Dwi Soegardi---------------Bismilahirrahmanirahiim

Bukankah saya sudah postkan sifat2 manusia, fitrah manusia itu
seperti manusia2 di hutan2 yg tidak berilmu...seperti binatang
adalah mempunayi sifat2; seperti anak2....

----suka berkelahi..
----kalau di hina orang tuanya, nabinya, agamanya, di memukul..
----suka berkata kata buruk,kasar, dan kotor kpd orang lain.
----suka member nama buruk2 kpd teman2nya...

Lihat oleh DWI sifat anak2...sampai umur 15 tahun, jelas sekali itu
Kalau sudah dewasa, ingin melakukan zina, menipu, dan berkuasa

Jadi orang2 yg mengaku banyak ilmu, mengaku menegakan Syariat islam
dsb dsb, tapi kalau kata kata yang keluar dari mulutnya kotor....
dia adalah ==PEMBOHONG BESAR==  sesungguhnya dialah domba berbulu
musang......

Rasul bernasehat;

Orang2 yang menyebut saudara2nya kafir( musang, munafik,dll)
sesungguhnya dialah yang sesungguhnya.

Itulah naseahat Rasul...yg perlu kita pahami.

Saya sementara tidak mempostkan artikel2 saya dulu...

salam



--- In wanita-muslimah@yahoogroups.com, Dwi Soegardi <soega...@...> wrote:
>
> HMNA:
> 
> > Aminah Wadud ini termasuk di antara sosok orang-orang yang merusak Islam 
> > dari dalam, musang berbulu ayam. Dan sosok-sosok seperti ini tentunya 
> > menjadi sasaran empuk yang dimanfaatkan oleh mereka yang tidak suka pada 
> > islam. Kerjasama antara musang dari luar dengan musang berbulu ayam dari 
> > dalam ini akan terjalin hingga Allah menurunkan keputusanNya, baik melalui 
> > tangan makhlukNya atau atas kehendakNya sendiri. Maka ummat Islam 
> > berhati-hatilah terhadap aktivitas musang berbulu ayam ini yang 
> > berkecimpung menyelam di kawasan bersifat ukhrawi untuk tujuan duniawi, 
> > terkhusus dalam egalite (persamaan) gender yang kebablasan. WaLlahu a'lamu 
> > bisshawab.
> > --
> 
> 
> Saya tidak mengerti, apakah karena usia Anda, pengalaman dan ilmu
> didapat bertahun-tahun,
> memberikan hak kepada Anda untuk melabeli dengan julukan2 musang, dan
> julukan2 buruk lainnya.
> Saya sama sekali tidak paham apa mudaratnya seorang Aminah Wadud.
> Dia muslimah aktivis, pengajar, dan juga berjilbab.
> Kalau toh tidak sependapat dengan posisinya (dan orang-orang lain yang
> sepaham dengannya)
> kenapa tidak didiskusikan dengan semestinya?
> 
> Terus terang saya belum pernah ikutan imam perempuan,
> (belum ada kesempatan dan belum memutuskan posisi)
> walaupun kalau kriteria imam adalah fasih bacaan al-Quran dan pengetahuannya,
> maka ibu saya dan istri saya adalah yang bakal pertama-tama saya makmumi.
> 
> abdul latif:
> > Semoga WM mengetahui. Kami di Amerika dan Eropah, imam wanita
> > boleh2 saja asal mempunyai ilmu..
> 
> Di mana? Masjid mana? WM ingin tahu!
> Selama ini salat dengan imam perempuan itu semacam perhelatan "show-biz."
> Di New York tahun 2005, apakah itu berlangsung mingguan. Tentu tidak.
> Di Oxford kali ini, ya sekali ini ....
> Di Toronto, sekali dua kali.
> Sebagai gebrakan tentu saja ada gaungnya,
> tetapi kalau hanya itu ya akan berlalu dengan sendirinya
> (herannya tanggapan HMNA dan lain-lain reaktif sekali?)
> 
> Pendapat pribadi saya yang "asal-asalan" (bukan asal punya ilmu)
> selama khazanah keilmuan Islam (ushul fiqh, mazhahib, dll) masih
> dibangun di atas
> fondasi paternalistik, masih sulit soal imam perempuan ini diterima.
> Masak "haram" karena
> - makmum laki-laki ngga konsen kalo imamnya perempuan
> (apesnya makmumnya pada "ngeres")
> 
> Makanya tidak hanya sisi "show-biz"nya,
> aktivis-aktivis seperti Aminah Wadud, Raheel Raza, Kecia Ali,
> dan jangan lupa Musdah Mulia,
> juga aktif menulis.
> Kita tunggu munculnya mazhab pro-perempuan.
> Mudah-mudahan HMNA masih sehat wal afiat untuk menyambutnya
> (sparring partner senantiasa diperlukan).
> 
> salam,
> 
> 
> 2010/6/13 H. M. Nur Abdurahman <mnur.abdurrah...@...>
> >
> >
> >
> > Lebih 5 tahun yang lalu, pada hari Jum'at, 18 Maret 2005 sekelompok yang 
> > mengaku Muslim dan Muslimah Amerika sekitar 90 orang melakukan ibadah 
> > Jum'at, yang menjadi khatib merangkap imam adalah perempuan. Boleh jadi 
> > dul-dul jabrut ikut juga menjadi makmum?
> >
> > HMNA
> >
> > http://waii-hmna.blogspot.com/2005/03/669-ukhrawi-untuk-duniawi.html
> >
> > Dalam ibadah yang ritual berlaku qaidah: Semua tidak boleh kecuali yang 
> > diperintahkan dan dicontohkan oleh Nash. Pada waktu Rasulullah SAW sakit 
> > tidak menyerahkan pimpinan shalat itu misalnya kepada Fatimah RA, atau 
> > Aisyah. Bahkan RasuluLlah SAW waktu sakit itu terlambat masuk masjid ikut 
> > shalat dan membiarkan Abubakar RA mengimami beliau. Perintah Nabi SAW 
> > kepada Ummu Waraqah, itu dirampatkan (generalized) oleh Aminah Wadud meluas 
> > keluar rumah dan shalat wajib biasa dirampatkan meningkat ke shalat Jum'at. 
> > Budak laki-laki yang dikebiri(*) sebagai mu'adzinnya dirampatkan melebar 
> > kepada laki-laki yang potensial. Siapakah yang menjadi pengganti Nabi SAW 
> > yang menunjuk doktor filosofi ini menjadi imam? Kemudian imam itu 
> > dirampatkan pula melebar ke khatib! Inilah dia doktor yang berilmu 
> > asal-asalan. Firman Allah:
> > -- TSM J'ALNK 'ALY SYRY'AT MN ALAMR FATB'AHA WLA TTB'A AHWA^ ALDZYN LA 
> > Y'ALMWN (S. ALJATSYT, 18), dibaca: tsumma ja'alna-ka 'ala- syari-'atim 
> > minal amri fattabi'ha- wala- tattabi' ahwa-al ladzi-na la- ya'lamu-n (s. 
> > alja-tsiyah), artinya:
> > -- kemudian Kami jadikan engkau (hai Muhammad) atas syari'at di antara 
> > urusan, maka ikutilah syari'at itu dan janganlah engkau turut hawa-nafsu 
> > orang-orang yang tidak berilmu (45:18).
> >
> > Aminah Wadud ini termasuk di antara sosok orang-orang yang merusak Islam 
> > dari dalam, musang berbulu ayam. Dan sosok-sosok seperti ini tentunya 
> > menjadi sasaran empuk yang dimanfaatkan oleh mereka yang tidak suka pada 
> > islam. Kerjasama antara musang dari luar dengan musang berbulu ayam dari 
> > dalam ini akan terjalin hingga Allah menurunkan keputusanNya, baik melalui 
> > tangan makhlukNya atau atas kehendakNya sendiri. Maka ummat Islam 
> > berhati-hatilah terhadap aktivitas musang berbulu ayam ini yang 
> > berkecimpung menyelam di kawasan bersifat ukhrawi untuk tujuan duniawi, 
> > terkhusus dalam egalite (persamaan) gender yang kebablasan. WaLlahu a'lamu 
> > bisshawab.
> > -----------------------------
> > (*)
> > Budak laki-laki yang dikebiri ini adalah syaikh 'ajûz (lelaki tua renta), 
> > tidak berarti lelaki itu juga menjadi makmum Ummu Waraqah.
> > o Pertama, harus dipahami bahwa justru karena ada hadits yang melarang 
> > perempuan menjadi mu'adzin, maka syaikh 'ajûz tadilah yang kemudian menjadi 
> > mu'adzin.
> > o Kedua, tidak adanya riwayat yang mendukung bahwa lelaki tadi juga menjadi 
> > makmum Ummu Waraqah, sebaliknya hadits Nabi justru menyatakan: wa adzina 
> > lahâ an taumma nisâ'a ahli dârihâ, bahwa izin imamah shalat bagi Ummu 
> > Waraqah tersebut hanya diberikan untuk mengimami kaum perempuannya, 
> > sementara terhadap kaum prianya tidak.
> >
> > ----- Original Message -----
> > From: "sunny" <am...@...>
> > To: <Undisclosed-Recipient:;>
> > Sent: Sunday, June 13, 2010 15:29
> > Subject: [wanita-muslimah] Pandangan MUI tentang Perempuan Mengimami Shalat 
> > Jumat
> >
> > http://www.republika.co.id/berita/ensiklopedia-islam/fatwa/10/06/13/119644-pandangan-mui-tentang-perempuan-mengimami-shalat-jumat
> >
> > Pandangan MUI tentang Perempuan Mengimami Shalat Jumat
> >
> > Ahad, 13 Juni 2010, 12:42 WIB
> > REPUBLIKA.CO.ID, REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Majelis Ulama Indonesia (MUI) 
> > mengatakan perempuan tidak diperbolehkan menjadi Imam shalat Jumat. Menurut 
> > MUI, ijma' yang dilakukan para ulama di dunia memutuskan perempuan tidak 
> > boleh menjadi imam shalat Jumat. "Itu sudah jelas, tidak boleh perempuan 
> > menjadi imam," ujar Ketua Fatwa MUI, Ma'ruf Amin kepada Republika, akhir 
> > pekan lalu.
> >
> > Ma'ruf menilai dengan kondisi apapun termasuk tiadanya laki-laki yang bisa 
> > menjadi Imam shalat Jum'at, perempuan tidak boleh menggantikan laki-laki 
> > menjadi Imam. Ia menegaskan kembali bahwa hukumnya sudah jelas, meski dalam 
> > Alquran tidak terdapat aturan khusus soal perempuan menjadi Imam Shalat 
> > Jumat.
> >
> > "Dalam hadis, Nabi mengajarkan perempuan tidak diperbolehkan memimpin 
> > shalat Jumat," tegasnya. Ia menyebut, perempuan yang memimpin shalat Jumat 
> > akan menimbulkan fitnah. Fitnah ini yang dinilainya berbahaya bagi 
> > kemaslahatan umat. Karena itu, ia meminta umat Islam untuk berhati-hati 
> > menyikapi hal ini. Kata dia, seandainya sebagian masyarakat ada yang merasa 
> > ragu atau bertanya-tanya soal itu bisa mendiskusikan itu dengan ulama. 
> > "Sekali pun perempuan memiliki pengetahuan agama yang cukup bukan berarti 
> > bisa menggantikan laki-laki sebagai imam kecuali memimpin shalat yang 
> > makmumnya juga wanita," tegasnya.
> >
> > Seperti diberitakan sebelumnya, penulis buku asal Kanada, Raheel Reza 
> > mengimami Shalat Jumat di Oxfor, Inggris. Tak hanya sebatas mengimami, Reza 
> > juga menyampaikan khutbah Jumat dan memimpin pembacaan syhadat kepada 
> > mualaf. Reza datang ke Oxford atas undangan Dr Taj Hargey, tokoh pendukung 
> > Islam liberal yang mendukung diizinkannya perempuan untuk menjadi imam.
> >
> > Berita terkait
> > a.. Mengenang Kembali Kontroversi Imam Perempuan (2-habis)
> > b.. Mereka yang Kesandung Skandal Porno (1)
> > c.. Rahasia di Balik Matematika Shalat
> > d.. Perempuan Jadi Imam Termasuk Bid'ah Munkarah
> > e.. Perempuan Boleh Jadi Imam, Tapi dengan Syarat
> >
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
> >
>


Kirim email ke