----- Original Message ----- 
From: "Ari Condro" <masar...@gmail.com>
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
Sent: Wednesday, June 16, 2010 13:38
Subject: Re: Ralat sedikit <= Re: [wanita-muslimah] Ariel sang vokalis grup 
band Peterpan akhirnya mengaku

itu syekh puji yg berhubungan sex dengan anak di bawah umur (dgn memakai
tedeng aling aling pernikahan agama) lolos gitu aja dari jerat hukum.  malah
didukung kaum agamawan.
#############################################################################
HMNA:
Ini arcon bikin thread (meneruskan cerita) baru lagi ke syaikh Puji yang tidak 
ada hubungannay dengan update. Itu update saya kemukakan untuk membuktikan 
bahwa kasus mesum Ariel, Luna Maya dan Cut Tari itu sama sekali bukanlah ghibah 
(masdar dari ghaba, mnggunjing di belakang lempar batu sembunyi tangan)

Itu Syaikh Puji lolos dari pengadilan, karena yang disebut anak di bawah umur 
bagi perempuan yaitu yang belum haid. Itu yang dinikahi Syaikh puji sudah haid, 
jari bukan lagi anak di bawah umur.
##############################################################################



gimane nih .... :))

dulu istri eks peristiwa priok juga nikah dengan kyai terkenal, dan nikahnya
mut'ah (bahkan parahnya lagi, menikah tanpa saksi), juga lolos aja dari
jeratan sosial maupun hukum.
##################################################################
HMNA:
Itu dulu istri eks peristiwa priok nikah dengan kyai terkenal, dan nikahnya 
mut'ah  itu sumber beritanya dari mana? Tanpa menyebut sumber itu artinya 
membicarakan/menggunjing di belakang lempar batu sembunyi tangan, itu termasuk 
ghibah .
#####################################################################



2010/6/16 H. M. Nur Abdurahman <mnur.abdurrah...@yahoo.co.id>

=====
Update
=====

Hukum & 1001
Masalah Kemasyaratan
Kolom Harian Fajar
Rabu, 16 Juni 2010

Bukan Mirip, Tetapi Diduga Keras
Prof. Achmad Ali (*)
 
DI dalam kuliah semester awal mahasiswa baru Fakultas Hukum, telah diajarkan 
bahwa masyarakat ini tidak sekadar diatur oleh aturan hukum (the legal rules) 
saja, melainkan "dikeroyokin" oleh berbagai norma dan aturan lain termasuk 
norma moral, norma adat-istiadat, norma agama, norma kedisiplinan, norma etika, 
norma kesopanan, dan sebagainya. Oleh karena itu, kasus peredaran film porno 
yang "diduga keras" (jadi istilah yang digunakan Metro TV "mirip" artis, itu 
keliru, karena kalau mirip, berarti sudah pasti bukan Luna Maya, Ariel dan Cut 
Tari), diperankan oleh Luna Maya, Ariel dan Cut Tari. Istilah "diduga keras" 
saya gunakan sekadar supaya tidak dianggap melanggar asas praduga tak bersalah 
(the presumption of innocence), meskipun menurut sebagian besar pakar IT, 
sangat besar kemungkinan pemerannya memang Luna Maya, Ariel dan Cut Tari. Saya 
juga sudah menonton di internet 3 film porno itu, agar saya bisa lebih yakin 
berkomentar, dan menurut saya yang "gagap teknologi", film itu bukan rekayasa. 
Wallahu Alam.

Dari segi hukum pidana positif yang berlaku di Indonesia, dalam hal ini pasal 
284 KUH Pidana, sama sekali tidak mengancamkan sanksi pidana bagi pelaku 
"perzinaan", tetapi hanya mengancamkan pidana bagi pelaku "perselingkuhan". 
Jadi saya selalu membantah bahwa pasal 284 KHU Pidana adalah pasal tentang 
perzinaan, melainkan hanya pasal tentang perselingkuhan. Yang dapat dijerat 
dengan pasal itu, hanya jika salah satu atau kedua pelakunya sudah terikat 
dengan perkawinan yang sah dengan orang lain. Jadi, jika sepasang muda-mudi 
yang sudah berusia dewasa, dan keduanya masih bujang dan gadis yang belum 
beristri atau bersuami, maka persetubuhan yang mereka lakukan suka sama suka di 
luar perkawinan yang sah, di tempat yang tertutup, bukan di muka umum, yang 
dalam bahasa Indonesia maupun norma agama dan moral dikategorikan "perzinaan", 
tidak dapat dijerat dengan pasal 284 KUH Pidana itu. Pasal itu hanya mengatur 
tentang "overspel" (perselingkuhan). Dan itu karena KUH Pidana kita itu 100 
persen diadopsi dari wetboek van straft recht-nya Belanda, yang berangkat dari 
nilai-nilai moral Barat yang liberal dan individualis. Secara hukum, agar 
polisi dapat menjadikan Luna Maya, Ariel dan Cut Tari sebagai tersangka, maka 
selain harus dibuktikan bahwa pelaku dalam film porno itu adalah memang Luna 
Maya, Ariel dan Cut Tari, tentunya meminta keterangan ahli; maka juga
harus dibuktikan bahwa beredarnya ketiga film porno yang mereka lakonkan, 
adalah diketahui dan dikehendaki mereka. Jadi menurut saya, polisi tidak cukup 
mencari dan menangkap pengedarnya, tetapi juga berupaya maksimal membuktikan 
bahwa pelakunya memang Luna Maya, Ariel dan Cut Tari, meskipun tentu saja 
ketiganya bakal membantah.

Terlepas dari aspek hukum pidana, film porno yang "diduga keras" diperankan 
Luna Maya, Ariel dan Cut Tari, telah beredar sedemikian luas, baik di dunia 
maya (internet) maupun di ponselponsel remaja, yang duduk di SD, SMP dan SMA. 
Dari aspek moral, realitas ini tidak dapat dimaafkan. Pelaku dan pengedarnya 
sama bahayanya dengan pelaku teroris. Kehancuran moral generasi muda, dampak 
buruknya sama dengan peledakan bom oleh teroris.

Sangat tepat langkah Pemda Jatim, Pemda Bandung untuk memboikot kehadiran Luna 
Maya, Ariel dan Cut Tari. Ini bukan pelanggaran asas praduga tak bersalah, 
karena kita tidak bicara ranah hukum, melainkan ranah moral dan ranah agama. 
Sanksi sosial harus dijatuhkan kepada pelaku film porno itu. Asas praduga tak 
bersalah hanya berlaku dalam perkara pidana (baca: Black's Law Dictionary).
---------------------------------------------
(*)
Siapa Achmad Ali?
Baca berita di bawah

SUARA MERDEKA
KY Serahkan Enam Calon Hakim Agung ke DPR
* Achmad Ali Lolos Seleksi
JAKARTA - Komisi Yudisial (KY) secara resmi menyerahkan nama enam calon hakim 
agung kepada DPR untuk dilakukan fit and proper test. Nama-nama itu diserahkan 
Ketua KY Busyro Muqoddas kepada Ketua DPR , di Senayan Jakarta.
Mereka adalah Prof Dr Abdul Gani Abdullah, Prof Dr Achmad Ali, Bagus Sugiri SH, 
HM Hatta Ali, Prof Dr Komariah E Sapardjaja, dan Prof Dr Sanusi Husin. 
''Sesuai dengan Tata Tertib DPR, (nama-nama) ini akan dibacakan dalam rapat 
paripurna, 13 November mendatang. Lalu, DPR akan menindaklanjutinya sesuai 
dengan tatib, yakni membawanya ke Badan Musyawarah DPR,'' ungkap Ketua DPR  
ketika mengumumkan nama-nama tersebut.
Proses selanjutnya akan ditindaklanjuti oleh Komisi III DPR yang membawahi 
masalah hukum. Daftar nama calon hakim agung yang diterima DPR ini merupakan 
hasil seleksi KY. Mereka telah memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan 
perundang-undangan. 
''KY menyeleksi sembilan nama calon terpilih. Kemudian terjaring enam nama 
calon. Dari enam nama calon hakim agung itu, nantinya akan dipilih dua untuk 
mengisi kekosongan yang ada,'' tambah dia.
Sebelum memilih dua hakim agung, DPR akan mengajukan beberapa persyaratan, di 
antaranya kelengkapan administratif, termasuk fit and proper test (uji 
kelayakan dan kepatutan).

Transparan
Ketua KY Busyro Muqaddas berharap, Komisi III DPR bisa menerima keenam calon 
hakim agung yang diajukan KY. Dia meyakini, DPR tidak akan serta-merta menolak 
keenam calon tersebut. Sebab seleksi itu dilakukan secara akuntabel, 
transparan, dan profesional. 
''Nama-nama ini hasil seleksi KY yang diberi wewenang secara konstitusional. 
Kami sudah melakukannya secara transparan. Tentu, ada semacam penghargaan dari 
DPR terhadap apa yang telah kami lakukan,'' tuturnya. ''Nama-nama yang diajukan 
juga cukup representatif dan kapabel,'' tandas dia. 

Mengenai kemungkinan penolakan oleh Komisi III, dia mengatakan, akan sangat 
tergantung pada kemampuan para calon hakim agung dalam meyakinkan Komisi III. 
''Semua tergantung apa yang dijelaskan. Untuk fit and proper test, kami 
agendakan pada awal masa sidang nanti,'' ujarnya.

Kandidat Kuat
Di tempat terpisah, anggota KY yang juga tim panelis dalam wawancara akhir 
beberapa waktu lalu, Irawady Joenoes menilai, Dekan Universitas Hasanuddin 
(Unhas) Makassar Prof Dr Achmad Ali menjadi kandidat kuat untuk lolos tahap 
akhir fit and proper test. Dari sisi kecerdasan intelektual dan integritas 
moral, dia juga sangat memesona tim panelis. 
''Dia bisa memberikan jawaban dengan terobosan hukum yang kuat, saat ditanya 
masalah-masalah hukum,'' ujar dia di Jakarta kemarin.

Kandidat lain yang akan lolos adalah Komariah E Supardjaja dan Sanusi Husin. 
''Mereka memiliki integritas dan passing grade yang tinggi,'' tambah dia.
(H28,H27-49m) 

----- Original Message ----- 
From: "Dwi Soegardi" <soega...@gmail.com>
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
Sent: Sunday, June 13, 2010 09:00
Subject: Re: Ralat sedikit <= Re: [wanita-muslimah] Ariel sang vokalis grup 
band Peterpan akhirnya mengaku

Browsing ke group WM
groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
isinya cuma abdullatif sama HMNA 2/3nya
Ini dua orang mikir apa gitu? Kurang kerjaan apa menuh-menuhi milis :-(
(biasanya ditambah pula dengan sunny)

Abah, inga-inga
- kompasiana.com itu situs blog, Anda percaya blogger?
################################################################################
HMNA:
Tergantung blognya, bos. Kiranya cukup jika saya kemukakan Japri dari Ade 
Suerani  moderator dari milis Lautan Quran

***
----- Original Message ----- 
From: Ade Suerani 
To: mnur.abdurrah...@yahoo.co.id 
Sent: Saturday, February 20, 2010 23:36
Subject: Asalamualaikum

Assalamualaikum abah...
Semoga sehat selalu dan dalam perlindungan-Nya.
Abah, saya mengajak abah bergabung di blog kompasiana.
blog gratis dari kompas.
disana mulai ada diskusi soal liberal sekular.
hanya abah yang bisa mengcounter mereka
http://polhukam.kompasiana.com/2010/02/20/negara-berbasis-agama-atau-netral-agama/
http://polhukam.kompasiana.com/2010/02/17/syariat-jilbab-dan-mentalitas-tiran/

#############################################################################################


- yang dikutip oleh blogger tersebut adalah jpnn.com, bagian berita seleb,
di sana-sini penuh dengan kata kunci "katanya," "menurut kabar," "sumber
yang menolak disebut nama," ....
Jurnalisme model apa pula ini?
#########################################################################
HMNA:
"Sejauh ini belum ada indikasi yang menunjukkan, berbuat itu untuk 
disebarluaskan, itu untuk koleksi pribadinya," kata Komjen Pol Ito Sumardi.
Silakan tabayyun pada Komjen Pol Ito Sumardi kalau tidak percaya.
Apa bedanya dengan berita yang bukan dari kompasiana, melainkan dari TPM yang 
ini:
Ahmad Michdan dari Tim Pengacara Muslim (TPM) usai bertemu perwakilan Densus 88 
di Bareskrim Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jaksel menjelaskan, Densus 88 
mengatakan bahwa penangkapan tersebut tidak terkait dengan JAT. Padahal 
sebelumnya penyidik Densus 88 telah melakukan rekonstruksi di markas JAT, di 
mana penyidik menggunakan pameran figuran yang dikalungi tag name bertuliskan 
Abu Bakar Ba'asyir.
###########################################################################


segitunya Anda bawa-bawa hadis Nabi hanya untuk membenarkan bergunjing ala
infotainment
mubazir, mubazir .....
##########################################################################
HMNA:
Tidak ada yang mubazzir untuk da'wah.
########################################################################## 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke