----- Original Message ----- 
From: "Abdul Muiz" <mui...@yahoo.com>
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
Sent: Thursday, June 17, 2010 09:44
Subject: Bls: [wanita-muslimah] saudaraku abdul muiz


1) pengertian kafir :

Kafir (Bahasa Arab ???? kafir; plural ????? kuffar)
secara harfiah berarti orang yang menyembunyikan atau mengingkari
kebenaran. Dalam terminologi kultural kata ini digunakan dalam agama Islam 
untuk merujuk kepada orang-orang yang mengingkari nikmat Allah (sebagai lawan 
dari kata syakir, yang berarti orang yang bersyukur).


Secara etimologi, Kafir berasal dari kata kufur yang berarti ingkar, menolak 
atau menutup.
#######################################################################################################
HMNA:
Sebenarnya bukan secara kebetulan kata [KFR] itu sama artinya dengan cover 
dalam bahasa Inggris. Mengapa? Karena semua bahasa di dunia berasal dari 
bahasanya Nabi Adam AS. Yang berminat silakan simak Seri 285  di bawah:

********************************************************

BISMILLA-HIRRAHMA-NIRRAHIYM

WAHYU DAN AKAL - IMAN DAN ILMU
[Kolom Tetap Harian Fajar]
285. Nabi Adam AS Memakai Bahasa Apa?

Firman Allah SWT: 
-- Wa 'Allama Adama lAsma-a Kullaha- (S. Al Baqarah, 31), artinya: 
-- Dan (Allah) mengajarkan Adam nama-nama tiap-tiap sesuatu (2:31).

Ada dua tujuan utama Allah mengajarkan Adam nama-nama tiap-tiap sesuatu. 
Pertama, untuk menunjukkan kepada para malaikat kelebihan Adam atas malaikat, 
karena malaikat meragukan Adam sebagai makhluq dari jenis manusia untuk menjadi 
khalifah di atas bumi. Kedua, sebagai bakal khalifah, Allah perlu mempersiapkan 
Adam menjadi sumberdaya manusia yang handal. Adam sebagai manusia yang 
mempunyai ruh, maka di samping mempunyai naluri mempertahankan diri (dari segi 
ini terletak persamaan manusia dengan binatang), kepada Adam Allah memberikan 
mekanisme bagi ruh yang disebut Qalb untuk berdzikir dan berpikir. Dari segi 
inilah diperlukan bahasa, karena tanpa bahasa orang tidak dapat berdzikir dan 
tidak dapat berpikir. Adam perlu diajari nama-nama tiap-tiap sesuatu dalam 
konteks tugasnya sebagai khalifah. Timbullah pertanyaan, yaitu Allah 
mengajarkan Adam nama-nama itu dalam bahasa apa?

Firman Allah SWT: 
-- Ar Rahman. 'Allama lQura-na. Khalaqa alInsa-na. 'Allamahu lBayaana (Ar 
Rahman, 1-4), artinya: 
-- Yang Maha Pemurah. Mengajarkan Al Quran. Menciptakan manusia. Mengajarkan 
kepadanya alBayan (55:1-4).
Al Bayan yang dibentuk oleh akar kata yang terdiri dari 3 huruf: Ba, Ya dan 
Nun, bermakna cara untuk ekspresi yang terkandung dalam Qalb, bahasa yang 
jelas. Ketiga huruf tersebut menurunkan kata Mubiyn dalam ayat yang berikut:
-- Hadza- Lisa-nun 'Arabiyyun Mubiynun (An Nahl, 104), artinya: 
-- (Al Quran) ini bahasa Arab yang jelas (16:104).
-- Nazala biHi rRuwhu lAmiyn. 'Alay Qalbika liTakuwna mina lMundziriyna. Bi 
Lisa-nin 'Arabiyyin Mubiynin (Asy Syu'ara-, 193 - 195), artinya: 
-- Diturunkan oleh ruh yang tepercaya (Jibril AS). Ke dalam qalbumu (hai 
Muhammad) supaya engkau memberi peringatan. Dengan bahasa Arab yang jelas 
(26:193-195).
-- Inna- Anzalnahu Qura-nan 'Arabiyyan La'allakum Ta'qiluwna (Yuwsuf, 2), 
artinya: 
-- Sesungguhnya Kami turunkan Al Quran dalam bahasa Arab supaya kamu 
mempergunakan akalmu (12:2).

Allah mengajarkan Al Bayan ==> akarnya Ba, Ya, Nun ==> diturunkan menjadi kata 
benda Mubiyn ==> Lisanun 'Arabiyyun Mubiyn (bahasa Arab yang Mubiyn)  ==> 
dipertegas lagi "Inna- Anzalnahu Qura-nan 'Arabiyyan La'allakum Ta'qiluwna", 
supaya kamu mempergunakan akalmu. Memahamkan wahyu harus mempergunakan akal, 
maka dikaitkanlah bahasa Arab yang mendapat predikat Mubiyn dengan Allah 
mengajarkan nama-nama kepada Adam dalam bahasa yang mendapat predikat Mubiyn, 
yaitu  Lisanun 'Arabiyyun Mubiyn. Dari ayat-ayat (55:1-4), (16:104) , 
(26:193-195: dan (12:2) dengan mempergunakan akal (dari 'Ain, Qaf, Lam, 'Aqala 
artinya menganalisis dan mensintesis) dapatlah disimpulkan: Allah Yang Maha 
Pemurah menciptakan manusia. Khusus kepada Adam, Allah mengajarkan kepadanya al 
Bayan, yaitu bahasa yang jelas, yaitu bahasa Arab, 'Arabiyyun Mubiynun. Jadi 
Nabi Adam AS memakai bahasa Arab.

Karena Allah yang mengajar Adam berbahasa, yaitu bahasa Arab, maka bahasa Arab 
itu harus konsepsional. Maka uraian saya selanjutnya menunjukkan bahasa Arab 
itu konsepsional baik dalam struktur, maupun dalam hal maknawi. Konsepsional 
dalam hal struktur, yaitu kata-katanya terbina di atas akar kata yang terdiri 
dari tiga fonem dan ada yang dapat disusun secara matematis yaitu sistem 
permutasi. Konspesional dalam hal maknawi yaitu ada hubungan erat antara kata 
dengan bendanya. Dalam perjalanan sejarah, bahasa Arablah yang paling sedikit 
terserang "penyakit". Itulah "latar belakang" Kitab Suci yang terakhir dalam 
bahasa Arab: 
-- "Inna- Anzalnahu Qura-nan 'Arabiyyan La'allakum Ta'qiluwna" (Yuwsuf, 2), 
artinya: 
-- Sesungguhnya Kami turunkan Al Quran dalam bahasa Arab supaya kamu 
mempergunakan akalmu (12:2).

Kata-kata dalam bahasa Arab itu konsepsional dalam arti bukan hanya sekadar 
identifikasi benda-benda, melainkan pula ada hubungan erat antara kata dengan 
bendanya, seakan-akan benda itu dipotret oleh kata yang bersangkutan. Ambillah 
contoh makanan dasar yang sudah diolah yaitu roti (Indonesia), brood (Belanda), 
nan (Parsi). Kata roti, brood dan nan hanya sekadar identifikasi makanan pokok 
yang sudah diolah, tidak lebih dari itu. Dalam bahasa Arab roti dibentuk oleh 3 
huruf Kha, Ba dan Zay, Khubzun. Jika diaplikasikan perlakuan secara matematis 
yaitu permutasi, maka dari ketiga huruf ini terbentuklah kata khabaza dengan 
permutasi khazaba dan bazakha. Khabaza berarti mengubah cepat-cepat sesuatu 
dengan tangan, khazaba berarti menjadi gembung dan bazakha berarti 
memukul-mukul sesuatu. Dan kesemuanya itu menggambarkan proses pembuatan roti: 
adonan roti itu diberi bubuk supaya terjadi gas yang menyebabkan adonan itu 
menggembung, adonan itu dibanting-banting dan diubah cepat-cepat dengan tangan. 
Maka kata Khubzun berarti makanan dasar yang pengolahannya dengan proses 
membanting adonan, kemudian adonan itu dibuat kembung, dan itulah potret 
makanan pokok tersebut. Sebuah lagi contoh, yaitu sebuah lauk dari makanan 
pokok yang umum dikenal sehari-hari yakni telur (Indonesia), ei (Belanda), 
tama(n)go (Jepang). Telur, ei dan tama(n)go hanya sekadar identifikasi saja. 
Dalam bahasa Arab telur disebut baydhun yang dibentuk oleh akar dari 3 huruf 
Ba, Ya, Dhad. Istilah itu menyatakan bahwa benda yang dimaksud putih warnanya 
dan lonjong bentuknya, sebab putih dalam bahasa Arab adalah abyadh (mudzakkar, 
jantan) atau baydha-' (muannats, betina), sedangkan lonjong dalam bahasa 
Arabnya ialah baydha'. Itulah potret telur, berwarna putih, lonjong bentuknya.

Demikianlah Allah SWT mengajarkan kepada Nabi Adam AS bahasa yang berstruktur 
secara sempurna yang dibentuk dari akar yang terdiri dari 3 bunyi. Ini 
berlainan dengan teori pertumbuhan bahasa secara perlahan-lahan (evolusi) 
seperti dindong theory, gesticulation theory (bahasa gerak-isyarat tangan) dll. 
 Bahwa ada teori evolusi bahasa yang dimulai misalnya seperti bunyi burung atau 
binatang ding-dong, bisa saja diterima, oleh karena Qabil (Kain) anak Adam, 
telah membunuh saudaranya yaitu Habil, maka ia diusir meninggalkan pemukiman 
Adam + Hawa anak-beranak. Hidup mengembara seperti kehidupan binatang 
(uncivilized), bahasanya diserang "penyakit" hingga habis sama sekali, sehingga 
bahasa turunannya Qabil mengalami evolusi mulai dari nol alias ding-dong 
meningkat ke bahasa gerak-isyarat tangan dan seterusnya.

Dalam perjalanan sejarah bahasa Arablah yang paling sehat, ketimbang 
bahasa-bahasa lain, dalam arti bahasa Arab sangat sedikit dihinggapi penyakit 
kata-kata (deseases of words). Yang dimaksud dengan penyakit kata-kata ialah 
seperti: Penyakti subtraksi dengan perincian aphesis, aphresis, apocope, elisi, 
syncope. Penyakit addisi dengan perincian: prothesis, prosthesis, reduplikasi, 
epenthesis, paragoge atau ephithesis. Penyakit tidak teratur (irregular) dengan 
perincian metathesis, doublet, variant, korupsi. Penyakit perubahan bunyi 
dengan perincian zezament, sakari, satva, kasykasya dan homonym.

Mari kita lihat penyakit terakhir, yaitu penyakit homonym dalam bahasa Inggris. 
Homonym adalah sebuah kata yang mempunyai bermacam-macam arti.

Ada sedikit survei lapangan, yaitu mengapa ada homonym. Itu tidak lain karena 
dalam perjalanan sang waktu terjadi perubahan bunyi, namun masih dalam makhraj 
(artikulasi) yang sama, sehingga dari beberapa kata yang berbeda menjadi sebuah 
kata saja, seperti contoh homonym GRAVE yang punya tiga arti dalam bahasa 
Inggris, fonem [G R V] berasal dari tiga kata yang berbeda dalam bahasa Arab 
(bahasanya Nabi Adam AS) yaitu dari [G R B], [Q R B] dan [K R B].

Ketika Qabil (Kain) anak Adam, telah membunuh saudaranya yaitu Habil, ia 
kebingungan mau diapakan mayat Habil itu. 
-- Fa Ba'atsa Llahu Ghura-ban Yabhatsu fiy lArdhi liYuriyahu Kayfa Yuwa-riy 
Sawata Akhiyhi (Al Ma-idah, 31), artinya:
-- Maka Allah mengirim ghurab (gagak) yang melubangi tanah supaya 
diperlihatkannya kepadanya (Qabil) bagaimana ia menguburkan mayat saudaranya 
(5:31). Ghurab dibentuk oleh 3 huruf: Ghain, Ra, Ba, nama sejenis burung yang 
dapat melubangi tanah dengan paruh dan kakinya. Ghurab bukan hanya sekadar 
identifikasi burung termaksud, melainkan potret yang merekam pula drama 
bagaimana Qabil yang telah membunuh itu diajar mengubur mayat. Dalam perjalanan 
sang waktu GH dan B mengalami perubahan namun tetap dalam makhraj (artikulasi) 
yang sama menjadi G dan V dalam bahasa Inggris (ingat, semua bangsa manusia 
berasal dari Adam, termasuk bangsa Inggris), sehingga menjadi GRAVE, yang 
berarti "an exavation made in the earth to receive a dead body in burial". 
Ghurab sebagai nama sejenis burung menurun ke dalam bahasa Inggris CROW. Juga 
terjadi perubahan bunyi, tetapi tetap dalam makhraj yang sama, GH dengan C, 
serta B dengan W.

-- Uwla-ika lMuqarrabuwna. Fiy Jannatin nNa'iymi (Al Wa-qi'ah, 11-12), artinya: 
-- Mereka itu Muqarrabun. Dalam surga kesenangan (58:11-12). Muqarrabun dari 
akar yang dibentuk oleh 3 huruf: Qaf, Ra, Ba. Bunyi Q dan B dalam perjalanan 
sang waktu berubah, dengan makhraj yang tetap, menjadi G dan V dalam lidah 
Inggris, sehingga menjadi GRAVE. Itulah homonym Grave dalam arti yang kedua: 
"indicates a weighty dignity, sedate, solemn".

-- Fa Najjarnahu wa Ahlahu mina lKarbi lAzhiymi (Al Anbiya-, 76), artinya: 
-- Maka Kami selamatkan dia (Nuh) dan keluarganya dari karbun (kegawatan) yang 
dahsyat (21:76). Karbun dibina oleh 3 huruf: Kef, Ra, Ba. Bunyi K berubah 
menjadi G, serta B menjadi V dalam makhraj yang tetap, lalu lagi-lagi menjadi 
GRAVE. Itulah homonym Grave dalam arti yang ketiga: "a grave situation", 
situasi yang kritis, gawat, genting, suram.

Demikianlah terbentuknya homonym GRAVE yang sesungguhnya berasal dari bahasa 
asal manusia (bahasanya Nabi Adam AS), dari tiga kata yang berbeda ghurabun 
(Gh, R,B), qarraba (Q,R,B), karbun (K,R,B), yang dalam perjalanan sang waktu 
mengalami penyakit perubahan bunyi, ketiga kata yang berbeda itu semuanya 
berubah menjadi satu kata homonym grave dengan 3 arti yang berbeda, yaitu: 
1."an exavation made in the earth to receive a dead body in burial", 
2."indicates a weighty dignity, sedate, solemn", 3."a grave situation". WaLlahu 
A'lam bi alSawab.

*** Makassar,  10 Agustus 1997
    [H.Muh.Nur Abdurrahman]
http://waii-hmna.blogspot.com/1997/08/285-nabi-adam-as-memakai-bahasa-apa.html

#########################################################################################################




 Pada zaman sebelum Islam istilah tersebut digunakan untuk para petani yang 
sedang menanam benih di ladang, menutup/mengubur dengan tanah.
Sehingga kalimat kafir bisa dimplikasikan menjadi "seseorang yang
bersembunyi atau menutup diri". Dalam bahasa Islam sekarang mengalami 
penyempitan makna, kafir sebuah kata
yang digunakan untuk menjabarkan seseorang yang menolak/tidak memeluk agama 
Islam.
2) Term Kafir dalam Qur'an, sering kita jumpai kata "kafir" digunakan dalam 
berbagai konteks al : 
Kufur at-tauhid (Menolak tauhid): Dialamatkan kepada mereka yang menolak bahwa 
Tuhan itu satu.
Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri
peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan
beriman. (Al Baqarah ayat 6)Kufur al-ni`mah (mengingkari nikmat): Dialamatkan 
kepada mereka yang tidak mau bersyukur kepada Tuhan
Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula)
kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari
(nikmat)-Ku (la takfurun). (Al Baqarah ayat 152)Kufur at-tabarri (melepaskan 
diri)
Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada
Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata
kepada kaum mereka: "Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dan
daripada apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu
(kafarna bikum)..." (Al Mumtahanah ayat 4)Kufur al-juhud: Mengingkari sesuatu
.... maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka 
lalu ingkar (kafaru) kepadanya. (Al-Baqarah ayat 89)Kufur at-taghtiyah: 
(menanam/mengubur sesuatu)
Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah
permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah
antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak,
seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani (kuffar) (Al Hadid 
20)2) Adapun saya kaitkan dengan ahlul kitab itu bukan bermaksud melebar, 
terkait dengan opini Anda yang mengatakan, "Kita membenci Kristen dan yahudi 
karena mereka kufur, mereka tidak mau menyembah ALLAH". Kufur dalam artian 
ingkar, sebenarnya tidak hanya menimpa kaum non muslim, orang islampun bisa 
saja dan mungkin saja bersikap kufur pada nikmat Allah.

Ahli Kitab (??? ?????? 'Ahl al-Kitab) adalah sebutan dalam Al Qur'an untuk kaum 
beragama Nasrani (Kristen) dan Yahudi. Dinamakan demikian karena pada keduanya 
menurut ajaran Islam, Allah menurunkan Kitab Taurat melalui Nabi Musa dan Injil 
melalui Nabi Isa. Nah benarkah mereka orang Kristen dan yahudi itu tidak 
menyembah Allah ?? Betul bahwa dikisahkan dalam qur'an mereka itu membunuh para 
nabi, pernah disesatkan oleh samiri sehingga menyembah patung anak lembu yang 
kemudian dikoreksi Nabi Musa kembali ke arah yang benar, theologi trinitas dsb, 
tetapi kan mereka (Yahudi dan Nasrani) juga menyembah Allah ??

Tentu saja terkait dengan sikap Abdul Latif yang membela kaum kristen dan 
yahudi secara membabi buta adalah ngawur.

Wassalam
Abdul Mu'iz

--- Pada Kam, 17/6/10, Yudi Yuliyadi <y...@geoindo.com> menulis:

Dari: Yudi Yuliyadi <y...@geoindo.com>
Judul: [wanita-muslimah] saudaraku abdul muiz
Kepada: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Tanggal: Kamis, 17 Juni, 2010, 7:47 AM











  


    
      
      
      

Wallahualam



Yang saya tahu makana kufur itu adalah tidak menyebah ALLAH dan mendustakan

ayat2 ALLAH



Mungkin ada yang bisa menjelaskan lebih detail



Saudaraku jangan melebarkan makna ahli kitab dalam al-qur`an, silahkan lihat

tafsir berkaitan dengan kata ahli kitab



Yang saya ketahui (mohon maaf) ahli ktab itu adalah agama telah diberi kitab

oleh ALLAH seperti yahudi dan nasrani yang disampaikan para naby lewat

perantara malaikat jibril (malaikat yang bertugas menyampaikan wahyu) dari

ALLAH



Hanya orang JIL dan orientalis yang mengatakan bahwa budha dan hindu

termasuk ahli kitab, saudaraku kitab mereka adalah buatan manusia murni beda

dengan nasrani dan yahudi walao kitabnya dari ALLAH tapi sekarang sudah

dirubah oleh tangan2 terlaknat (silahkan rujuk ayat2 yang berkaitan dengan

ancaman ALLAH kepada orang yahudi dan nasrany)



Setiap naby yang ALLAH utus kebanyakan didustakan bahkan ada yang dibunuh

seperti nabi yahya, zakaria, dan nabi isa, silahkan rujuk ayat al-qur`an

berkaitan dengan kisah naby atau kitab sejarah islam. Saudaraku yahudi

terkenal dengan penghianatannya bahkan terhadap ALLAH dan rasul-NYA, nabi

ada yang dibunuh dan kita ingat dalam al-qur`an bagaimana kisah bani Israel

yang mendustakan nabi musa dan bahkan menyembah anak sapi, ketika akan

berperang dan membebaskan palestina. Saudaraku apa yang yahudi ucapkan

(silhkan rujuk pada Al-qur`an) silahkan engkau berperang bersama tuhan_MU

kami akan menunggu disini.



Bagaimana kisah talud dan pembangkangan yahudi terhadap perintah nabi?



Saudaraku islam memerintahkan kita berbuat baik terhadap sesama manusia

bukan berarti kita diam saat aqidah kita diacak2 dan saudara kita dibantai.

Bila kita tidak bisa berjihad sebagaimana saudara kita di palestina, irak

dsb. Kita bisa berjuang lewat lisan kita yaitu dakwah



Mohon maaf  saudaraku saya hanya orang awam



<http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/message/144672;_ylc=X3oDMTJzO

WMyNTRnBF9TAzk3MzU5NzE1BGdycElkAzE4Nzc5ODgEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDc2MjUwBG1zZ0lkA

zE0NDY3MgRzZWMDZG1zZwRzbGsDdm1zZwRzdGltZQMxMjc2Njc5MTM3> Bls:

[wanita-muslimah] jawaban untuk pak abdul 



Posted by: "Abdul Muiz"

<mailto:mui...@yahoo.com?subject=%20re%3abls%3a%20%5bwanita-muslimah%5d%20ja

waban%20untuk%20pak%20abdul> mui...@yahoo.com

<http://profiles.yahoo.com/muizof> muizof 



Tue Jun 15, 2010 7:04 pm (PDT) 



Mas Yudi Yuliadi,



jelaskan dulu makna kufur itu apa ?? karena term kafir di qur'an itu tidak

tunggal, ada ahlul kitab (istilah ini saja dimaknai beragam ada yang

menyebut yahudi dan nasrani, ada yang tidak sepakat, ada yang menyebut tidak

terbatas Yahudi dan Nasrani, namun Hindu, Budha juga termasuk karena mereka

juga punya kitab, namun banyak yang tidak sepakat), ada bani israil, 



Kebencian kita pada suatu kaum hendaknya didasarkan reasoning "suka berbuat

aniaya, merusak, menumpahkan darah tanpa haq, merampas hak orang lain atau

mengusir orang dari kampung halamannya -- umumnya al qur'an menginspire

membenci dan menganjurkan perang adalah karena alasan tsb --- " sehingga

menimbulkan disharmoni atau ketidaktentraman dunia. Kalau alasan membenci

yahudi karena tidak menyembah Allah, maka timbul pertanyaan : benarkah orang

yahudi itu tidak menyembah Allah ??, terus nabi-nabi dari bani israel

seperti Ishak, Ya'qub, Yusuf, Musa, Daud, Sulaiman dsb itu apa tidak

memperkenalkan orang Yahudi pada Allah ??.



wassalam

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke