Assalaamu'alaykum wR wB

 

Yang saya pahami, dalam masalah ini kita harus membagi berbagai aturan
itu sebagai ushul (pokok) dan furu' (cabang).

 

Untuk hal-hal yang bersifat ushul (pokok), maka kita harus mengambilnya
dari sumber yang pasti (AlQur'an dan Hadits Mutawatir) yang dalilnya pun
pasti. Karenanya inilah yang akan menjadi benang merah dari Islam itu
sendiri, yang menjadi aqidah dan cirri umat Islam. Dan untuk itu, tidak
dibenarkan adanya perbedaan untuk masalah-masalah yang pokok ini.

 

Untuk hal-hal yang bersifat cabang (furu'), maka berlaku perbedaan
adalah Rahmat, seperti yang dijelaskan di bawah. Tentunya bukan 'asal
beda' yang dibolehkan. Ada spectrum tertentu yang masih dalam
batas-batas syar'I, yang islamiy. Dan untuk kita masing-masing, tentu
dalam hal ini akan memilih mana yang paling kita yakini. Yang
terpenting, kita memiliki hujjah dalam pilihan kita itu. Tapi kita tetap
menghormati pilihan saudara2 kita yang lain, dan percaya bahwa mereka
pasti punya explanation atas pilihan mereka tersebut. Menyikapi yang
ini, maka persatuan, persaudaraan umat lebih Utama. Seperti misalnya,
pada saat kita berimam pada orang yang melakukan qunut, sementara kita
meyakini bahwa tidak wajib qunut, maka kita harus mengikuti imam
tersebut. Begitu juga saat sholat tarawih di tempat di mana jumlah
rakaatnya berbeda dengan yang kita yakini hujjahnya paling kuat, kita
diharuskan mengikuti imam.

 

Yang menyedihkan adalah terkadang kita berpecah belah atau sibuk
meributkan hal-hal yang cabang. Atau di lain sisi, membolehkan adanya
perbedaan di masalah yang ushul dengan mengatakan perbedaan adalah
Rahmat. 

 

Wallahua'lam bishawab.

Wassalaam,

-Ning

 

 

 

From: wanita-muslimah@yahoogroups.com
[mailto:wanita-musli...@yahoogroups.com] On Behalf Of saeful
Sent: Wednesday, June 09, 2010 9:11 AM
To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Subject: [wanita-muslimah] Perbedaan dalam Islam adalah rahmat

 

  

Perbedaan dalam Islam adalah rahmat
Assalamu alaikum Wr.Wb
Mengangkat pemahaman dan makna bahwa umat muslim mempunyai pengertian
bahwa Ikhtilaaful fil aimah rahmatun bahwa perbedaan itu adalah rahmat
Al-qur'an dan hadits adalah sebagai pegangan bagi setiap orang muslim di
manapun berada, dan mengaku maislamannya
kandungan Al-qur'an dan hadits sebagai landasan pokok umat islam
terkadang diselaraskan dengan keadaaan populer sekarang yang belum
terjadi
waktu jaman Rosululloh SAW,
para ulama banyak yang menerangkan tentang Al-quran dan hadits agar
mudah difahami maksud dan tujuannya,
banyak ulama yang menafsirkan Al-qur'an dan terkadang mereka berbeda
satu sama yang lain,
terkadang bagi orang yang awam (seperti saya) seolah olah berfikir mana
yang benar, mana yang paling benar, apakah jika ada yang benar yang
lainya salah?
terus kenapa jika salah tidak di musnahkan saja kaya karya nya dengan
alasan biar umat islam satu faham dan tidak terpecah belah?
pertanyaan sedehrana ini dijawab dengan argumen saya sendiri bahwa jika
karya karya itu dimusnahkan maka apakah tidak mengurangi makna berbedaan
adalah rahmat?
adakah batasannya?, dimana letak batasan perbedaan itu berada?
aqidah dalam islam adalah hal yang mutlak yang tidak boleh dan tidak
bisa ditawar tawar lagi
mengesakan Allah dan mempercayai maha Muhammad Adalah Utusannya, intinya
semua rukun Islam itu tidak boleh ditawar jika kita seorang muslim
adalah syariat yang diperbolehkan untuk didalami dan dicari sumber
penguatnya dari Al-qur'an dan hadits bahwa apa yang kita lakukan itu
betul betul ada landasannya
dan kita betul betul mengerti landasannya,
seperti kita melakukan solat sunnah tarawih ada yang 8 ada yang 12 ada
yang 23 rakaat misalnya,
jika kita memahami dan mempunyai alasan kuat dan memang semuanya ada
landasan kuat, maka satu sama lain kita tidak bisa menyalahkan, itu
adalah tingkat pemahaman
jika kita sudah mulai menghujat dan menyalahkan apalagi mengatakn sesat
menyesatkan , padahal yang kita tudah mempunyai dalil dan dasar alasan
yang kuat
maka itu adalah salah.
fasatabiqul khairat adalah misinya,
berlomba lomba dalam sebuah kebaikan adalah misi Agama Islam Ini
menjadikan pribadi muslim sebagai teladan di dunia ini adalah keharusan
dan cita cita setiap muslim
mari kita berlomba lomba dalam kebaikan dan bukan saling menghujat

[Non-text portions of this message have been removed]





[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke