Lihatlah bagaimana tauhid pak abdul, seperti dokrin dalam Kristen bahwa
manusia dilahirkan dalam keadaan berdosa, oleh sebab itu yesus menjadi
tebusan dan menyucikan mereka.

Yesus rela untuk disalib, inilah dokrin penuh dengan kepalsuan, tapi aneh
saudara Abdul membenarkan ini

Bahwa manusia dilahirkan dlam keadaan berdosa, zina menurut imam adz dzahaby
merupakan dosa besar (al-kabair) dalam urutan ke 10.

Bahwa manusia dilahirkan dalam keadaan suci, orang tuanya yang  menjadikan
dia majusi, nasrani dan yahudi

Sungguh sangat bertentangan al-qur`an dan sunnah, jika mengatkan perkataan
yang dibwah ini

 

0000Pak abdul berkta

Dalam Taurat dan Al quran di jelaskan sifat2 manusia asli
itu sebagai berikut;Gal. 5:19 .(QS.75:5).

Sifat2 manusia asli ,atau fitrah,atau alam terlihat di anak2--sifat
anak2.-masarakat anak2.

1. tidak sabar
2 suka ingkar atau menentang.
3. suka bermusuhan,berkelahi, bertengkar
4. tidak bersih,suka yang kotor2.
5. suka berkata buruk2 dan kotor,menyakit orang lain.
6. kikir atau tamak..iri hati, cemburu, egois

7.suka marah, dan benci (hatred

Setelah sedikit dewasa anak2 itu suka;
7. iri hati, cemburu, egois
9..suka bebuat maksiat

10. Suka berzina.

11.suka mabuk mabuk

12.suka membunuh dgn kejam.

13.Syirik, suka menyembah selain ALLAH

Orang2 yang suka melakukan perbuatan2 tersebut diatas, adalah masarakat
anak2,

tidak berilmu atau masarakat manusia hutan atau manusia primitif.

Mereka tidak akan masyuk syurga ALLAH,baik di dunia,maupun di
syurga akirat.

Those who pratice such things will not enter paradice.
Gal.5:19-21.

Salah satu sifat ASLI manusia itu adalah suka menyembah
benda2 ,matahari, bulan dan dll. yang di sebut "SYIRIK.'
Yaitu menyembah banyak TUHAN.

DENGAN KASIH SAYANG ALLAH KPD MANUSIA,ALLAH MENURUNKAN
KITAB2NYA LEWAT RASUL2NYA UTK MENYAMPAIKAN PERATURAN2
ALLAH BAGaIMANA CARA HIDUP YANG BENAR DAN BAIK.DAN SIAPA
YANG HARUS DI SEMABH ITU.000

 

Wahai pak abdul sebnarnya engkau arahkan kemana pedangmu (lisan dan
pemikiran)

Siapa yang menjadi kawan maupun lawan, ajaran islam engkau campur dengan
dokrin Kristen yang salah dan sesat

Usiamu hanya sebentar, bertobatlah

Di antara sebab-sebab seseorang mendapatkan hidayah adalah:

1. Bertauhid

Seseorang yang menginginkan hidayah Allah, maka ia harus terhindar dari
kesyirikan, karena Allah tidaklah memberi hidayah kepada orang yang berbuat
syirik. Allah berfirman yang artinya: "Orang-orang yang beriman dan tidak
mencampuradukkan iman mereka dengan kesyirikan, mereka itulah yang mendapat
keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk." (QS.
Al-an'am: 82).

2. Taubat kepada Allah

Allah tidak akan memberi hidayah kepada orang yang tidak bertaubat dari
kemaksiatan, bagaimana mungkin Allah memberi hidayah kepada seseorang
sedangkan ia tidak bertaubat? Allah berfirman yang artinya "Sesungguhnya
Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan menunjuki orang-orang yang
bertaubat kepada-Nya". (QS. Ar-Ra'd: 27).

3. Belajar agama

Tanpa ilmu (agama), seseorang tidak mungkin akan mendapatkan hidayah Allah.
Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda yang artinya "Jika Allah
menginginkan kebaikan (petunjuk) kepada seorang hamba, maka Allah akan
memahamkannya agama". (HR Bukhori)

4. Mengerjakan apa yang diperintahkan dan menjauhi hal yang dilarang

Kemaksiatan adalah sebab seseorang dijauhkan dari hidayah. Allah berfirman
yang artinya "Dan sesungguhnya kalau mereka melaksanakan pelajaran yang
diberikan kepada mereka, tentulah hal yang demikian itu lebih baik bagi
mereka dan lebih menguatkan (iman mereka), dan kalau demikian, pasti Kami
berikan kepada mereka pahala yang besar dari sisi Kami, dan pasti Kami
tunjuki mereka kepada jalan yang lurus." (An-nisa: 66-68).

5. Membaca Al-qur'an, memahaminya mentadaburinya dan mengamalkannya

Allah berfirman yang artinya "Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk
kepada (jalan) yang lebih lurus". (QS. Al-Isra:9).

6. Berpegang teguh kepada agama Allah

Allah berfirman yang artinya "Barangsiapa yang berpegang teguh kepada
(agama) Allah, maka sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang
lurus." (QS. Ali-Imron:101).

7. Mengerjakan sholat

Di antara penyebab yang paling besar seseorang mendapatkan hidayah Allah
adalah orang yang senantiasa menjaga sholatnya, Allah berfirman pada surat
al-baqoroh yang artinya "Aliif laam miim, Kitab (Al Quran) ini tidak ada
keraguan padanya dan merupakan petunjuk bagi mereka yang bertaqwa."

Siapa mereka itu, dilanjutkan pada ayat setelahnya "yaitu mereka yang
beriman kepada hal yang ghoib, mendirikan sholat dan menafkahkah sebagian
rizki yang diberikan kepadanya" (QS. Al-baqoroh:3).

8. Berkumpul dengan orang-orang sholeh

Allah berfirman yang artinya "Katakanlah: "Apakah kita akan menyeru selain
daripada Allah, sesuatu yang tidak dapat mendatangkan kemanfaatan kepada
kita dan tidak (pula) mendatangkan kemudharatan kepada kita dan (apakah)
kita akan kembali ke belakang, sesudah Allah memberi petunjuk kepada kita,
seperti orang yang telah disesatkan oleh syaitan di pesawangan yang
menakutkan; dalam keadaan bingung, dia mempunyai kawan-kawan yang
memanggilnya kepada jalan yang lurus (dengan mengatakan): "Marilah ikuti
kami." Katakanlah:"Sesungguhnya petunjuk Allah itulah (yang sebenarnya)
petunjuk; dan kita disuruh agar menyerahkan diri kepada Tuhan semesta alam."
(QS. Al-An'am:72).

Ibnu katsir menafsiri ayat ini, "Ayat ini adalah permisalan yang Allah
berikan kepada teman yang sholeh yang menyeru kepada hidayah Allah dan teman
yang jelek yang menyeru kepada kesesatan, barangsiapa yang mengikuti
hidayah, maka ia bersama teman-teman yang sholeh, dan barang siapa yang
mengikuti kesesatan, maka ia bersama teman-teman yang jelek. "

Dengan mengetahui hal tersebut, marilah kita berupaya untuk mengerjakannya
dan mengajak orang lain untuk melakukan sebab-sebab ini, semoga dengan jerih
payah dan usaha kita dalam menjalankannya dan mendakwahkannya menjadi sebab
kita mendapatkan hidayah Allah. Syaikh Abdullah Al-bukhori mengatakan dalam
khutbah jum'atnya "Semakin seorang meningkatkan ketaqwaannya kepada Allah,
niscaya bertambah hidayah padanya. Seorang hamba akan senantiasa ditambah
hidayahnya selama dia senantiasa menambah ketaqwaannya. Semakin dia
bertaqwa, maka semakin bertambahlah hidayahnya, sebaliknya semakin ia
mendapat hidayah/petunjuk, dia semakin menambah ketaqwaannya. Sehingga dia
senantiasa ditambah hidayahnya selama ia menambah ketaqwaannya."

Semoga Allah senantiasa memberikan hidayah kepada kita dan orang-orang yang
ada disekeliling kita, aamiin. Washallallahu `ala nabiyyina Muhammad wa `ala
alihi washahbihi ajma'in.

 



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke