Tapi kalo dibilang pembela teroris marah-marah.

--- In wanita-muslimah@yahoogroups.com, Ari Condro <masar...@...> wrote:
>
> males banget nih. teroris dibela belain melulu.
> 
> 
> salam,
> Ari
> 
> 
> 2010/6/9 H. M. Nur Abdurahman <mnur.abdurrah...@...>
> 
> >
> >
> >
> > Sidang Ke-16 M Jibriel, : JPU Paksakan Tuntutan Walau Tiada Bukti
> > Oleh M. Fachry pada Selasa 08 Juni 2010, 03:53 PM
> >
> > Jakarta (Arrahmah.com). Terlalu dipaksakan. Demikianlah kesan kuat yang
> > tertangkap dari replik JPU yang kembali menuntut M Jibriel dengan 7 tahun
> > kurungan. Replik tersebut dibacakan JPU pada sidang ke-16 M Jibriel, Selasa,
> > 8 Juni 2010 di PN Jakarta Selatan. Padahal, bukti-bukti maupun fakta
> > persidangan tidak satupun dapat menunjukkan bukti kebersalahan M Jibriel.
> > Semua dakwaan imajinatif dan dipaksakan. Apakah ada tuntutan 'titipan' atau
> > paksaan oknum tertentu kepada JPU agar tetap menuntut M Jibriel yang
> > jelas-jelas tidak bersalah ?
> >
> > Sidang Cepat & Singkat
> >
> > Pada sidang kali ini, hakim ketua sudah mengetukkan palunya pada pukul
> > 11.00 WIB, sesuatu yang tidak biasa. Maklum, biasanya sidang M Jibriel
> > selalu molor hingga 2-3 jam. Setelah membuka persidangan, hakim ketua,
> > Haryanto, langsung memberikan kesempatan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU),
> > Firmansyah untuk membacakan replik atas Pledoi (pembelaan) M Jibriel maupun
> > kuasa hukumnya.
> >
> > JPU, Firmansyah, yang saat itu hanya seorang diri, dan tidak terihat dua
> > jaksa lainnya langsung membacakan replik. Setelah 15 menit kemudian, jaksa
> > lainya datang dan langsung menggantikan JPU membacakan replik tersebut.
> > Tidak ada yang baru dalam replik yang dibacakan kurang dari 1 jam tersebut.
> > JPU tetap ngotot dan memaksakan diri menuntut M Jibriel 7 tahun penjara,
> > dengan dua pasal yang sebelumnya sudah mereka bacakan, yakni Pasal 13 huruf
> > c Undang-Undang (UU) Nomor 15 tahun 2003 tentang Penetapan Peraturan
> > Pengganti UU Nomor 1 tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana
> > Terorisme, dan Pasal 266 ayat (2) KUHP.
> >
> > Dengan bertele-tele JPU juga mengulang membacakan keterangan saksi-saksi
> > dari awal persidangan. Tidak ada sesuatu yang baru dan menguatkan tuntutan
> > kepada M Jibriel. Semuanya lemah dan terlihat sekali dipaksakan dan seperti
> > ada tuntutan 'titipan' bahwa meskipun tidak ada bukti, M Jibriel harus tetap
> > dihukum seberat-beratnya. Dzalim!
> >
> > Duplik Kuasa Hukum Sebelum Vonis Hakim
> >
> > Pada sidang minggu lalu, kuasa hukum M Jibriel, baik dari Tim Pengacara
> > Muslim (TPM) dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Muslim secara meyakinkan telah
> > menuntut pembebasan M Jibriel dari seluruh dakwaan Jaksa Penuntut Umum
> > (JPU). Mereka juga meminta kepada majelis hakim agar memulihkan dan
> > merehabilitasi nama baik, martabat, harkat, dan kedudukan M Jibriel. Hal ini
> > dikarenakan M Jibriel memang tidak bersalah sebagaimana yang didakwakan JPU.
> >
> > Pada sidang kali ini, setelah mendengar replik yang dibacakan JPU, kuasa
> > hukum M Jibriel meminta waktu seminggu ke depan untuk menyusun duplik.
> > Terlihat, betapa bertele-tele dan lamanya sidang M Jibriel sebelum sampai
> > kepada vonis. Padahal sudah jelas sebagaimana kesimpulan kuasa hukum M
> > Jibriel bahwa TIDAK ADA SATUPUN bukti maupun saksi yang membenarkan tuduhan
> > JPU kepada M Jibriel. Dengan demikian, sudah seharusnya hakim ketua
> > memberikan vonis bebas kepada M Jibriel dan merehabilitasi nama baiknya,
> > serta mengembalikan seluruh inventaris Ar Rahmah Media yang telah disita
> > Densus 88 secara dzalim!
> >
> > Wallahu'alam bis showab!
> >
> > (M Fachry/arrahmah.com
> >
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
> >  
> >
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke