---------- Forwarded message ----------
From: Evi Douren <bamboopinetr...@gmail.com>
Date: 2010/6/22
Subject: [PersIndonesia] KOMPAS.Com: Majalah Porno Dihadirkan, Rizieq Protes
To: Koran Digital Milist <koran-digi...@googlegroups.com>, Jurnalisme Milist
<jurnali...@yahoogroups.com>, PersIndonesia Milist <
persindone...@yahoogroups.com>





http://m.kompas.com/news/read/data/2008.09.08.12112019


8 September 2008 | 12.11 WIB

Majalah Porno Dihadirkan, Rizieq Protes

JAKARTA, SENIN — Rizieq Shihab menyatakan keberatan dan melayangkan protes
keras atas diajukannya majalah Playboy dan beberapa majalah porno sebagai
salah satu barang bukti yang dihadirkan ke persidangan. Sidang yang
menghadirkan Rizieq sebagai terdakwa kasus insiden Monas 1 Juni itu
mendengarkan kesaksian seorang penyidik kepolisian bernama H Sumaryono.

click to enlarge

Dalam kesaksiannya, Sumaryono mengatakan bahwa dari penggeledahan dan
penyitaan yang dilakukan di rumah Rizieq dan markas FPI, petugas menyita
beberapa VCD serta majalah Playboy, majalah porno, dan foto bugil Putri
Indonesia saat mengikuti kontes ratu dunia. Bukti-bukti itu ditunjukkan di
persidangan.

Saat ditanya tentang pendapatnya atas keterangan saksi, Rizieq langsung
menyatakan protes. Alasan keberatan Rizieq, barang-barang yang disita dari
rumahnya dan markas FPI merupakan barang ilegal. "Barang-barang saya atau
organisasi yang saya pimpin tidak disertai dengan surat izin penyitaan PN
Jakarta Pusat. Saya menolak barang bukti itu karena ilegal. Saya tidak mau
barang-barang ilegal dijadikan bukti dalam sidang saya," kata Rizieq di PN
Jakarta Pusat, Senin (8/9).

Alasan kedua protes Rizieq, ia merasa dengan dijadikannya majalah-majalah
porno serta foto bugil sebagai barang bukti itu akan mengganggu nama
baiknya. "Majalah Playboy dan beberapa majalah porno itu tidak ada kaitannya
dengan insiden Monas. Ini berkaitan dengan nama baik saya, jadi saya perlu
menjelaskan. FPI selama ini melakukan perang terhadap pornografi dan
pornoaksi yang kami kumpulkan untuk kami laporkan ke polisi," ujar Rizieq.

Rizieq menjelaskan, "Jangan buat opini seolah-olah saya mengumpulkan majalah
porno. Ada foto bugil Putri Indonesia waktu ikut Miss Universe itu semua
kami gunakan untuk melapor ke polisi. Itu merusak moral!" kata Rizieq dengan
nada suara tinggi. Saat sidang dijeda shalat zuhur, Rizieq kembali
menegaskan bahwa majalah Playboy tersebut merupakan arsip organisasi FPI
saat melayangkan gugatan terhadap majalah Playboy ke PN Jakarta Selatan.
Selain majalah, 6 VCD juga dijadikan barang bukti di persidangan. Menurut
saksi Sumaryono, dari 6 VCD ia sempat menyaksikan 3 VCD yang memutar rekaman
insiden Monas dan ceramah Rizieq Shihab.

⁠Penulis: Inggried Dwi Wedhaswary ⁠


Evi Douren

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung
Teruuusss...!
 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke