100615


Menyikapi kedengkian.



Bismi l-lahi r-rahmani r-rahiem.

Dalam era globalisasi saat ini, yang nyatanya masyarakat umum lebih dikuasai 
oleh dorongan duniawi, adanya persaingan merupakan hal yang sehari-hari kita 
jumpai. Jika suatu "persaingan" didasarkan pada akhlaq yang benar maka 
persaingan itu akan lebih bernuansa berlomba dalam berbuat kebajikan "fa 
'stabiqu 'l-khairat", masing-masing berusaha menampilkan karyanya yang terbaik, 
bahkan saling memacu dan membantu dengan tolong menolong dalam kebaikan. 
Sayangnya persaingan global yang berkembang masih lebih diwarnai oleh nafsu 
menguasai dunia, sehingga banyak orang cenderung untuk berpegang pada semboyan 
"tujuan menghalalkan cara", sehingga tidak sedikit juga orang yang melangkah 
dengan warna hasad (dengki). Orang dengan sifat itu ingin bahwa pesaingnya 
tidak sukses, ataupun bahkan ia ingin keberhasilan yang telah dicapai 
pesaingnya itu sirna.   

Orang yang pendengki selalu berusaha untuk menghilangkan nikmat yang diterima 
orang yang didengkinya itu. Mereka ini akan menggunakan berbagai macam catra, 
tipuan, ataupun juga perangkap untuk mencelakakan orang yang didengkinya itu. 
Cara-caranya itu tidak mudah untuk dikenali, bahkan seringkali korban baru 
sadar ketika sudah jatuh. Di sinilah selain kita meningkatkan kemampuan diri, 
kita perlu menyadari kelemahan kita, sehinggga kita perlu banyak berlindung ke 
Penguasa dan Pengatur seluruh alam, sebagaimana diajarkan oleh Allah dalam 
firmanNya dalam surat al-Falaq [113]:

" ---AKU BERLINDUNG DENGAN TUHAN DARI CUACA SUBUH, DARI KEJAHATAN APA-APA YANG 
TELAH DIA CIPTAKAN .... DAN DARI KEJAHATAN ORANG YANG DENGKI BILA IA MELAKUKAN 
KEDENGKIAN"        

Semoga Allah melindungi kita sekalian sehingga kita dapat melaksanakan tugas 
atau amanah yang kita terima. Semoga Allah menyadarkan mereka yang suka 
mendengki itu dan memberi mereka kesempatan untuk bertaubat.

Wa l-Lahu a'lamu bi sh-shawwab 





SAW. = shalla 'l-Lahu 'alaihi wa sallam (Semoga shalawat Allah dan salamNya 
terlimpahkan pada Rasulullah Muhammad).

SWT. = subhanahu wa ta-'ala (Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi kedudukanNya).




*** Kutipan ayat-ayat dapat diperoleh dari penelusuran menggunakan software 
sederhana: "Indeks Terjemah Qur'an".

========================================





Assalamu 'alaikum wr. wb.



Semoga sedikit uraian di atas bermanfaat.

Sebarkanlah pelita hikmah ini dengan forward langsung ataupun dengan mengajak 
bergabung <JOIN>  di URL http://groups.yahoo.com/group/pelita-hikmah ataupun 
dengan cara mengirim e-mail ke pelita-hikmah-subscr...@yahoogroups.com 
Jika Anda punya ataupun ingin kajian masalah tertentu untuk pegangan hidup 
silakan hubungi saya. 

Wassalam,
dr. H.R.M. Tauhid-al-Amien, MSc., DipHPEd., AIF.
                                    e-mail: tauhi...@gmail.com

Jalan Kendangsari Lebar 48 Surabaya    INDONESIA    60292 
Telp. (031)-841-7486, 081-652-7486 





=====================
Dana aktivita/dakwah? Bergabunglah dalam http://www.asiakita.com/Pandu-HW
Untuk yang serius berbisnis, kunjungi http://www.esyariah.com/?id=tauhidhw. 



Kirim email ke