Pantulan:
Ada tiga hal yang akan dikemukakan mengenai zina ini. 
Pertama, menurut pasal 284 KUHP, yang diancam pidana paling lama 9 bulan hanya 
yang bermukah (overspel = keliwat main), yaitu laki-laki ataupun perempuan yang 
telah kawin yang melakukan zina (ayat 1), hanya delik aduan artinya tidak 
dilakukan penuntutan melainkan atas pengaduan suami ataupun isteri yang 
tercemar (ayat 2), pengaduan dapat ditarik kembali selama pemeriksaan dalam 
sidang pengadilan belum dimulai (ayat 4). 

Pasal 284 tersebut harus diganti dengan undang-undang yang lebih efektif untuk 
mencegah perzinaan (pelacuran, hubungan seks secara liar). Betapa tidak! 
Sanksinya hanya maksimum 9 bulan, yang dapat dituntut hanya yang bermukah, 
hanya delik aduan, dan pengaduan dapat ditarik kembali. 

Undang-undang pengganti pasal 284 KUHP tersebut, harus melarang perzinaan, baik 
yang masih belum kawin, ataupun lebih-lebih lagi yang sudah kawin, bukan delik 
aduan, siapa saja yang mengadukan kepada yang berwajib harus dilakukan 
penuntutan, pengaduan tidak boleh ditarik kembali. Fasal itu juga harus 
menegaskan tanpa pengaduan polisi wajib menangkap pelaku dan yang memberi 
kesempatan berzina, tegasnya berzina dan yang memberikan fasilitas untuk 
berzina adalah tindak pidana (kejahatan). Seperti telah dikatakan, bukan pezina 
saja yang mesti dituntut, akan tetapi orang ataupun badan usaha yang berbisnis 
seks harus pula mendapat sanksi hukum yang sama dengan pezina. Sanksi hukum ada 
batas bawah dan batas atas, batas bawah bagi bujangan sedangkan batas atas bagi 
yang telah diikat tali perkawinan dan pelaku bisnis seks. Sanksi hukum harus 
berat, hidung belang bujangan dan pelacur yang belum bersuami dicambuk 100 
kali, serta muncikari dan pengusaha bisnis seks selain dicambuk 100 kali 
ditambah pula dengan sanksi hukuman penjara minimal 10 tahun. Hidung belang 
yang telah diikat tali perkawinan serta pelacur yang bersuami dirajam, untuk 
penggentar bagi yang akan coba-coba berani melakukannya. Sebab ingat, HIV virus 
penyebab Aids yang berbahaya tersebut 97% merambat / berjangkit dari orang ke 
orang melalui hubungan seksual secara liar, ganti-berganti pasangan.
http://waii-hmna.blogspot.com/1998/08/334-hivaids-dan-pasal-284-kuhp.html


----- Original Message ----- 
From: "sunny" <am...@tele2.se>
To: <Undisclosed-Recipient:;>
Sent: Sunday, June 13, 2010 17:16
Subject: [wanita-muslimah] Polisi Belum Jerat Pasal Perzinahan Ke Aril-Luna
Refleksi : Kelihatan POLRI sangat ahli dalam bidang porno, zina, agama tidak 
benar, maka oleh karena itu setiap orang yang melakukan kebutuhan biologis 
berdzarkan suka-sama- suka cepat dijerat hukm.

http://www.lampungpost.com/aktual/berita.php?id=18191

      Minggu, 13 Juni 2010 
     

      HUKUM-KRIMINAL
     
     
     
     

Polisi Belum Jerat Pasal Perzinahan Ke Aril-Luna


      JAKARTA (LampostOnline): Mabes Polri menyatakan ada kemungkinan sanksi 
pidana dikenakan kepada Ariel dan Luna Maya atas perekaman adegan mesum 
keduanya yang kini menyebar ke publik. Namun, polisi belum akan menerapkan 
saksi pidana tersebut.

      "Kita harus mengacu kepada perundang-undangan yang terkait," kata 
Kabareskrim Komjen Pol Ito Sumardi, kepada detikcom, Minggu (13-6).

      Selain itu, Ito mengimbau semua pihak untuk mengedepankan asas praduga 
tidak bersalah dalam kasus dua selebritis Indonesia papan atas itu. "Kedepankan 
praduga tak bersalah," lanjut Ito.

      Sebelumnya, Ariel dan Luma Maya telah menjalani pemeriksaan awal di Mabes 
Polri pada Jumat (11-6) yang lalu. Sementara Cut Tari, artis yang diduga 
menjadi lawan main Ariel dalam video serupa lainnya, belum diperiksa.

      Wakadiv Humas Polri Brigjen Zainuri Lubis menegaskan, terlalu cepat 
menganggap Ariel dan Luna sebagai korban. Masih ada kemungkinan sanksi pidana 
dikenakan, misalnya dengan pasal 4 UU Pornografi dan UU ITE pasal 27, serta 
pasal 128 KUHP tentang perzinahan.

      "Patut diduga kalau orang dewasa berbuat demikian. Kalau disimpan kan 
tidak jadi masalah, tapi kalau ketahuan orang kan asusila," tegasnya. DTC/L-1

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke