Sdr. Abdul,

Rupanya Anda sengaja merusak tatanan kehidupan dengan hanya menganggap "mencari 
nafkah" yang halal dan baik itu hanya lewat berdagang. Pada zaman Rasulullah 
jenis wiraswasta di Arab khususnya ya hanya berdagang. Di sana waktu itu belum 
ada industri. Kalau kita sekarang hanya berdagang --sekali lagi hanya 
berdagang-- ya negara akan ambruk. Pada zaman sekarang ini profesi untuk 
mencari nafkah itu berlimpah, ada yang dokter, ada yang menjadi pegawai negeri, 
ada yang bertani, berkebun, beternak, ada yang di berbagai jenis industri, dan 
lain-lain-lain-lain...... 

Dan berdagang pun tidak cukup hanya sendirian di zaman sekarang ini. Kita harus 
bisa mengembangkan perdagangan dengan menyerap tenaga kerja sebanyak-banyaknya. 
Dan, dalam kehidupan modern, kesibukan Anda dalam berdagang tak akan bisa 
berdakwah --dalam pengertian seperti zaman dulu. Jadi, janganlah menarik 
kesimpulan secara sederhana itu. Oleh karena itu, silakan kembali ke Indonesia 
dan berdagang sendirian lalu berdakwah. Saya ingin lihat, dan tidak hanya 
disuguhi omongan!

GI, Lemkari, dan sejenisnya, memang membangun satu sistem tertutup. Jadi, 
mereka tidak dakwah keluar, tapi hanya kepada para anggotanya. Dan, anggotanya 
yang bagian dakwah ya menerima upah dari organisasinya. Ini hanya masalah 
metoda! Yang jelas tak ada orang yang hidup tanpa upah atau laba usaha. 

Jadi, ayat tidak menerima upah itu sudah dijalankan oleh para miliser WM ini. 
Mana ada sih yang menyampaikan ayat di milis ini dengan meminta upah? 

Anda tidak realistik! Saya contohkan diri saya yang tinggal di Jakarta, yang 
diundang untuk berceramah di Sumatra, atau kota-kota di Jateng dan Jatim, tanpa 
ada konfirmasi dana transportasi dan akomodasi, tentu saya tidak sampai di 
tempat undangan. Tidak berarti saya tidak berdakwah. Saya hanya bisa berdakwah 
sebatas di tempat tinggal saya dan tidak ke luar kota.

Berikutnya, para mubaligh yang menerima amplop itu, bukan dia agresif untuk 
mendatangi tempat ceramah lalu mau ceramah kalau diberi amplop. Tidak demikian! 
Yang terjadi, banyak orang memesan dia untuk berceramah, sehingga tak ada waktu 
untuk berdagang atau berkarya di bidang lainnya. Waktunya sudah habis tersita 
untuk berceramah! Kondisi inilah yang harus dipahami Sdr. A. Latif!

Wassalam,

chodjim
 



  ----- Original Message ----- 
  From: abdul 
  To: wanita-muslimah@yahoogroups.com 
  Sent: Thursday, June 10, 2010 3:37 AM
  Subject: [wanita-muslimah] Re: Rusaknya Umat Islam karena Banyak 
Ulama2,Usztda2 Menjual ayat2 ALLAH


    
  chodjim" --------------Bismilahirrahmanirrahiim.

  Telah dicontohkan oleh Rasul dan istrinya serta sahabat2nya..
  Kalau kita mencari nafkah lewat berniaga,Rezeki dari ALLAH
  bukan pegawai, maka waktu dapat kita atur sendiri, dan kita tdk terpengaruh 
oleh sponsor mesdjid atau penetia dsb....

  Sambil berbuisiness kita dgn mudah menyampaikan dakwah Islam
  demikian yg dicontohkan oleh Rasul...tanpa menerima uang tapi
  malah memberikan ilmu dan uang kpd umat...alangkah indah dan efektif
  demikian peraturan2 ALLAH dan sunnah Rasul...Tidak setujukan anda
  demikian.

  Ikutlah sunnah Rasul dalam mencari nafkah, dan lakukan dakwah
  kemana mana saja....kalau banyak rezeki dari ALLAH,bantulah
  orang2 yang anda berikan ilmu itu...

  Jadi bukan ngomong saja, tapi sekali gus dg perbuatan kedermawanan.
  Contoh yang saya perhatikan adalah golongan Islam Rufaqah...atau
  arqam...

  Berapa orang2 ulama2 dan usztad2 kita yang selalu mengumandangkan
  mengikuti sunnah, tapi mereka tidak mengikuti sunnah Rasul
  dalam berniaga...mencari nafkah...

  Oleh karena itu dakwah2 ulama2 kita pada umumnya tidak efektif
  tetap saja umat Islam kita lemah ekonomi, dijajah oleh orang lain.

  Sebuah nasehat dari Khalifah Umar bin Khatab;

  "Pada suatu masa dimana umat muslim sudah meninggalkan usaha 
berniaga,berdagang,pengusaha dan Industri,sebagai mata pencariannya, maka umat 
muslim yang jutaan jumlahnya, hidupnya akan banyak tergantung kepada umat 
lainnya, akirnya menjadi umat lemah, umat yang selalu tergantung , umat yang 
mudah di porak perandakan oleh kekuatan lain"

  Semua terbukti sekarang ini.
  Mari kita mulai dari diri sendiri....
  Sebelum menyampaikan dakwah Islam, berusaha dulu
  untuk merobah cara mencari nafkah...sesuai dgn sunnah Rasul
  Insya ALLAH,kita semua akan sukses.

  salam

  salam

  --- In wanita-muslimah@yahoogroups.com, "chodjim" <chod...@...> wrote:
  >
  > Oleh karena itu, Sdr. A. Latif, tinggalkan pekerjaan Anda semuanya dan 
gantilah dengan hanya menyampaikan wahyu itu tanpa menerima upah pun. Buktikan 
itu! jangan hanya ngomong saja. Saya ingin tahu, Sdr. A. Latif sanggup tidak 
sejak hari ini pergi ke daerah mana pun untuk menyampaikan wahyu Allah. Saya 
tunggu kabarnya, lho!
  > 
  > Wassalam,
  > 
  > chodjim 
  > 
  > 
  > ----- Original Message ----- 
  > From: abdul 
  > To: wanita-muslimah@yahoogroups.com 
  > Sent: Wednesday, June 09, 2010 7:37 PM
  > Subject: [wanita-muslimah] Re: Rusaknya Umat Islam karena Banyak 
Ulama2,Usztda2 Menjual ayat2 ALLAH
  > 
  > 
  > 
  > "chodjim---------------Bismilahirrahmanirrahiim.
  > Terimakasih atas respond yang satun...
  > 
  > Anda mengatakan saya salah, biarlah ALLAH saja yang menghakimi
  > siapa sesungguhnya yang salah, mudah2 keduanya benar...karena
  > kita sudah berusaha mencari kebanaran2...
  > 
  > Ayat2 itu bisa berbeda beda memahami...menurut keyakinan kita
  > masing2...Bagi saya ayat itu jelas...
  > 
  > ====jangan ikuti orang2 yg menjual ayat2 ALLAH=====
  > 
  > Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan-ajakan itu; 
upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. QS. 26:109).
  > 
  > Ikutilah orang yang tiada minta balasan kepadamu; dan mereka adalah 
orang-orang yang mendapat petunjuk.QS 36: (21)
  > 
  > Seperti contoh2 yang telah saya berikan...
  > 
  > Mengenai pastor..
  > Setahu saya tidak ada peringatan larangan seperti di al quran itu terdapat 
dlm Bible 
  > Oleh karena itu mereka melakukannya....memberi gaji kpd pastor2nya.
  > 
  > ALLAH memperbaiki dan melengkapi peraturan2Nya di al Quran
  > bahwa apa yg dilakukan oleh kristen itu yaitu mengaji pastor2
  > tidak boleh di lajuti lagi bagi umat Muhammad saw.
  > 
  > Sebagaimana di contohkan oleh Rasul dan sahabat2 tidak menerima
  > upah dalam menyampaikan wahyu2 ALLAH kpd masarakat, mereka sambil berniaga 
berdakwah kemana mana sebagaimana pedagang2 islam melakukan
  > dakwahnya sampai ke Asia..Mereka tidak di gaji oleh pemerintah dll.
  > 
  > Oleh karena itu islam diterima dimana mana...karena tdk ada
  > pengaruh2 ==SPONSOR==.Mereka dgn ikhals mengajarkannya...
  > 
  > Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan-ajakan itu; 
upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. QS. 26:109).
  > 
  > Jadi menyampaikan wahyu2 ALLAH bisa dengan Ikhlas seikhlasnya...
  > tanpa ada pamrih.
  > 
  > salam
  > 
  > --- In wanita-muslimah@yahoogroups.com, "chodjim" <chodjim@> wrote:
  > >
  > > A. Latif: "Dalam hal ini, tidak sepatutnya mengajarkan wahyu2 ALLAH harus
  > > menerima upah atau dijadikan sebagai lahan untuk mencari nafkah.
  > > Berakibat fatal dan merusak...
  > > 
  > > Akan lebih baik seperti yayasan Raja saud yg membagi bagikan al quran
  > > kpd rakyatnya dan umat islam international..
  > > 
  > > Begitu juga kitab2 Bible di bagi bagikan,free, kpd umat manusia..
  > > oleh geraja2 dan yayasan2.
  > > =================================================================== 
  > > 
  > > Sdr. A. Latif,
  > > 
  > > Tampaknya ada kesalahan berpikir Anda tentang apa yang Anda tuliskan di 
atas.
  > > 
  > > 1. Anda tidak bisa membedakan antara "menyampaikan wahyu Allah" dan 
"profesi mengajar". Inilah yang membuat Anda salah dalam bertindak. Kalau saya, 
misalnya. sebagai pedagang atau pegawai, lalu menyampaikan wahyu-wahyu Allah 
dalam suatu kesempatan bertemu dengan teman-teman saya atau orang lain, ya 
tidak patut untuk memungut upah, termasuk menyampaikan di berbagai milis.
  > > 
  > > Tetapi, bila saya sengaja dipanggil untuk mengajarkan wahyu-wahyu Allah, 
yang di dalam hal ini saya meluangkan waktu secara khusus, dan memberikan 
penjelasan serta dapat menyampaikan penjelasannya untuk menjadi solusi bagi 
yang memerlukan; maka dalam hal ini saya menuntut upah sebagai pengajar BUKAN 
sebagai penyampai wahyu Allah.
  > > 
  > > Untuk membuktikan ucapan Sdr. A. Latif sendiri, silakan mulai hari ini 
meninggalkan semua jelnis usaha, dan hanya berbakti untuk menyampaikan 
wahyu-wahyu Allah tanpa memungut upah!
  > > 
  > > 2. Bible memang dibagikan secara gratis di gereja, tetapi yang berada di 
toko-toko buku tak ada pembagian Bibel secara gratis dari toko-toko buku. Di 
sinilah kesalahan Sdr. A. Latif dalam menilai sesuatu. Seringkali Anda secara 
emosional mengatakan sesuatu tanpa memperhatikan posisi yang dibicarakan.
  > > 
  > > Sekarang saya ingin tahu, coba tunjukkan, mana ada pastur atau pendeta 
Kristen yang menyampaikan Bible secara gratis, tanpa menerima upah!
  > > 
  > > Wassalam,
  > > 
  > > chodjim
  > > 
  > > 
  > > 
  > > 
  > > ----- Original Message ----- 
  > > From: abdul 
  > > To: wanita-muslimah@yahoogroups.com 
  > > Sent: Wednesday, June 09, 2010 4:10 PM
  > > Subject: [wanita-muslimah] Re: Rusaknya Umat Islam karena Banyak 
Ulama2,Usztda2 Menjual ayat2 ALLAH
  > > 
  > > 
  > > 
  > > Dwi Soegardi ----------------------Bismilahirrahmanirrahiim.
  > > 
  > > Wrote;Mengenai "menjual ayat Allah dengan harga murah," dalam tafsir 
al-AzharBuya Hamka menjelaskan bahwa Allah mengecam orang-orang
  > > yang menggunakan ayat-ayat Allah untuk menjustifikasi/membenarkan
  > > tindakan para penguasa zalim. Termasuk juga orang-orang
  > > yang mengutip al-Quran dengan pesan sponsor!
  > > ==============================================
  > > 
  > > Kalau itu benar tafsian dari Abuya Hamka, saya setuju pemahaman
  > > Buya Hamka itu.yaitu;
  > > 
  > > 1. Haram menjual ayat ALLAH utk menjustify perbuatan penguasa zolim.
  > > Misalnya; 
  > > 
  > > ---Pemerintah boleh melarang firqoh2 islam yg bertentangan
  > > dengan ulama2 pemerintah mengikuti fatwa MUI.
  > > Sesungguhnya pemerintah tidak berhak menentukan siapa2 keyakinan agama 
rakyatnya, hanya Hak ALLAH yang menghakimi keyakinan seseorang.
  > > 
  > > --Pemerintah mengharamkan Aji Nomoto, mengikuti fatwa MUI.
  > > Sesungguhnya yang diharamkan oleh ALLAH bukan babi seluruhnya, tapi 
diperinci oleh ALLAH adalah dagingnya, krn dagingnya banyak mengandung
  > > zat lemah berbahaya...Sedangkan tulang babi bermanfaat.
  > > 
  > > --Pemerintah tidak mengharamkan Rokok, karena MUI tidak mengharamkan 
rokok...
  > > Sesunguhnya rokok jelas2 merusak kesehatan dan mematikan manusia
  > > 200.000 lebih rakyat Indonesia yg meninggal dunia krn racun rokok.
  > > 
  > > (saya kira ulama2 atau pemerintah mendapat lobby dri fabrik rokok)
  > > 
  > > 2. Termasuk juga orang-orang yang mengutip al-Quran dengan pesan sponsor! 
  > > 
  > > Saya juga sependapat kalau usztad2 dan ulama2 menerima uang dari fabrik2 
rokok, untuk tidak mengharamkan rokok..
  > > 
  > > Sedangkan ulama2 jelas2 tahu bahwa setiap yg akan merusak manusia
  > > adalah haram....tapi MUI tidak berani mengeluarkan Fatwa haram
  > > 
  > > Misalnya lagi; usztad2 atau kotip2 tidak bisa berlaku adil dan menegakan 
kebenaran perintah2 ALLAH, karena terpengaruh oleh Uang berikut sponsor yg 
memberikan gajinya.(upahnya)
  > > 
  > > PERBEDAAN MENGAJARKAN ILMU AGAMA DAN SELAIN ILMU AGAMA.
  > > 
  > > 1. Ilmu agama lansung diwahyukan kpd Rasul, tanpa ada pamrih.
  > > sedangkan ilmu2 lainnya bukan dari ALLAH,tapi harus di cari...
  > > 
  > > Dalam hal ini, tidak sepatutnya mengajarkan wahyu2 ALLAH harus
  > > menerima upah atau dijadikan sebagai lahan untuk mencari nafkah.
  > > Berakibat fatal dan merusak...
  > > 
  > > Lain dgn ilmu2 lainnya, dibenarkan utk menjual ilmunya,karena
  > > bukan lansung dari ALLAH,tapi di cari oleh manusia.
  > > 
  > > 2. Menjual kitab2 al quran di toko2 adalah wajar untuk mengambil
  > > profit...karena ada biaya kertas dan percetakan dan transportasi..
  > > dalam menyebarkan kitab2 ALLAH kpd plosok2 daerah
  > > 
  > > Akan lebih baik seperti yayasan Raja saud yg membagi bagikan al quran
  > > kpd rakyatnya dan umat islam international..
  > > 
  > > Begitu juga kitab2 Bible di bagi bagikan,free, kpd umat manusia..
  > > oleh geraja2 dan yayasan2.
  > > 
  > > BAGAIMANA DGN MADRASAH2 ISLAM YG KUSUS MENGAJARKAN AGAMA .
  > > 
  > > Apakah bisa dibenarkan? Setiap Madrasah mengajarkan pemahaman
  > > islam yg berbeda beda...sesuai dgn sposor...
  > > 
  > > salam
  > > 
  > > --- In wanita-muslimah@yahoogroups.com,<soegardi@> wrote:
  > > >
  > > > Anda juga bilang begitu kepada para pastor, pendeta dan rabi?
  > > > 
  > > > Kepada para profesor, dosen universitas Islam, Islamic Studies di 
berbagai
  > > > univ Amerika,
  > > > seperti dosen-dosennya Nurcholis Madjid?
  > > > 
  > > > "menjual ayat Allah" sama gitu dengan jualan kitab mushaf al-Quran
  > > > di emperan toko, atau di toko buku?
  > > > 
  > > > Lebih luas lagi kenapa tidak sekalian semua sekolah dan universitas
  > > > digratiskan
  > > > dosen dan guru-gurunya tidak usah digaji,
  > > > karena yang mereka ajarkan adalah ayat-ayat Allah (sanurihim ayatuna),
  > > > ayat-ayat kauniyah ...
  > > > semuanya matematika, fisika, biologi, dll .....
  > > > 
  > > > tentu saja itu hal yang absurd!
  > > > dalam waktu singkat semua orang angkat kaki dari profesi mengajar.
  > > > 
  > > > Pendakwah, ustadz, muballigh,
  > > > justru saya mengharapkan sama profesionalnya
  > > > dengan pakar yang bicara soal ekonomi, motivational speakers, dosen, dll
  > > > Pasang tarif OK, negosiasi di depan OK, digaji tetap OK, ikhlas tidak
  > > > dibayar pun OK
  > > > bukan sekedar "seikhlasnya" terima di belakang,
  > > > setelah dibuka amplopnya isinya ngga sesuai
  > > > dengan biaya bensin, akomodasi, waktu yang dia perlukan
  > > > (belum termasuk biaya persiapan menyampaikan materi).
  > > > 
  > > > Ini anekdot yang pernah disampaikan Presiden Habibie:
  > > > - seseorang memanggil montir untuk memperbaiki mobilnya yang mogok.
  > > > setelah memeriksa sebentar, sang montir mengambil palu
  > > > dan mengetok salah satu bagian mobil. Mesin mobil tiba-tiba bisa 
dinyalakan.
  > > > Ditanya ongkosnya, si montir menagih $100!
  > > > WTF? Cuma untuk satu ketokan?
  > > > "Iya, " sang montir bilang "$1 untuk ketokannya, $99 dolar untuk
  > > > mengetahui bagian mana yang perlu diketok!"
  > > > 
  > > > Nah, para juru dakwah juga harus bisa melakukan serupa,
  > > > menganalisa kebutuhan umat dan menawarkan solusi.
  > > > Tentu saja tidak bisa dilakukan tanpa memiliki ilmu dan pengalaman yang
  > > > memadai.
  > > > Untuk memperoleh ilmu dan pengalaman itulah diperlukan biaya,
  > > > jer basuki mawa beya.
  > > > 
  > > > Orang yang menuntut ilmu juga harus tahu diri.
  > > > Anda bersedia bayar berapa untuk menghadiri seminar mengelola keuangan,
  > > > memulai bisnis, belajar membuat mobile phone apps?
  > > > Tetapi Anda menuntut pengajar agar ikhlas gratisan
  > > > mengajarkan tazkiyatun nafs, aqidah yang benar, sabar dan bersyukur,
  > > > cara baca alif ba ta metode Iqra?
  > > > 
  > > > Mengenai "menjual ayat Allah dengan harga murah," dalam tafsir al-Azhar
  > > > Buya Hamka menjelaskan bahwa Allah mengecam orang-orang
  > > > yang menggunakan ayat-ayat Allah untuk menjustifikasi/membenarkan
  > > > tindakan para penguasa zalim. Termasuk juga orang-orang
  > > > yang mengutip al-Quran dengan pesan sponsor!
  > > > 
  > > > 
  > > > 
  > > > 
  > > > 
  > > > 2010/6/9 abdul <latifabdul777@>
  > > > 
  > > > >
  > > > >
  > > > >
  > > > > DO NOT MAKE PROFIT FROM SHARING GOD MESSAGE WITH OTHERS.QS.6:90
  > > > >
  > > > > Assalamu'alaikum wrwb.
  > > > > Semoga ALLAH melindungi saya dari tipu setan terkutuk dalam 
menjelaskan
  > > > > ayat2ALLAH dibawah ini
  > > > >
  > > > > Bismilahirrahmanirrahiim,
  > > > > Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka
  > > > > ikutilah petunjuk mereka. Katakanlah: "Aku tidak meminta upah 
kepadamu dalam
  > > > > menyampaikan [Al Qur'an]".
  > > > >
  > > > > Al Qur'an itu tidak lain hanyalah peringatan untuk segala umat.
  > > > > QS6:(90)
  > > > >
  > > > > Ikutilah orang yang tiada minta balasan kepadamu; dan mereka adalah
  > > > > orang-orang yang mendapat petunjuk.QS 36: (21)
  > > > >
  > > > > Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan-ajakan itu;
  > > > > upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. QS. 26:109)
  > > > >
  > > > > Kalau kita perhatikan perintah2 atau peraturan2 ALLAH diatas itu 
jelaslah
  > > > > bagi kita bahwa ustad2 atau khotip2 yang memberikan dakwah di
  > > > > mesdjid2,seminra2 dan dlm pengajian2 Islam dalam menyampaikan wahyu2 
ALLAH
  > > > > tidak dibenarkan oleh ALLAH swt untuk menerima uang dari 
jemaahnya.TITIK.
  > > > >
  > > > > Banyak kita lihat sekarang ini para khotip2 kalau memberikan ceramah 
di
  > > > > mesdjid2 atau di seminar2 mereka menerima atau malah meminta tuntutan 
untuk
  > > > > dibayar ilmu dan waktunya untuk menyampaikan dakwah2 Islam.
  > > > >
  > > > > Sesungguhnya mereka sudah menyimpang dari peraturan2 ALLAH swt dan 
sunnah
  > > > > Rasulullah saw.
  > > > >
  > > > > Demikian semoga ayat2 ALLAH diatas itu dapat memperbaiki aqidah kita 
ke
  > > > > jalan yang lurus di redhoi oleh ALLAH swt.
  > > > >
  > > > > Mari kita bersama sama mengingatkan kothip2 atu usztad2 yang menerima
  > > > > enplop atau uang kalau selesai melaksankan khotip / ceramah agama.
  > > > > Semoga kesalahan2 khotip2 itu di maafkan oleh ALLAH swt
  > > > >
  > > > > Dan orang-orang yang apabila diberi peringatan dengan ayat-ayat Tuhan
  > > > > mereka, mereka tidaklah menghadapinya sebagai orang-orang yang tuli 
dan
  > > > > buta. QS 25(73)
  > > > >
  > > > > ...dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; 
upahku
  > > > > tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. QS 26:(180)
  > > > >
  > > > > Wassalamu'alaikum wrwb.
  > > > >
  > > > > Creative AlQuran Study.
  > > > > Al Quran gives the true solution
  > > > > Book Seri I.
  > > > > Abdullatif.
  > > > >
  > > > > 
  > > > >
  > > > 
  > > > 
  > > > [Non-text portions of this message have been removed]
  > > >
  > > 
  > > 
  > > 
  > > 
  > > 
  > > [Non-text portions of this message have been removed]
  > >
  > 
  > 
  > 
  > 
  > 
  > [Non-text portions of this message have been removed]
  >



  

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke