Kita memang dilarang menjual ayat2 ALLAH


Tapi bukan berarti kita membiarkan orang kayak JIL dan ahmadiyah yang sesat
dan menyesatkan menghancurkan aqidah umat dengan dalil al-quran yang
ditakwilkan seenaknya saja atas nama kebebasan. MUI tidak pernah melarang
firqoh tanpa dalil tapi lewat proses penelitian


Ahmadiyah dilarang karena mengaku punya nabi baru dan kitab baru


Lihatlah faktanya lia eden, JIL, atau apapun namanya


Mereka menggunakan dalil kebebasan untuk membenarkan perbuatan mereka


Saya baru tahu bahwa yang diharamkan hanya daging babi, saya ingin tahu
saudara abdul dapat darimana pemahaman ini


Dari tafsir apa dan dari siapa?


Haramnya babi sudah qat`i, tapi anehnya pak abdul mengatkan Cuma dagingnya
saja


Inilah bentuk penyesatan umat, umat islam sudah mengetahui keharaman babi
secara total


Pak abdul jangan sampai anda menjadi orang munafik


 


 


 
<http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/message/144418;_ylc=X3oDMTJzb
zE0a2luBF9TAzk3MzU5NzE1BGdycElkAzE4Nzc5ODgEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDc2MjUwBG1zZ0lkA
zE0NDQxOARzZWMDZG1zZwRzbGsDdm1zZwRzdGltZQMxMjc2MTY1MTc4> Re: Rusaknya Umat
Islam karena Banyak Ulama2,Usztda2 Menjual ayat2 A 


Posted by: "abdul"
<mailto:latifabdul...@yahoo.com?subject=%20re%3a%20rusaknya%20umat%20islam%2
0karena%20Banyak%20Ulama2%2CUsztda2%20Menjual%20ayat2%20A>
latifabdul...@yahoo.com    <http://profiles.yahoo.com/latifabdul777>
latifabdul777 


Wed Jun 9, 2010 4:13 pm (PDT) 




Dwi Soegardi ----------------------Bismilahirrahmanirrahiim.

Wrote;Mengenai "menjual ayat Allah dengan harga murah," dalam tafsir
al-AzharBuya Hamka menjelaskan bahwa Allah mengecam orang-orang
yang menggunakan ayat-ayat Allah untuk menjustifikasi/membenarkan
tindakan para penguasa zalim. Termasuk juga orang-orang
yang mengutip al-Quran dengan pesan sponsor!
==============================================

Kalau itu benar tafsian dari Abuya Hamka, saya setuju pemahaman
Buya Hamka itu.yaitu;

1. Haram menjual ayat ALLAH utk menjustify perbuatan penguasa zolim.
Misalnya; 

---Pemerintah boleh melarang firqoh2 islam yg bertentangan
dengan ulama2 pemerintah mengikuti fatwa MUI.
Sesungguhnya pemerintah tidak berhak menentukan siapa2 keyakinan agama
rakyatnya, hanya Hak ALLAH yang menghakimi keyakinan seseorang.

--Pemerintah mengharamkan Aji Nomoto, mengikuti fatwa MUI.
Sesungguhnya yang diharamkan oleh ALLAH bukan babi seluruhnya, tapi
diperinci oleh ALLAH adalah dagingnya, krn dagingnya banyak mengandung
zat lemah berbahaya...Sedangkan tulang babi bermanfaat.

--Pemerintah tidak mengharamkan Rokok, karena MUI tidak mengharamkan
rokok...
Sesunguhnya rokok jelas2 merusak kesehatan dan mematikan manusia
200.000 lebih rakyat Indonesia yg meninggal dunia krn racun rokok.

(saya kira ulama2 atau pemerintah mendapat lobby dri fabrik rokok)

2. Termasuk juga orang-orang yang mengutip al-Quran dengan pesan sponsor! 

Saya juga sependapat kalau usztad2 dan ulama2 menerima uang dari fabrik2
rokok, untuk tidak mengharamkan rokok..

Sedangkan ulama2 jelas2 tahu bahwa setiap yg akan merusak manusia
adalah haram....tapi MUI tidak berani mengeluarkan Fatwa haram

Misalnya lagi; usztad2 atau kotip2 tidak bisa berlaku adil dan menegakan
kebenaran perintah2 ALLAH, karena terpengaruh oleh Uang berikut sponsor yg
memberikan gajinya.(upahnya)

PERBEDAAN MENGAJARKAN ILMU AGAMA DAN SELAIN ILMU AGAMA.

1. Ilmu agama lansung diwahyukan kpd Rasul, tanpa ada pamrih.
sedangkan ilmu2 lainnya bukan dari ALLAH,tapi harus di cari...

Dalam hal ini, tidak sepatutnya mengajarkan wahyu2 ALLAH harus
menerima upah atau dijadikan sebagai lahan untuk mencari nafkah.
Berakibat fatal dan merusak...

Lain dgn ilmu2 lainnya, dibenarkan utk menjual ilmunya,karena
bukan lansung dari ALLAH,tapi di cari oleh manusia.

2. Menjual kitab2 al quran di toko2 adalah wajar untuk mengambil
profit...karena ada biaya kertas dan percetakan dan transportasi..
dalam menyebarkan kitab2 ALLAH kpd plosok2 daerah

Akan lebih baik seperti yayasan Raja saud yg membagi bagikan al quran
kpd rakyatnya dan umat islam international..

Begitu juga kitab2 Bible di bagi bagikan,free, kpd umat manusia..
oleh geraja2 dan yayasan2.

BAGAIMANA DGN MADRASAH2 ISLAM YG KUSUS MENGAJARKAN AGAMA .

Apakah bisa dibenarkan? Setiap Madrasah mengajarkan pemahaman
islam yg berbeda beda...sesuai dgn sposor...

salam

 



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke