Dari milis sbelah

Hubungan Rahmatan lil 'aalamiin dan Jihad Fisabilillah 


Assalamu 'alaikum wr. wb. 

Alhamdulillahi nahmaduhu wa nasta'inuhu wa nastaghfiruhu, wa naudzu billahi
min syururi anfusina wa min sayyiati a'malina, man yahdillahu fala
mudhillalahu, wa man yudhlilhu fala hadiya lahu. 


Wa asyhadu an laa ilaha illallahu, wa asyhadu anna muhammadan abduhu wa
rasuluhu. 
Ya ayyuhannasu ittaqu rabbakum al-ladzi khalaqakum min nafsin wahidatin wa
khalaqa minha zaujaha, wa batsta minhuma rijalan katsiran wa nisa'an,
wattaqullaha al-ladzi tasa'aluna bihi wal arham innallaha kana 'alaikum
raqiban. 
Ya ayyuhalladzina amanu ittaqullaha wa qulu qaulan sadidan yashluh lakum
a'malakum wa yaghfir lakum dzunubakum wa man yuthi'illaha wa rasulahu faqad
faza fauzan'adziman. 

  

Sebagai muslim, kita menerima bahwa Islam adalah Rahmatan lil 'aalamiin.. 

 Namun, sebelum memulai pembahasan lebih lanjut, ada baiknya saya ingatkan
lagi :   

Dari Ibnu Abbas r.a., bahwasanya Nabi shallallahu alaihi wassalam, keluar ke
Bath ha' (aliran sungai yang berada di Makkah) kemudian naik ke gunung, lalu
Nabi shallallahu alaihi wassalam berseru: "Waspadalah akan malapetaka pagi
ini!" 

Maka berkumpullah kaum Quraisy di sekitar beliau, lalu Rosululloh
shallallahu alaihi wassalam, berkata: "Bagai-mana pendapat kalian jikalau
saya kabarkan kepada kalian bahwasanya musuh akan me-nyerbu kalian di waktu
pagi dan sore, apakah kalian membenarkan saya?" 

Mereka menja-wab: "Ya." 

Nabi shallallahu alaihi wassalam, bersabda: "Sesungguhnya saya memberi
peringatan kepada kalian ter-hadap datangnya siksaan yang amat pedih." 

Abu Lahab berkata: "Apakah untuk ini engkau mengumpulkan kami? Celakalah
kamu!" Maka Allah menurunkan "Tabbat yada Abi La-hab" (surat al-Lahab /
al-Masad). (HR. Bukhori: 1394) 

Sebagai muslim, kita menerima bahwa Islam adalah Rahmatan lil 'aalamiin.. 

Saya sekedar mengingatkan saja bahwa Islam sebagai Rahmatan lil 'aalamiin,
Islam cocok bagi semua manusia, dari mana pun atau suku mana pun dia
berasal. 

Tidak bisa kan saya mengatakan bahwa Islam itu tidak cocok bagi orang
Inggris, atau Islam tidak cocok buat orang Papua. Artinya orang Inggris atau
orang Papua pun cocok dengan Islam. Kalau saya mengatakan bahwa orang Papua
tidak cocok dengan Islam atinya saya tidak meyakini bahwa Islam adalah
Rahmatan lil 'aalamiin. 

  

Islam sebagai Rahmatan lil 'aalamiin juga cocok diterapkan sampai kapan pun,
sampai tiba masanya kiamat nanti. 

Artinya saya tidak bisa bilang bahwa syariat Islam itu cuma cocok untuk
zaman dahulu saja. 

Andaikan manusia boleh membuat aturan(syariat) sendiri, apalah artinya
diturunkan kitab suci? 

Buat apakah diutus para nabi dan rasul? 

Toh tanpa kitab suci manusia boleh membuat aturan sendiri dengan kemampuan
akal dan rasionya, jadi tidak perlu kan ada kitab suci dan rasul. Namun
kenyataannya Allah SWT menurunkan kitab suci melalui para rasul-Nya. 

 Baiklah kemudian pelaksanaannya. 

Perhatikan, kenapa kita harus mempersiapkan segala sesuatunya setelah
mengetahui hal ini. 

 Kenapa begitu banyak topik mengenai kafir, perang, jihad di milis ini,
karena kemungkinan besar secara rasio dan probabilitas (maaf belum sempat
hitung :-))hal ini tidak bisa kita hindari akan terjadi juga. Baik suka atau
tidak suka. 

Coba perhatikan reaksi, tanggapan, pikiran, perkataan, perbuatan non muslim
mendengar kita akan menerapkan syariat Islam sbb: (dalam konteks darul
Islam) 

 Kedudukan warga negara TIDAK sama. Yang boleh menjadi pemimpin adalah orang
muslim saja. 

Bagaimana.kita masih mau jadi menerapkan syariat Islam atau tidak? :-) 

Warga muslim tidak perlu membayar pajak, sedang warga non muslim wajib
membayar jizyah .. 

  

Kira-kira mereka mau tidak ya? :-) Lha wong kita suruh bayar pajak saja
tidak mau kok nyuruh orang bayar jizyah, yang bener aja dong! 

Tidak bebas memeluk agama, dalam artian muslim yang murtad wajib dibunuh.
Jadi tidak ada kasus Kristenisasi dengan suami pura-pura jadi muslim,
setelah si muslimah punya anak, suaminya balik Kristen lagi terus ngancam
pilih ikut Kristen atau cerai? Dalam negara Islam, bila ketahuan bisa
dibunuhlah si laki-laki itu. 

  

Jadi kalau orang non masuk Islam boleh-boleh saja, tapi bila keluar Islam
siap-siap saja bertemu tuhannya lebih cepat :-) Masih setujukah mereka
dengan negara Islam? 

Orang non muslim juga wajib menunjukkan atribut non muslimnya.zaman Umar bin
Khathab dulu, mereka disuruh memakai salib yang besar, yang terlihat. Jadi
bila saya ketemu orang di jalan, mau saya ajak ngobrol-ngobrol, saya liat
salibnya.oh ternyata non muslim. Jadi saya tidak salah ngomong ke dia. 

  

Non muslim boleh memeluk selain Islam, tapi harus berhukum secara Islam.
Tidak boleh riba (bank konvensial harus konversi ke syariah), tak boleh
melebihkan takaran (uang kertas itu nilainya melebihi takaran), kalau
mencuri senilai tertentu dipotong tangannya, bila berzina dan sudah nikah
maka siap-siap dirajam. (meskipun non muslim). dst 

  

Atau misal nanti negara penghutang mengatakan bahwa mereka tidak mau bayar
bunga karena riba, karena riba dilarang Islam, jadi cuma mau bayar pokoknya
saja, lantas negara pemberi yang tadinya "baik", kemudian kirim satu saja
kapal induk raksasa yang bahan bakarnya "cuma" sesendok teh uranium
bagaimanakah reaksi kita? 

 

Sementara ini dulu yang terpikirkan oleh saya.mungkin masih ada banyak yang
terlewat harap maklum. 

  

Nah sampai di sini.maka kita pelu mempersiapkan segala sesuatunya. 

  

Apabila dengan dakwah sudah cukup bagi mereka untuk menerima Islam..maka
Subhanallah walhamdulillah.Allah lah yang memberi mereka hidayah. 

  

Kutipan dari Tafsir Ibnu Katsir : 

Katakanlah: "Sesungguhnya yang diwahyukan kepadaku adalah: "Bahwasanya
Tuhanmu adalah Tuhan Yang Esa. maka hendaklah kamu berserah diri
(kepada-Nya)." Jika mereka berpaling, maka katakanlah: "Aku telah
menyampaikan kepada kamu sekalian (ajaran) yang sama (antara kita) dan aku
tidak mengetahui apakah yang diancamkan kepadamu itu sudah dekat atau masih
jauh?." 

(TQS. Al-Anbiya : 108-109) 

Allah Ta'ala berfirman memerintahkan Rasul-Nya shallallahu alaihi wassalam
untuk mengatakan kepada orang-orang musyrik, (yang artinya) "Sesungguhnya
yang diwahyukan kepadaku adalah, bahwasanya Ilahmu adalah Ilah Yang Esa,
maka hendaklah kamu berserah diri," yaitu hendaklah kalian mengikutinya
dengan berserah diri dan tunduk kepadanya. "Jika mereka berpaling," yaitu
meninggalkan apa yang aku serukan kepada mereka "Maka katakanlah: 'Aku telah
menyampaikan kepadamu sekalian,'" yaitu aku beritahukan kepada kalian
bahwasanya aku memerangi kalian, sebagaimana kalian memerangiku. Aku
membebaskan diri dari kalian, sebagaimana kalian membebaskan diri dariku.
(Tafsir Ibnu Katsir Juz 17). 

  

Namun apabila kita lihat sejarah beratus-ratus tahun, berabad-abad, bahwa
non muslim selalu akan menindas muslim apabila ada kesempatan.maka pahamlah
mengapa kita juga harus mengajarkan siap mati membela Islam, keutamaan
syahid, jihad fi sabilillah dst.karena kenapa? 

Karena mereka tidak akan pernah rela Islam sebagai agamamu! 

  

Wallahu a'lam , Wassalamu 'alaikum wr. wb. 

  

Wirawan 

 



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke