ironis juga sih, FPI ini kurang dibekali dengan life skill yang cukup
yang bisa bikin mereka bisa cari makan dengan jalan yang "halal",
bertani kek, bercocok tanam, miara kambing etc
bukannya cuman jadi centeng, penjaga keamanan, sambil ke sana kemari
petentang petenteng menyatroni tempat-tempat yang mereka anggap
maksiat
tapi ujung2-nya minta uang keamanan
di sisi lain, ada juga yang memanfaatkan FPI buat kepentingan mereka
sendiri secara politis
makanya gak heran, adiguna sutowo udah nembak orang sampai mati bisa
dibelain sama FPI

mending kayak santri siap guna Aa Gym, diajarin life skill
gimana cara bercocok tanam, miara kambing dan ikan, hasilnya
bermanfaat secara ekonomis
bisa dijualin, mereka bisa mandiri secara ekonomi
bikin kegiatan-kegiatan bantu-bantu korban bencana alam
rasanya kalau kayak gini banyak yang simpati kepada pergerakan2 islam,
ketimbang cuman nyatronin tempat2 maksiat

saya pikir, kalau ekonomi ummat udah bagus
gak usah disatronin, orang bakal lebih memilih untuk berusaha secara
halal ketimbang berusaha secara haram
ketidakadilan dan ketimpangan di masyarakat, di mana kebaikan tidak
disupport oleh masyarakat dan malah membatasi akses-akses ekonomi
masyarakat secara mandiri
membuat masyarakat malah kucing2-an
ditambah lagi ada "pendekar-pendekar" yang merasa berhak untuk
mengambil uang keamanan atas usaha2 masyarakat mandiri

salam,
--
Wikan

2010/6/14 Ari Condro <masar...@gmail.com>:
> kayaknya ada deh yang pengajian sambil arisan panci, jualan mukenah cantik,
> semua dilakukan di dalam mesjid, hehehe ....  ^^  kapan di jemput FPI ?

Kirim email ke