A. Latif: "Dalam hal ini, tidak sepatutnya mengajarkan wahyu2 ALLAH harus
menerima upah atau dijadikan sebagai lahan untuk mencari nafkah.
Berakibat fatal dan merusak...

Akan lebih baik seperti yayasan Raja saud yg membagi bagikan al quran
kpd rakyatnya dan umat islam international..

Begitu juga kitab2 Bible di bagi bagikan,free, kpd umat manusia..
oleh geraja2 dan yayasan2.
=================================================================== 

Sdr. A. Latif,

Tampaknya ada kesalahan berpikir Anda tentang apa yang Anda tuliskan di atas.

1. Anda tidak bisa membedakan antara "menyampaikan wahyu Allah" dan "profesi 
mengajar". Inilah yang membuat Anda salah dalam bertindak. Kalau saya, 
misalnya. sebagai pedagang atau pegawai, lalu menyampaikan wahyu-wahyu Allah 
dalam suatu kesempatan bertemu dengan teman-teman saya atau orang lain, ya 
tidak patut untuk memungut upah, termasuk menyampaikan di berbagai milis.

Tetapi, bila saya sengaja dipanggil untuk mengajarkan wahyu-wahyu Allah, yang 
di dalam hal ini saya meluangkan waktu secara khusus, dan memberikan penjelasan 
serta dapat menyampaikan penjelasannya untuk menjadi solusi bagi yang 
memerlukan; maka dalam hal ini saya menuntut upah sebagai pengajar BUKAN 
sebagai penyampai wahyu Allah.

Untuk membuktikan ucapan Sdr. A. Latif sendiri, silakan mulai hari ini 
meninggalkan semua jelnis usaha, dan hanya berbakti untuk menyampaikan 
wahyu-wahyu Allah tanpa memungut upah!

2. Bible memang dibagikan secara gratis di gereja, tetapi yang berada di 
toko-toko buku tak ada pembagian Bibel secara gratis dari toko-toko buku. Di 
sinilah kesalahan Sdr. A. Latif dalam menilai sesuatu. Seringkali Anda secara 
emosional mengatakan sesuatu tanpa memperhatikan posisi yang dibicarakan.

Sekarang saya ingin tahu, coba tunjukkan, mana ada pastur atau pendeta Kristen 
yang menyampaikan Bible secara gratis, tanpa menerima upah!

Wassalam,

chodjim




  ----- Original Message ----- 
  From: abdul 
  To: wanita-muslimah@yahoogroups.com 
  Sent: Wednesday, June 09, 2010 4:10 PM
  Subject: [wanita-muslimah] Re: Rusaknya Umat Islam karena Banyak 
Ulama2,Usztda2 Menjual ayat2 ALLAH


    
  Dwi Soegardi ----------------------Bismilahirrahmanirrahiim.

  Wrote;Mengenai "menjual ayat Allah dengan harga murah," dalam tafsir 
al-AzharBuya Hamka menjelaskan bahwa Allah mengecam orang-orang
  yang menggunakan ayat-ayat Allah untuk menjustifikasi/membenarkan
  tindakan para penguasa zalim. Termasuk juga orang-orang
  yang mengutip al-Quran dengan pesan sponsor!
  ==============================================

  Kalau itu benar tafsian dari Abuya Hamka, saya setuju pemahaman
  Buya Hamka itu.yaitu;

  1. Haram menjual ayat ALLAH utk menjustify perbuatan penguasa zolim.
  Misalnya; 

  ---Pemerintah boleh melarang firqoh2 islam yg bertentangan
  dengan ulama2 pemerintah mengikuti fatwa MUI.
  Sesungguhnya pemerintah tidak berhak menentukan siapa2 keyakinan agama 
rakyatnya, hanya Hak ALLAH yang menghakimi keyakinan seseorang.

  --Pemerintah mengharamkan Aji Nomoto, mengikuti fatwa MUI.
  Sesungguhnya yang diharamkan oleh ALLAH bukan babi seluruhnya, tapi diperinci 
oleh ALLAH adalah dagingnya, krn dagingnya banyak mengandung
  zat lemah berbahaya...Sedangkan tulang babi bermanfaat.

  --Pemerintah tidak mengharamkan Rokok, karena MUI tidak mengharamkan rokok...
  Sesunguhnya rokok jelas2 merusak kesehatan dan mematikan manusia
  200.000 lebih rakyat Indonesia yg meninggal dunia krn racun rokok.

  (saya kira ulama2 atau pemerintah mendapat lobby dri fabrik rokok)

  2. Termasuk juga orang-orang yang mengutip al-Quran dengan pesan sponsor! 

  Saya juga sependapat kalau usztad2 dan ulama2 menerima uang dari fabrik2 
rokok, untuk tidak mengharamkan rokok..

  Sedangkan ulama2 jelas2 tahu bahwa setiap yg akan merusak manusia
  adalah haram....tapi MUI tidak berani mengeluarkan Fatwa haram

  Misalnya lagi; usztad2 atau kotip2 tidak bisa berlaku adil dan menegakan 
kebenaran perintah2 ALLAH, karena terpengaruh oleh Uang berikut sponsor yg 
memberikan gajinya.(upahnya)

  PERBEDAAN MENGAJARKAN ILMU AGAMA DAN SELAIN ILMU AGAMA.

  1. Ilmu agama lansung diwahyukan kpd Rasul, tanpa ada pamrih.
  sedangkan ilmu2 lainnya bukan dari ALLAH,tapi harus di cari...

  Dalam hal ini, tidak sepatutnya mengajarkan wahyu2 ALLAH harus
  menerima upah atau dijadikan sebagai lahan untuk mencari nafkah.
  Berakibat fatal dan merusak...

  Lain dgn ilmu2 lainnya, dibenarkan utk menjual ilmunya,karena
  bukan lansung dari ALLAH,tapi di cari oleh manusia.

  2. Menjual kitab2 al quran di toko2 adalah wajar untuk mengambil
  profit...karena ada biaya kertas dan percetakan dan transportasi..
  dalam menyebarkan kitab2 ALLAH kpd plosok2 daerah

  Akan lebih baik seperti yayasan Raja saud yg membagi bagikan al quran
  kpd rakyatnya dan umat islam international..

  Begitu juga kitab2 Bible di bagi bagikan,free, kpd umat manusia..
  oleh geraja2 dan yayasan2.

  BAGAIMANA DGN MADRASAH2 ISLAM YG KUSUS MENGAJARKAN AGAMA .

  Apakah bisa dibenarkan? Setiap Madrasah mengajarkan pemahaman
  islam yg berbeda beda...sesuai dgn sposor...

  salam

  --- In wanita-muslimah@yahoogroups.com,<soega...@...> wrote:
  >
  > Anda juga bilang begitu kepada para pastor, pendeta dan rabi?
  > 
  > Kepada para profesor, dosen universitas Islam, Islamic Studies di berbagai
  > univ Amerika,
  > seperti dosen-dosennya Nurcholis Madjid?
  > 
  > "menjual ayat Allah" sama gitu dengan jualan kitab mushaf al-Quran
  > di emperan toko, atau di toko buku?
  > 
  > Lebih luas lagi kenapa tidak sekalian semua sekolah dan universitas
  > digratiskan
  > dosen dan guru-gurunya tidak usah digaji,
  > karena yang mereka ajarkan adalah ayat-ayat Allah (sanurihim ayatuna),
  > ayat-ayat kauniyah ...
  > semuanya matematika, fisika, biologi, dll .....
  > 
  > tentu saja itu hal yang absurd!
  > dalam waktu singkat semua orang angkat kaki dari profesi mengajar.
  > 
  > Pendakwah, ustadz, muballigh,
  > justru saya mengharapkan sama profesionalnya
  > dengan pakar yang bicara soal ekonomi, motivational speakers, dosen, dll
  > Pasang tarif OK, negosiasi di depan OK, digaji tetap OK, ikhlas tidak
  > dibayar pun OK
  > bukan sekedar "seikhlasnya" terima di belakang,
  > setelah dibuka amplopnya isinya ngga sesuai
  > dengan biaya bensin, akomodasi, waktu yang dia perlukan
  > (belum termasuk biaya persiapan menyampaikan materi).
  > 
  > Ini anekdot yang pernah disampaikan Presiden Habibie:
  > - seseorang memanggil montir untuk memperbaiki mobilnya yang mogok.
  > setelah memeriksa sebentar, sang montir mengambil palu
  > dan mengetok salah satu bagian mobil. Mesin mobil tiba-tiba bisa dinyalakan.
  > Ditanya ongkosnya, si montir menagih $100!
  > WTF? Cuma untuk satu ketokan?
  > "Iya, " sang montir bilang "$1 untuk ketokannya, $99 dolar untuk
  > mengetahui bagian mana yang perlu diketok!"
  > 
  > Nah, para juru dakwah juga harus bisa melakukan serupa,
  > menganalisa kebutuhan umat dan menawarkan solusi.
  > Tentu saja tidak bisa dilakukan tanpa memiliki ilmu dan pengalaman yang
  > memadai.
  > Untuk memperoleh ilmu dan pengalaman itulah diperlukan biaya,
  > jer basuki mawa beya.
  > 
  > Orang yang menuntut ilmu juga harus tahu diri.
  > Anda bersedia bayar berapa untuk menghadiri seminar mengelola keuangan,
  > memulai bisnis, belajar membuat mobile phone apps?
  > Tetapi Anda menuntut pengajar agar ikhlas gratisan
  > mengajarkan tazkiyatun nafs, aqidah yang benar, sabar dan bersyukur,
  > cara baca alif ba ta metode Iqra?
  > 
  > Mengenai "menjual ayat Allah dengan harga murah," dalam tafsir al-Azhar
  > Buya Hamka menjelaskan bahwa Allah mengecam orang-orang
  > yang menggunakan ayat-ayat Allah untuk menjustifikasi/membenarkan
  > tindakan para penguasa zalim. Termasuk juga orang-orang
  > yang mengutip al-Quran dengan pesan sponsor!
  > 
  > 
  > 
  > 
  > 
  > 2010/6/9 abdul <latifabdul...@...>
  > 
  > >
  > >
  > >
  > > DO NOT MAKE PROFIT FROM SHARING GOD MESSAGE WITH OTHERS.QS.6:90
  > >
  > > Assalamu'alaikum wrwb.
  > > Semoga ALLAH melindungi saya dari tipu setan terkutuk dalam menjelaskan
  > > ayat2ALLAH dibawah ini
  > >
  > > Bismilahirrahmanirrahiim,
  > > Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka
  > > ikutilah petunjuk mereka. Katakanlah: "Aku tidak meminta upah kepadamu 
dalam
  > > menyampaikan [Al Qur'an]".
  > >
  > > Al Qur'an itu tidak lain hanyalah peringatan untuk segala umat.
  > > QS6:(90)
  > >
  > > Ikutilah orang yang tiada minta balasan kepadamu; dan mereka adalah
  > > orang-orang yang mendapat petunjuk.QS 36: (21)
  > >
  > > Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan-ajakan itu;
  > > upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. QS. 26:109)
  > >
  > > Kalau kita perhatikan perintah2 atau peraturan2 ALLAH diatas itu jelaslah
  > > bagi kita bahwa ustad2 atau khotip2 yang memberikan dakwah di
  > > mesdjid2,seminra2 dan dlm pengajian2 Islam dalam menyampaikan wahyu2 ALLAH
  > > tidak dibenarkan oleh ALLAH swt untuk menerima uang dari jemaahnya.TITIK.
  > >
  > > Banyak kita lihat sekarang ini para khotip2 kalau memberikan ceramah di
  > > mesdjid2 atau di seminar2 mereka menerima atau malah meminta tuntutan 
untuk
  > > dibayar ilmu dan waktunya untuk menyampaikan dakwah2 Islam.
  > >
  > > Sesungguhnya mereka sudah menyimpang dari peraturan2 ALLAH swt dan sunnah
  > > Rasulullah saw.
  > >
  > > Demikian semoga ayat2 ALLAH diatas itu dapat memperbaiki aqidah kita ke
  > > jalan yang lurus di redhoi oleh ALLAH swt.
  > >
  > > Mari kita bersama sama mengingatkan kothip2 atu usztad2 yang menerima
  > > enplop atau uang kalau selesai melaksankan khotip / ceramah agama.
  > > Semoga kesalahan2 khotip2 itu di maafkan oleh ALLAH swt
  > >
  > > Dan orang-orang yang apabila diberi peringatan dengan ayat-ayat Tuhan
  > > mereka, mereka tidaklah menghadapinya sebagai orang-orang yang tuli dan
  > > buta. QS 25(73)
  > >
  > > ...dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku
  > > tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. QS 26:(180)
  > >
  > > Wassalamu'alaikum wrwb.
  > >
  > > Creative AlQuran Study.
  > > Al Quran gives the true solution
  > > Book Seri I.
  > > Abdullatif.
  > >
  > > 
  > >
  > 
  > 
  > [Non-text portions of this message have been removed]
  >



  

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke