Ikut menambahkan ...

Al Qur'an menjelaskan perintah Allah SWT. agar wanita2 Istri2 Nabi dan Wanita 
Muslimah tetaplah berada dirumah mereka ..Adalah suatu kemuliaan pada wanita, 
yang seharusnya terus dijaga sampai hari Kiamat .. kecuali untuk keperluan yang 
mendesak sekali ..

Wanita itu ibaratnya mutiara yang sangat mulia dihadapan Allah SWT ...harus 
terbungkus rapi ..( dirumah saja ) .. boleh dipakai & sebagai perhiasan tetapi 
hanya untuk suami saja ( dan orang2 yang masih mahromnya ) .. Untuk itulah 
wanita diciptakan dari rusuk Adam AS... dengan balasan kemuliaan baginya ..

Tentu saja dizaman baru ini sangat berat .. makanya diwajibkan tutup aurat 
..bahkan Mahzab Maliki mewajibkan tutup wajah ( cadar ) ...sebagaimana orang2 
Syi'ah dan beberapa negeri Timur Tengah ..kalau mau keluar rumah ..dibolehkan 
...

Istri itu dalam ketetapan Tuhan adalah 100% milik suaminya ..apapun dia 
tubuhnya, wajahnya, perhiasannya .. itu yang benar ... karena mereka diciptakan 
memang untuk laki2 ..menemani / penyejuk laki2 ..jadi suami istri -pasangan2 ..

Tetapi dengan langkah Zionisme Mustapha Kemal Pasha ..1924 ..semua itu mulai 
dirusak - wanita dilarang berjilbab, Sunnah2 Nabi dimatikan ..dll dll  
liberalisme melanda Islam keseluruh penjuru dunia - menular kemana2 sampai ke 
Indonesia ..

Jadilah sekarang wanita2 meski istri orang ..pramugari, sekretaris, waiters, 
sales girl, penyanyi, penari ..yang haram hukumnya bagi Islam kalau tidak tutup 
aurat ..karena tidak boleh jadi tontonan laki2 lain diluar suaminya ...

Tapi Yahudi Zionis ambil keuntungan bisnis dari fenomena tersebut .. agar 
pemasaran komoditi internasional menjadi lebih laku ..dengan tampilnya wanita2 
dalam pemasaran ...agar menarik mata dan hati para nasabah / calon pembeli 
padahal diharamkan Allah SWT..... itulah bisnis : penerbangan, perkantoran, 
hotel, restoran, cafe, hiburan yang berbagai ragamnya bahkan sampai ke 
pelacuran yang legal itu maupun yang terselubung  ...na'udzzubillah .. 
bayangkan gilanya zaman ini ...Pemda2 berbagai kota / kabupaten ada yang lazim 
untuk menghalalkan perzinahan dengan mengizinkan LOKALISASI PELACURAN !!!

Kalau manusia tahu sungguh wanita itu benar2 makhluk sangat mulia .. bayangkan 
saja seorang istri kalau sudah ( 1 ) ta'at pada Allah SWT ..yang fardhu saja, ( 
2 ) taat suaminya dan ( 3 ) jaga kehormatan tubuhnya ... silakan masuk Surga 
dari pintu mana saja yang kalian pilih ...itulah ujian Allah SWT. yang bikin 
repot wanita didunia ..tetapi tidak berat bukan dan balasannya tidak tanggung2 
..

Sudah tentu dengan tanggung jawab suami yang mampu mencari nafkah / jihad untuk 
keluarganya dengan sungguh2 .. dan tak adanya peluang bisnis penerbangan dll ( 
luar rumah ) ..yang harusnya kesempatan kerjanya diserahkan saja pada laki2 
semua ..tidak salah dan akan jadi biasa pramugara, waiter, salesman, penyanyi, 
penari ..gak apa2 asalkan jangan wanita ...sungguh BISA KARENA BIASA ...lama2 
akan lazim bahwa angkatan keraja adalah laki2 semua yang diluar rumah ...

Kalaupun mau diciptakan pekerjaan untuk wanita karena kebutuhan yang demikian 
mendesak .buatlah usaha.yang pekerjanya semua wanita ..tak boleh satupun laki2 
disitu bahkan office boy, satpam semuanya wanita ..itu baru Allah SWT. akan 
Ridha ...

Kalau di Indonesia ini taruhlah misalnya saja 50 juta tenaga kerja ( 
laki-wanita 50/50 ) yang menganggur kebetulan 25 juta laki2 .. maka kalau 
wanita semua dirumah ..bukankah tak akan ada pengangguran lagi dnegeri kita  .. 
ini hanya pendapat ekstrim semata ..

Wallahu a'laam bish shawwab / ISMAIL

--- On Wed, 23/6/10, Yudi Yuliyadi <y...@geoindo.com> wrote:

From: Yudi Yuliyadi <y...@geoindo.com>
Subject: [wanita-muslimah] tentang syariah islam
To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Date: Wednesday, 23 June, 2010, 8:01 AM







 



  


    
      
      
        Banyak saudara kita semuslim yang kenal syariah hanya pada potong tangan

dan rajam saja , padahal Syariah mencakup bagaimana kita beribadah ,

berinteraksi dengan agama lain  , berdagang dan bernegara berekonomi  dll

...  Untuk lebih indahnya kita laksanakan syariah dari diri kita baru

keluarga , masyarakat dan negara ... Smoga postingan ini berati bagi wawasan

kita . amin ( maaf bila sudah  pernah dapat postingan ini ) 



what's wrong with syariah ?? 



Sungguh menyesakkan dada melihat pelecehan Bung Thamrin A. Tamagola terhadap

aturan Allah SWT (syariah Islam) dalam sebuah diskusi di TVone (Kamis malam

, 03/07/2008). Diskusi hangat yang mengambil tema "Islam yes , Negara Islam

?" banyak menyoal penerapan syariah Islam oleh negara. Dengan mengambil

kasus Perda yang diklaimnya sebagai berbau syariah Bung Thamrin berusaha

keras membangun opini sesat . Seolah-olah syariah Islam mengancam wanita ,

merugikan wanita. Diambillah contoh kasus, wanita dilarang keluar di malam

hari , padahal hanya membeli sesuatu. 



Sebenarnya tidak ada yang disebut dengan perda syariah Islam sekarang ini .

Tidak pernah ada aturan di daerah yang disebut perda syariah. Bahwa ada

aturan yang diambil dari nilai-nilai Islam itu benar, namun perlu dicatat

perda itu diterapkan bukan karena berdasarkan syariah Islam . Perda itu

disahkan oleh DPRD. Artinya, perda itu diterima karena mayoritas anggota

DPRD mensahkan lewat mekanisme yang demokratis. 



Tentu saja tidak tepat menolak syariah Islam , hanya dengan kasus perda yang

diklaim berbau syariah. Kami ingin sampaikan syariah Islam bukan sekedar

kewajiban kerudung, larangan terhadap pelacuran, atau larangan berkholwat.

Mereka yang menolak syariah Islam sering kali terjebak pada apa yang disebut

logika fallacy of composition, mengambil kasus-kasus yang tidak utuh ,

bahkan tidak bisa sepenuhnya disebut syariah Islam, untuk membangun citra

negative penerapan syariah Islam oleh negara. 



Sebagai contoh tentang wanita keluar malam. Hukum asalnya sendiri tidak ada

larangan wanita untuk keluar malam. Boleh saja dia keluar untuk keperluan

tertentu ke warung atau ke tetangganya. Namun kalau keluarnya wanita keluar

rumah di malam hari mengancam keamanan dan kehormatannya , negara yang

bertanggung jawab kepada rakyatnya justru harus melarang dan mencegahnya.

Jangankan wanita, laki-laki keluar malam tapi mengancam nyawanya, sah-sah

saja negara yang tidak ingin warganya celaka melakukan larangan. Perlu

digaris bawahi larangan muncul karena ada sesuatu yang mengancam nyawa atau

kehormatan wanita tersebut, bukan keluar rumahnya. Disisi lain pro sekuler

tidak melihat bagaimana menyedihkannya nasib wanita dibawah sistem sekuler.

Ekploitasi terhadap wanita terjadi dimana-mana baik secara seksual maupun

ekonomi. 



Seharusnya kita lebih utuh melihat syariah Islam. Berdasarkan syariah Islam

, negara wajib menjamin kebutuhan sandang, pangan, dan papan perindividu

masyarakat yang menjadi warga negara baik muslim maupun non muslim. Kalau

ada rakyatnya tidak makan atau tidak punya rumah , berdasarkan syariah Islam

negara wajib memenuhi kebutuhan itu dengan gratis. Dalam pandangan syariah

Islam negara wajib menjamin pendidikan gratis dan kesehatan gratis bagi

seluruh warganya baik muslim maupun non muslim. Sekali lagi ,What's wrong

with syariah ? 



Syariah Islam juga mengatur masalah kepemilikan antara lain pemilikan umum

(milkiyah 'amah). Dimana kepemilikan umum ini adalah milik rakyat dan tidak

boleh individu (swasta) apalagi asing untuk memilikinya. Berdasarkan ini

listrik, air, hutan adalah milik umum yang tidak boleh dimiliki

individu(swasta). Pemilikan individu atau swasta pada bidang strategis ini

akan menyebabkan terganggunya kepentingan umum. 



Termasuk dalam pemilikan umum adalah barang-barang tambang dalam jumlah yang

besar seperti minyak, batu-bara, emas. Dilarang bagi individu atas swasta

memilikinya. Tambang itu harus dikelola dengan menejemen yang baik,

transparan, profesional oleh negara dan hasilnya diserahkan untuk rakyat.

Jelas ini merupakan pemasukan negara yang sangat besar. Negara bisa

menggunakannya untuk pendidikan dan kesehatan gratis. Syariah Islam mengatur

hal itu. 



Syariah Islam menjamin keamanan rakyatnya dengan memberikan sanksi yang

tegas bagi pelaku pembunuhan yakni hukuman mati. Pemilikan individi yang

diperoleh seseorang dengan kerja keras dan halal dijaga oleh Islam, pelaku

pencurian akan diberikan sanksi tegas yakni potong tangan. Dengan catatan,

dia mencuri lebih dari 1/4 dinar dan mencuri bukan karena lapar. Kalau dia

mencuri karena lapar , negara tidak boleh menghukumnya. Negara justru harus

memberikan dia makan. So,What's wrong with syariah ? 



Pelaku korupsi pun diberikan sanksi tegas oleh negara. Bisa sampai hukuman

mati. Bukan hanya sanksi , segala hal yang mengantarkan kepada terbukanya

peluang untuk korupsi ditutup. Berdasarkan syariah Islam, seseorang tidak

boleh memberikan hadiah kepada hakim atau pejabat negara. Suap menyuap

dilankat Allah dan dilarang dengan sanksi yang tegas. Umar bin Khoththob

saat menjadi Kholifah memerintahkan siapapun pejabat harus dihitung

kekayaannya sebelum menjabat. Pada akhir jabatannya, dihitung lagi. Kalau

ada yang berlebih dari yang sepantasnya dia terima, harus dipertanggung

jawabkan. Negara boleh saja mengambil uang yang tidak jelas itu. Ini adalah

syariah Islam . 



Argumentasi lain yang dibangun untuk menolak syariah Islam dengan mengatakan

syariah Islam seakan-akan hanya untuk kelompok tertentu.Tentu saja yang dia

maksud adalah Islam. Bung Thamrin mencontohkan UU Migas yang dibatalkan oleh

MK, karena tidak memihak kepada rakyat. Padahal UU Migas muncul karena

kebijakan negara yang sekuler-kapitalis. Lagi-lagi ini terjadi salah paham

terhadap syariah Islam. Bukankah syariah Islam itu rahmatan lil 'alamin ?

baik bagi seluruh alam , seluruh manusia, tidak pandang dia muslim atau non

muslim. Mungkinkah syariah Islam yang bersumber dari Allah yang memiliki

sifat ar rahman (Maha Pengasih) ar rahim (Maha Penyayang) itu akan

mencelakakan manusian. 



Sesungguhnya penerapan syariah Islam adalah untuk kebaikan seluruh warganya

baik muslim dan non muslim. Kewajiban negara menjamin sandang, pangan, dan

papan indidu rakyat, bukan hanya muslim tapi juga non muslim. Pendidikan dan

kesehatan gratis bukan hanya untuk muslim tapi juga non muslim. Bahkan warga

non muslim yang dalam syariah disebut Ahlul Dzimmah dijamin keamanannya oleh

negara. Sampai-sampai Rosulullah saw mengatakan siapa yang menyakiti ahlul

dzimmah , berarti menyakitiku. 



Bung Thamrin sepertinya sangat kritis terhadap syariah Islam. Tapi agak

kurang kritis terhadap sistem sekuler yang diadopsi Indonesia saat ini.

Padahal sistem sekuler -yang dibangga-banggakan Bung Thamrin ini- telah

menjadi dasar yang kokoh bagi penerapan sistem Kapitalisme. Hal itu terjadi

karena agama tidak boleh campur tangan dalam masalah ekonomi, politik, atau

pendidikan. Akibatnya negara diatur oleh sistem kapitalisme. 



Kita lihat sendiri bagaimana hasilnya. Kemiskinan meningkat akibat

liberasisasi sektor migas yang berimbas pada kenaikan BBM. Beban masyarakat

juga bertambah akibat mahalnya pendidikan dan kesehatan setelah

diliberalisasi. Kekayaan alam kita dirampok oleh asing atas nama free market

dan investasi asing, sebaliknya rakyat miskin dan busung lapar. 



Kalau Bung Thamrin menolak syariah Islam hanya karena berasal dari kelompok

Islam, bung Thamrin juga seharusnya menolak sistem sekuler-kapitalisme yang

juga berasal dari sekelompok masyakat (kelompok sekuler) . Bung Thamrin juga

seharusnya melihat ketika agama tidak boleh campur tangan dalam masalah

kenegaraan, aturan kapitalisme yang berasal dari segelintir orang (para

milik modal) lah yang diterapkan. Terjadilah tirani minoritas atasnama suara

mayoritas. 



Sering kali kelompok sekuler sangat alergi terhadap syariah Islam kalau

diterapkan negara. Pertanyaan kritis kenapa anda hanya mempersoalkan kalau

syariah diterapkan oleh negara ? Sebaliknya melegalkan

sekulerisme,kapitalisme, diterapkan oleh negara ? Cara pandang ini jelas

tidak obyektif. Menolak syariah Islam diterapkan negara ,hanya karena

berasal dari Islam sungguh tidak obyektif. Sementara ide-ide Kapitalisme

yang sebenarnya berasal dari pemikir-pemikir Barat diterima dengan lapang

dada tanpa sikap kritis. 



Bahwa umat Islam membutuhkan negara Islam , sebenarnya bisa dimengerit.

Sebab, sistem apapun pastilah membutuhkan negara, sebab negaralah yang

memiliki otoritas ,legalitas, dan kekuatan memaksa. Sistem kapitalisme untuk

bisa diterapkan jelas butuh negara yang berdasarkan kapitalisme. Untuk bisa

menerapkan sosialisme jelas butuh negara yang berasas sosialisme. Logika ini

sangat sederhana. Artinya, tidak akan mungkin syariah Islam secara

menyeluruh bisa diterapkan tanpa legalitas negara. Penentuan mata uang

berdasarkan emas (dinar), tidak bolehnya tambang emas dan minyak dikuasai

oleh asing, kewajiban untuk menjamin kebutuhan masyarakat pasti membutuhkan

negara. Termasuk memberikan sanksi bagi pezina, penjudi, pencuri, pemerkosa,

pembunuh, tentu butuh legalitas negara yang memaksa. Jadi kalau umat Islam

membutuhkan negara Islam adalah normal-normal saja. Apalagi kalau rakyat

menghendaki, tentu tidak ada alasan untuk menolaknya . 



Ironisnya, Bung Thamrin menyalahkan agama, dia anggap gagal menyelesaikan

persoalan kemiskinan komunitas umatnya umatnya. Kalau agama yang dimaksud

bung Thamrin adalah Islam, jelas tuduhan anda salah alamat. Bagaimana

mungkin anda menyalahkan Islam, padahal negara saat ini tidak menerapkan

syariah Islam. 



Apalagi, masalah kemiskinan jelas tidak bisa diserahkan kepada komunitas

umat beragama . Penyelesaikan persoalan kemiskinan membutuhkan kebijakan

politik. Menghentikan kebijakan yang membolehkan asing menguasai tambang

emas dan minyak kita jelas butuh kekuatan dan kebijakan politik. Kenaikan

BBM adalah kebijakan politik yang bisa dihentikan juga dengan kebijakan

politik. 



Perlu kami tegasnya semua cara pandang seperti Bung Thamrin adalah cara

pandang sekuler. Dimana agama hanya diakui dalam masalah indivual, moral,

atau ritual. Sebaliknya agama harus dijauhkan dari persoalan politik,

ekonomi, dan ketatanegaraan lainnya. Padahal sekulerisme telah menimbulkan

bencana yang luar biasa. Seharusnya yang disalahkan adalah sekulerisme yang

menjadi asas dari sistem kapitalisme. Inilah yang menjadi pangkal bencana

yang menyusahkan masyarakat. Bukan syariah Islam. Jadi kegigihan siapapun

menyalahkan syariah Islam dan sebaliknya membela sekulerisme membuat

posisinya harus dipertanyakan. Apakah anda berpihak kepada rakyat atau tidak

? 



oleh Farid Wadjdi diambil dari  <http://hizbut-tahrir.or.id/>

http://hizbut-tahrir.or.id 



[Non-text portions of this message have been removed]





    
     

    
    


 



  







[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke