Dwi Soegardi---------------------Bismilahirrahmanirrahiim

Wrote;Apa sudah diuji para dosen McGill, Harvard, Duke, UCLA atau Leiden?
===================================
Sdr Dwi....Pengujinya sudah diberikan oleh ALLAH swt...yaitu
Al quran....dan kitab2 ALLAH lain2nya...itu pegangan sebagai
seorang muslim yang BERTAUHID....benar2 beriman kpd ALLAH yang Esa
atau kpd kitab2 ALLAH..

Guru2 itu boleh di ambil sebagai perbandingan saja...
Mereka juga bisa salah dlm memahami al quran...
Sebagai contoh saja, Ibnu Katsir yg di agungkan oleh
ulama2 Wahabi-salfy--taliban berbeda dgn ahli tafsir Indonesia
Prof DR Quraish shihab...dalam menafsirkan Jilbab...benar bukan?


Itu baru satu contoh saja Dwi....masih banyak lagi hal2 yg perlu
kita pelajari...Prof Dr Qurais Shihan juga belum tentu 100%
benar memahami al Quran...mungkin dr Diin Syamsudin.


Kesimpulan, tidak ada semua guru2 Agama walaupun tamatan saudi
Al azhar Mesir atau Iran dll....yang 100% benar..

oleh karena itu setiap kita wajib memepelajari hukum2 ALLAH
sudah pasti banyak belajar dari bermacam golongan2 dlm islam.

Yang jelas guru2 atau ahli Tafsir Ibnu katsir gagal membawa
umat Islam yg rahmatan lil'alamin...artinya sesat.

salam




--- In wanita-muslimah@yahoogroups.com, Dwi Soegardi <soega...@...> wrote:
>
> Memang belajar bisa ke mana saja,
> tetapi rinciannya Alatif ini SALAH SEMUA :-(
> 
> Pertama, bahasa Arab.
> Ente coba sono kuliah Islamic Studies di McGill, Duke, atau Leiden,
> literaturnya banyak berbahasa Arab, dan koleksinya lebih lengkap daripada
> Al-Azhar atau Kairo.
> 
> Kalau tujuan belajar ke Amrik, Kanada, atau Belanda supaya ngga perlu
> belajar bahasa Arab,
> mendingan belajar aja sama Alatif di milis ini :-(
> 
> Beberapa kisah:
> - Din Syamsuddin ketika akan konsultasi dengan dosennya di UCLA,
> disuruh pulang dulu baca Al-Ahkam al-Sultaniyah
> (apa dia baca terjemahan bahasa Indonesia ya, kayak dulatif?)
> 
> - Teman saya di Duke Univ belajarnya "Islamic Medicine"
> yang dia baca dan bawa-bawa ke mana-mana itu
> "Tib al-Nabawi" dengan Arab gundul.  Itu textbooknya!
> (entah alatif ngga bakal mau/ngga bisa baca gituan)
> 
> - Dosen Belanda di Leiden suka mengoreksi bacaan mahasiswanya
> yang banyak santri-santri Indonesia dari pesantren.
> (alatif sih mana peduli baca kitab kuning)
> 
> tapi ngomong-ngomong Anda menganjurkan belajar agama itu
> referensinya cuma al-Quran dan Bible kan.
> ngapain jauh-jauh, wong sudah ada terjemahannya semua di toko buku ...
> 
> lha Anda saja bisa belajar sendiri,
> dan menulis "Creative Study"
> Apa sudah diuji para dosen McGill, Harvard, Duke, UCLA atau Leiden?
> 
> 
> 
> 
> 2010/6/11 abdul <latifabdul...@...>
> 
> >
> >
> > Bismilahirrahmanirrahiim.
> >
> > Kenapa tidak perlu lagi belajar agama kenegeri2 Saudi,Jordan dll.
> >
> > Ada 2 alasan utama;
> >
> > 1. Dari pengamatan saya, untuk mempelajari agama islam itu tidak perlu lagi
> > ==harus== belajar bhs Arab seperti 50 tahun yg lalu. Sekarang Al quran itu
> > sudah di terjemahkan kpd hampir semua bahasa do dunia ini oleh para ahli2
> > bahasa.
> >
> > Untuk mempelajari bhs Arab, tidak cukup waktu 5 tahun, agar bisa
> > menterjemahkan bhs Al Quran kpd bhs Indonesia dgn sempurna memerlukan waktu
> > 10 tahun lebih..Cara begini hanya membuang waktu,uang energy saja, dan tidak
> > efesen sama sekali.
> >
> > Belum tentu orang2 yang pintar bhs Arab akan lebih pintar atau lebih
> > sempurna memahami al quran dari pada orang2 yg memepalajari agama islam dgn
> > bhs ibunya atau bhs International..
> >
> > 2.Dari pengamatan saya, pemuda2 yg belajar agama dari Saudi aatu Arab
> > mempunyai ciri2 tersendiri karena pengaruh budaya Arab yg keras serta
> > ulama2 atau gurunya2 yang berwatak keras dan kasar.(maaf orang2 yg serting
> > makan daging kambing,suka marah..)yaitu;
> >
> > ----pemahaman islam yang fundamentalis, fanatik dan keras wataknya
> >
> > (tidak lembut dan santun kpd orang2 sekelilingnya apa lagi kalau berbeda
> > pendapat dgn mereka2)
> >
> > ----pemahaman islam yang dibawa oleh mereka(tidak semua) adalah ajaran2
> > islam kuno,sempit dan jauh dari kemajuan ekonomi dan technology. Serperi
> > kita lihat masarakat ==taliban afganistan=
> >
> > ----Oppressor atau penindas kpd golongan2 islam minoritas...tanpa
> > kenal kasih sayang.
> >
> > Bandingkan paca Islamic sholarship yang belajar di Eropah dan Amerika
> > pada umumnya mereka lebih dewasa berpikir dan toleransi dengan bermacam
> > perbedaan dlm memahami al Quran..
> >
> > Jadi pemahaman islam di Barat dan Amerika lebih berkembang dan modren
> > dari pada pemahaman islam dari saudi atau Arab.
> >
> > Ada sebuah hadits;
> >
> > Bahwa islam akan bercahaya kembali di Barat / Amerika.
> >
> > Saya yakin sekali pada suatu waktu Islam Barat akan memberikan cahayanya
> > kepada dunia2 Arab atau Asia.....dimana negara2 Arab dab Asia dalam
> > kegelapan memahami Islam karena tertipu dgn hadits2 dan kitab2 sejarah para
> > sahabat..Mereka akan susah keluar dari lobang kesesatan itu,karena mereka
> > tidak sadar dan tidak mau keluar dari lobang yang telah merangkap mereka
> > berpuluh puluh tahun.
> >
> > Salam
> >
> >  
> >
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke