinya:
--  Dan janganlah kamu menghampiri zina, Sesungguhnya zina itu adalah suatu 
perbuatan yang keji dan jalan jang jahat.

Pergaulan bebas itu mendekati zina artinya membuka kesempatan untuk berzina dan 
sekali terjerumus zina, baik dengan lawan jenis ataupun sejenis, timbullah 
peptida, sehingga menjadi ketagihan seperti halnya contoh melakukan korupsi di 
atas itu. Jadi bukan genetik seperti yang diperbualkan oleh SMM. Perbualan JIL 
tentang copy-editing Al-Quran akan disungkurkan insya Allah dalam Seri 927 yad. 
WaLlahu a'lamu bisshawab.

*** Makassar, 6 Juni 2010
 [H.Muh.Nur Abdurrahman]
http://waii-hmna.blogspot.com/2010/06/926-homosekslesbian-koruptor-seks.html
 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke