----- Original Message ----- 
From: Yasir 
Husni 
To: peri...@milis.astra.co.id <mailto:perisai%40milis.astra.co.id>  
Sent: Wednesday, June 09, 2010 1:41 PM
Subject: [perisai] FW: Surat dari Gaza untuk Umat Islam di 
Indonesia

Aswrwb.
Semoga 
bermanfaat.

Yasir 
Husni
*Sesungguhnya 
bersama suatu kesulitan itu terdapat suatu kemudahan.



From:Jarot 


Surat dari 
Gaza untuk Umat Islam di Indonesia

Untuk saudaraku 
di
Indonesia,

Saya tidak tahu, mengapa saya harus menulis dan 
mengirim surat ini untuk kalian di Indonesia, Namun jika kalian 
tetap
bertanya kepadaku, kenapa? Mungkin satu-satunya jawaban yang saya 
miliki 
Adalah karena Negeri kalian berpenduduk muslim terbanyak di 
punggung
bumi ini, bukan demikian saudaraku?

Disaat saya 
menunaikan ibadah
haji beberapa tahun silam, ketika pulang dari 
melempar jumrah, saya
sempat berkenalan dengan salah seorang aktivis 
da'wah dari Jama'ah haji
asal Indonesia, dia mengatakan kepadaku, 
setiap tahun musim haji ada
sekitar 205 ribu jama'ah haji berasal dari 
Indonesia datang ke Baitullah
ini. Wah, sungguh jumlah angka yang 
sangat fantastis dan membuat saya
berdecak kagum.

Lalu 
saya mengatakan kepadanya, saudaraku, jika
jumlah jama'ah Haji asal 
GAZA sejak tahun 1987 Sampai sekarang digabung,
itu belum bisa menyamai 
jumlah jama'ah haji dari negeri kalian dalam
satu musim haji saja. 
Padahal jarak tempat kami ke Baitullah lebih dekat
dibanding kalian 
yah?. wah, pasti uang kalian sangat banyak yah?,
apalagi menurut 
sahabatku itu ada 5% dari rombongan tersebut yang
menunaikan ibadah 
haji untuk yang kedua kalinya, 
Subhanallah.

Wahai
saudaraku di Indonesia,
Pernah 
saya berkhayal dalam hati, kenapa
saya dan kami yang ada di GAZA ini, 
tidak dilahirkan di negeri kalian
saja. Wah, pasti sangat indah dan 
mengagumkan yah?. Negeri kalian aman,
kaya dan subur, setidaknya itu 
yang saya ketahui Tentang negeri kalian.

Pasti
para 
ibu-ibu disana amat mudah menyusui bayi-bayinya, susu formula 
bayi
pasti dengan mudah kalian dapatkan di toko-toko dan para wanita 
hamil
kalian mungkin dengan mudah bersalin di rumah sakit yang 
mereka
inginkan.

Ini yang membuatku iri kepadamu saudaraku 
tidak seperti
di negeri kami ini, saudaraku, anak-anak bayi kami lahir 
di tenda-tenda
pengungsian. Bahkan tidak jarang tentara Israel menahan 
mobil ambulance
yang akan mengantarkan istri kami Melahirkan di rumah 
sakit yang lebih
lengkap alatnya di daerah Rafah, Sehingga istri-istri 
kami terpaksa
melahirkan diatas mobil, yah diatas mobil 
saudaraku!.

Susu
formula bayi adalah barang yang langka di 
GAZA sejak kami di blokade
2 tahun lalu, namun isteri kami tetap 
menyusui bayi-bayinya dan
menyapihnya hingga dua tahun lamanya, walau 
terkadang untuk memperlancar
ASI mereka, isteri kami rela minum air 
rendaman gandum.

Namun,
mengapa di negeri kalian, katanya 
tidak sedikit kasus pembuangan bayi
yang tidak jelas siapa ayah dan 
ibunya, terkadang ditemukan mati di
parit-parit, di selokan-selokan dan 
di tempat sampah, itu yang kami
dapat dari informasi 
televisi.

Dan yang membuat saya terkejut dan
merinding, 
ternyata negeri kalian adalah negeri yang tertinggi kasus
Abortusnya 
untuk wilayah ASIA, Astaghfirullah. Ada apa dengan kalian?
Apakah 
karena di negeri kalian tidak ada konflik bersenjata seperti 
kami
disini, sehingga orang bisa melakukan hal hina tersebut?, 
sepertinya
kalian belum menghargai arti sebuah nyawa bagi kami di 
sini.

Memang
hampir setiap hari di GAZA sejak penyerangan 
Israel, kami menyaksikan
bayi-bayi kami mati, Namun, bukanlah 
diselokan-selokan, atau got-got
apalagi ditempat sampah? saudaraku! 
Mereka mati syahid, saudaraku! mati
syahid, karena serangan roket 
tentara Israel!

Kami temukan mereka
tak bernyawa lagi 
dipangkuan ibunya, di bawah puing-puing bangunan
rumah kami yang hancur 
oleh serangan roket tentara Zionis Israel,
Saudaraku, bagi kami nilai 
seorang bayi adalah Aset perjuangan
perlawanan kami terhadap penjajah 
Yahudi. Mereka adalah mata rantai yang
akan menyambung perjuangan kami 
memerdekakan Negeri ini.

Perlu
kalian ketahui, sejak 
serangan Israel tanggal 27 desember (2009)
kemarin, Saudara-saudara 
kami yang syahid sampai 1400 orang, 600
diantaranya adalah anak-anak 
kami, namun sejak penyerangan itu pula
sampai hari ini, kami menyambut 
lahirnya 3000 bayi baru Dijalur Gaza,
dan Subhanallah kebanyakan mereka 
adalah anak laki-laki dan banyak yang
kembar, Allahu 
Akbar!

Wahai saudaraku di 
Indonesia,
Negeri
kalian subur dan makmur, tanaman apa saja 
yang kalian tanam akan tumbuh
dan berbuah, namun kenapa di negeri 
kalian masih ada bayi yang
kekurangan gizi, menderita busung lapar. Apa 
karena kalian sulit mencari
rezki disana? apa negeri kalian sedang di 
blokade juga?

Perlu
kalian ketahui, saudaraku, tidak ada 
satupun bayi di Gaza yang menderita
kekurangan gizi apalagi sampai mati 
kelaparan, walau sudah lama kami
diblokade.

Kalian terlalu 
manja! Saya adalah pegawai Tata Usaha
di kantor pemerintahan Hamas 
Sudah 7 bulan ini, gaji bulanan belum saya
terima, tapi Allah SWT yang 
akan mencukupkan rezki untuk kami.

Perlu
kalian ketahui 
pula, bulan ini saja ada sekitar 300 pasang pemuda baru
saja 
melangsungkan pernikahan. Yah, mereka menikah di sela-sela 
serangan
agresi Israel, Mereka mengucapkan akad nikah, diantara bunyi 
letupan
bom dan peluru saudaraku.

Dan Perdana menteri 
kami, yaitu Ust
Isma'il Haniya memberikan santunan awal pernikahan bagi 
semua keluarga
baru tersebut.

Wahai Saudaraku di 
Indonesia,
Terkadang saya
pun iri, seandainya saya bisa 
merasakan pengajian atau pembinaan
Di Negeri antum, seperti yang 
diceritakan teman saya tersebut, program
pengajian kalian pasti bagus 
bukan, banyak kitab mungkin yang telah
kalian baca, dan buku-buku pasti 
kalian telah lahap, kalian pun sangat
bersemangat bukan, itu karena 
kalian punya waktu.

Kami tidak
memiliki waktu yang banyak 
disini wahai saudaraku. Satu jam, yah satu
jam itu adalah waktu yang 
dipatok untuk kami disini untuk mengaji atau ikut pembinaan,
setelah 
itu kami harus terjun langsung ke lapangan jihad, sesuai dengan
tugas 
yang Telah diberikan kepada kami.

Kami di sini 
sangat
menanti-nantikan hari untuk mengaji tersebut walau cuma satu jam 
saudaraku,
tentu kalian lebih bersyukur, kalian lebih punya waktu untuk 
menegakkan
rukun-rukun mengaji, Seperti ta'aruf, tafahum dan takaful di 
sana.

Hafalan
antum pasti lebih banyak dari kami, Semua 
pegawai dan pejuang Hamas di
sini wajib menghapal surat al anfaal 
sebagai nyanyian perang kami, saya
menghapal di sela-sela waktu 
istirahat perang, bagaimana Dengan kalian?

Akhir
desember 
kemarin, saya menghadiri acara wisuda penamatan hafalan 30 juz
anakku 
yang pertama, ia diantara 1000 anak yang tahun ini menghapal
al-qur'an, 
umurnya baru 10 tahun, saya yakin anak-anak kalian jauh lebih
cepat 
menghapal al-quran ketimbang anak-anak kami disini, di Gaza tidak
ada 
SDIT seperti di tempat kalian, yang menyebar seperti 
jamur
sekarang.

Mereka belajar di antara puing-puing 
reruntuhan gedung
yang hancur, yang tanahnya sudah diratakan, diatasnya 
diberi beberapa
helai daun pohon kurma, yah di tempat itulah mereka 
belajar saudaraku,
bunyi suara setoran hafalan al-quran mereka 
bergemuruh diantara
bunyi-bunyi senapan tentara Israel? Ayat-ayat Jihad 
paling cepat mereka
hafal, karena memang didepan mereka tafsirnya. 
Langsung Mereka rasakan.

Wahai
Saudaraku di 
Indonesia,
Oh, iya, kami harus berterima kasih kepada
kalian 
semua, melihat aksi solidaritas yang kalian perlihatkan 
kepada
masyarakat dunia, kami menyaksikan demo-demo kalian disini. 
Subhanallah,
kami sangat terhibur, karena kalian juga merasakan apa 
yang kami
rasakan disini.

Memang banyak masyarakat dunia 
yang menangisi
kami di sini, termasuk kalian di Indonesia. Namun, bukan 
tangisan kalian
yang kami butuhkan saudaraku biarlah butiran air 
matamu adalah catatan
bukti nanti di akhirat yang dicatat Allah sebagai 
bukti ukhuwah kalian
kepada kami. Doa-doa kalian dan dana kalian telah 
kami rasakan
manfaatnya.

Oh, iya hari semakin larut, 
sebentar lagi adalah
giliran saya Untuk menjaga kantor, tugasku untuk 
menunggu jika ada
telepon dan fax yang masuk Insya Allah, nanti saya 
ingin sambung dengan
surat yang lain lagi Salam untuk semua 
pejuang-pejuang islam di
Indonesia.

Akhhuka...Abdullah ( 
Gaza City ..1430 H)

(Shared By Catatan Catatan Islami 
Pages)



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke