Kalo fpi,hti,hmna dkk nggak sadar sendiri maka orang lain akan menyadarkan 
mereka.membuat arcon jadi rindu suharto :-( Caranya ruang mereka mesti 
diperkecil, bukan malah dilebarin atau disejajarkan. Yg mengganggu ketertiban 
umum ditangkepin semua ketika mereka berulah,biang2nya dipenjara lebih lama ato 
dikucilin secara sosial. Pengikutnya dibimbing disadarkan.saya nggak pernah 
capek berdakwah di kalangan pks hti kapan saja sempet:-)
Saya berceramah karena rasa sayang kpd mereka. Kalo lagi kesel mendingan diam 
dulu.
Sayap muhammadiyah nu yg moderat mesti jadi sparring partner mereka, jangan 
malah apologis. Kurasa lsm/ngo utk capacity building jamaah sesat ini mesti 
didirikan karena ngo punya strategi inovatif utk ini. Warna islam yg diajarkan 
adalah warna kemanusiaan dg konteks indonesia ke masa depan, bukan arab abad 6. 
Gimana temans? Setuju?
Salam
Mia

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: "Ary Setijadi Prihatmanto" <ary.setij...@gmail.com>
Sender: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Date: Fri, 25 Jun 2010 11:33:54 
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
Reply-To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Subject: Re: [wanita-muslimah] FPI Bubarkan Sosialisasi Kesehatan Komisi IX DPR

Mbak Mia,

In their universe, mereka kan merasa jadi subyek yang beraksi.
Orang lain kan kerak neraka, pastinya takut dah sama mereka....

Apa mereka merasa jadi "tools" dari suatu Subyek lain dalam kaitannya sama 
mediasi ke Obyek tertentu (activity theory, sekalian pake teori buatan orang 
Sovyet :-D)? Kayaknya gak... :-(
Dan kayaknya juga, gak ada mekanisme perbaikan diri yang memugkinkan mereka 
sadar itu.




----- Original Message ----- 
From: <al...@yahoo.com>
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
Sent: Saturday, June 26, 2010 8:32 AM
Subject: Re: [wanita-muslimah] FPI Bubarkan Sosialisasi Kesehatan Komisi IX 
DPR


> Arcon grombolan fpi dan sejenisnya ini makin merajalela saja.bagian dari 
> premanism akar rumput dg warna fundamentalis.menurutmu sikap kita 
> memelihara fpi ini bagian dari taktis manajemen preman ato karena kita 
> takut?
> Salam
> Mia
>
> Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung 
> Teruuusss...!
>
> -----Original Message-----
> From: Ari Condro <masar...@gmail.com>
> Sender: wanita-muslimah@yahoogroups.com
> Date: Fri, 25 Jun 2010 07:52:14
> To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
> Reply-To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
> Subject: Re: [wanita-muslimah] FPI Bubarkan Sosialisasi Kesehatan Komisi 
> IX
> DPR
>
> 1. acaranya jelas sosialisasi masalah kesehatan, bukan inisiasi ideologi
> pki.  (lain kali kalo ada yg bikin inisiasi ideologi islam yg berbau makar
> pada pemerintah kayak bikin bikin kerajaan islam ala khilafah gue bisa 
> doenk
> bubarin secara sepihak, palagi yg bau baunya ngedukung terorisme)
>
> 2. yg membuat acara anggota DPR dan bukan dalam rangka penyebaran 
> komunisme
>
> 3. forum banyuwangi cinta damai dan fpi gak punya wewenang ngebubarin 
> acara
> secara sepihak.
>
>
> salam,
> Ari
>
>
> 2010/6/25 H. M. Nur Abdurahman <mnur.abdurrah...@yahoo.co.id>
>
>>
>>
>> Pantulan:
>> Ada sebuah kejadian tentang kasus seorang pencuri yang sempat ketahuan 
>> dan
>> melarikan diri sambil diteriaki oleh sang pemilik rumah dengan ucapan:
>> "PKI...", lalu pencuri ini membalas teriakan tersebut dengan: "Saya bukan
>> PKI, saya pencuri".
>>
>> UU No.27 thn 1999 dengan tegas menyatakan melarang penyebaran, 
>> pengembangan
>> marxisme-komunisme atau bentuk perwujudan lainnya (Psl.107a), serta
>> menegaskan bahwa dipidana penjara 15 (lima belas) tahun barang siapa yang
>> mendirikan yang diketahui atau patut diduga menganut ajaran
>> komunisme/marxisme-leninisme dalam segala bentuk perwujudannya, barang 
>> siapa
>> yang mengadakan hubungan dengan atau memberikan bantuan kepada 
>> organisasi,
>> baik di dalam maupun di luar negeri, yang diketahui berasaskan
>> marxisme-komunisme dalam segala bentuk dan perwujudannya (Psl.107e).
>>
>> Salam
>> HMNA
>> ****************************************************************
>>
>> BISMILLA-HIRRAHMA-NIRRAHIYM
>>
>> WAHYU DAN AKAL - IMAN DAN ILMU
>> [Kolom Tetap Harian Fajar]
>> 476 Lindungilah Tunas Bangsa dari Marxisme
>>
>> "Pembakaran buku Franz hanya satu simbol. Seluruh buku komunis harus
>> dimusnahkan, sebab meracuni generasi muda," ujar HM Suaib D, Ketua Umum
>> Gerakan Pemuda Islam (GPI) kepada pers. GPI adalah salah satu di antara 
>> 33
>> ormas pendukung Aliansi Anti Komunis (AAK). Yang dimaksud dengan buku 
>> Franz
>> adalah buku berjudul Pemikiran Karl Marx oleh Franz Magnis Suseno. Ratna
>> Srumpaet yang mewakili Aliansi untuk Kemerdekaan Berpikir dan Bersuara
>> (AKBB) menyahut: "Iqra, bacalah, bukan bakarlah!" Hai, Ratna, jangan
>> memotong ayat. Lengkapnya Firman Allah (demi keotentikan transliterasi 
>> huruf
>> demi huruf):
>> -- AQRA^ BASM RBK ALDZY KHLQ (S. AL 'ALQ, 1), dibaca: Iqra' bismi 
>> rabbikal
>> ladzi- khalaq (s. al 'alaq), artinya:
>> -- Bacalah atas nama Maha Pemeliharamu Yang mencipta (96:1).
>>
>> Apakah masuk dalam logika sehat, para remaja dan mahasiswa Muslim disuruh
>> atas nama Allah Yang Maha Pemelihara Maha Pencipta untuk membaca 
>> buku-buku
>> beraliran kiri yang berlandaskan paradigma atheisme historische
>> materialisme, hai Sarumpaet? Sekali lagi kami ingatkan, jangan mengelabui
>> para remaja dan mahasiswa Muslim dengan menjual ayat secara memotong 
>> ayat,
>> hai Sarumpaet!
>>
>> AAK berjanji akan menyisir dan membakar buku-buku kiri pada Hari
>> Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2001. Penyisiran dan pembakaran itu tidak 
>> jadi
>> dilaksanakan, bukan karena Pemerintah melarang sweeping buku kiri. 
>> "Gertakan
>> yang serius" dari AAK berhasil menciutkan nyali pemilik toko buku yang
>> berorientasi pada pertimbangan ekonomis. Para pemilik toko buku tidak 
>> berani
>> mengambil risiko, sehingga mengembalikan buku-buku kiri kepada 
>> penerbitnya
>> sebelum 20 Mei.
>>
>> ***
>> Bertebarnya buku-buku marxisme pada hakekatnya tidak terpisahkan dari
>> gerilya politik yang dilancarkan oleh komunis gaya-baru. Buku-buku aliran
>> kiri itu sangat bermanfaat bagi gerakan komunis gaya baru tersebut dalam
>> upaya menjaring para remaja dan mahasiswa Muslim untuk dibina melalui
>> diskusi sehingga para remaja dan mahasiswa Muslim itu tanpa sadar menjadi
>> pion-pion orang-orang komunis, karena mereka telah diberi suntikan 
>> "narkoba"
>> marxisme sehingga terbius. Beberapa mahasiswa saya di Fakultas Teknik UMI
>> menjadi simpatisan Partai Rakyat Demokratik (PRD) dari bacaan-bacaan yang
>> dibacanya dan dari diskusi-diskusi yang diikutinya. Mereka menyangka 
>> seorang
>> marxist dapat saja menjadi Muslim yang baik. Bahkan Drs H. Abdurrahman,
>> seorang dosen senior IAIN, mengakatakan dalam sebuah forum mubahatsah, 
>> bahwa
>> tidak kurang dari mahasiswa-mahasiswanya adalah simpatisan PRD yang
>> menyangka bahwa marxisme itu sangat Islami. Di Jakarta onderbouw dari PRD
>> yaitu Forum Kota (Forkot) dan Front Aksi Mahasiswa dan Rakyat Untuk
>> Demokrasi (Famred), berbasis massa di IAIN.
>>
>> Cerita lama berulang kembali. Riwayatmu dulu (meminjam ungkapan Gesang
>> dalam Bengawan Solo), Alimin, yang orang tuanya Muslim yang baik, sejak 
>> umur
>> 16 tahun "dicuri" dari orang tuanya dikirim ke Rusia ditempa menjadi 
>> kader
>> komunis. Pulang ke Indonesia menjadi benggolan komunis yang menyusup ke
>> dalam Syarikat Islamnya Allahu yarham HOS Tjokroaminoto. Riwayatmu ini 
>> (juga
>> meminjam dari Gesang), Budiman Sudjatmiko, yang orang tuanya Muslim taat 
>> di
>> Bogor menjadi Ketua PRD dan Faisal Reza, yang kemanakan Tosari Wijaya,
>> menjadi Sekjen PRD, merupakan reklame yang baik sekali untuk memikat para
>> remaja dan mahasiswa Muslim dengan slogan palsu: "Seorang marxist dapat 
>> saja
>> menjadi Muslim yang baik, dan marxisme itu sangat Islami."
>>
>> Agar para remaja, mahasiswa dan buruh Muslim dapat menjaga diri tidak 
>> kena
>> suntik narkoba marxisme oleh gerilya politik komunis gaya-baru, maka di
>> samping PRD, Famred dan Forkot yang telah disebutkan di atas, perlu
>> mengetahui pula ormas-ormas yang sejenisnya: Liga Mahasiswa Untuk 
>> Demokrasi
>> (LMUD), Komite Buruh Aksi untuk Reformasi (Kobar), Front Nasional 
>> Perjuangan
>> Buruh Indonesia (FNPBI), dan Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI).
>> Agitasi yang dilancarkan mereka berselubung ataupun bertopengkan
>> memperjuangkan demokrasi, HAM dan membela kaum buruh.
>>
>> ***
>>
>> UUD 1945 mengamanatkan kepada Pemerintah untuk mencerdaskan kehidupan
>> bangsa. Maka berkatalah Tri Agus, koordinator AKBB: "Bagaimana bangsa ini
>> mau cerdas kalau bukunya dibakar". Bangsa ini akan tetap dapat dibuat 
>> cerdas
>> tanpa peredaran buku-buku kiri, hai Agus. Bahkan tunas bangsa harus
>> dilindungi dari racun atheisme yang ditebarkan oleh buku-buku kiri. UUD
>> mengamanatkan kepada Pemerintah untuk melindungi segenap bangsa 
>> Indonesia.
>> Terhadap racun atheisme Tap MPRS No.XXV/MPRS/1966, yang dikukuhkan oleh 
>> Tap
>> MPR No.V/MPR/1973, mengamanatkan kepada Pemerintah untuk melarang 
>> penyebaran
>> ajaran komunisme, leninisme dan marxisme. Lagi pula UU No.27 thn 1999
>> menegaskan pelanggaran terhadap larangan itu adalah tindak pidana. 
>> WaLlahu
>> A'lamu bi Al Shawa-b.
>>
>> *** Makassar, 27 Mei 2001
>> [H.Muh.Nur Abdurrahman]
>>
>> http://waii-hmna.blogspot.com/2001/05/476-lindungilah-tunas-bangsa-dari.html
>>
>> ###############################################################
>>
>>
>> ----- Original Message -----
>> From: "sunny" <am...@tele2.se <ambon%40tele2.se>>
>> To: <Undisclosed-Recipient:;>
>> Sent: Friday, June 25, 2010 07:11
>> Subject: [wanita-muslimah] FPI Bubarkan Sosialisasi Kesehatan Komisi IX 
>> DPR
>>
>>
>> http://www.antaranews.com/berita/1277385567/fpi-bubarkan-sosialisasi-kesehatan-komisi-ix-dpr
>>
>> FPI Bubarkan Sosialisasi Kesehatan Komisi IX DPR
>> Kamis, 24 Juni 2010 20:19 WIB | Peristiwa | Kesehatan |
>> Banyuwangi (ANTARA News) - Front Pembela Islam (FPI) bersama Forum
>> Banyuwangi Cinta Damai dan LSM Gerak membubarkan acara sosialisasi 
>> kesehatan
>> gratis yang digelar Komisi IX DPR di salah satu rumah makan di Kelurahan
>> Pakis, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis.
>>
>> "Ini ada komunitas anggota PKI (Partai Komunis Indonesia). Kenapa ada di
>> sini?" kata Ketua FPI Banyuwangi, Aman Faturahman, kepada sejumlah 
>> peserta
>> pertemuan yang terkejut melihat kehadiran anggota FPI itu.
>>
>> Acara sosialisasi kesehatan gratis itu dihadiri Ketua Komisi IX DPR, dr.
>> Ribka Tjiptaning Proletariati dan anggota Komisi IX, Rieke Dyah Ayu
>> Pitaloka.
>>
>> Melihat suasana yang semakin memanas, panitia segera mengevakuasi Ribka 
>> dan
>> Rieke ke kantor DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Jalan
>> Jaksa Agung Suprapto, Banyuwangi.
>>
>> Menurut Ketua FPI Banyuwangi, pertemuan itu merupakan acara temu kangen
>> bekas anggota PKI dan keturunannya, sehingga pertemuan tersebut harus
>> dibubarkan.
>>
>> "Sosialisasi kesehatan gratis dari Komisi IX hanya sebagai kedok. Saya
>> curiga acara itu merupakan kegiatan terselubung untuk menumbuhkan 
>> semangat
>> komunisme lagi karena banyak peserta dari luar Kabupaten Banyuwangi yang
>> datang," kata Aman.
>>
>> Untuk itu, lanjut dia, FPI bersama organisasi masyarakat Islam di
>> Banyuwangi membubarkan acara tersebut untuk menjaga kondusivitas keamanan 
>> di
>> kabupaten paling timur Pulau Jawa itu.
>>
>> "Kami mengantisipasi tumbuhnya bibit PKI baru karena gerakan PKI pada 
>> tahun
>> 1965 berawal dari Kabupaten Banyuwangi," katanya menambahkan.
>>
>> Sementara itu, Ribka Tjiptaning mengaku kecewa dengan sikap FPI yang
>> membubarkan secara paksa acara sosialisasi kesehatan gratis Komisi IX 
>> DPR.
>> Padahal, menurut dia, sosialisasi tersebut sangat diperlukan oleh 
>> masyarakat
>> di daerah.
>>
>> "Kami tidak melakukan temu kangen bekas anggota atau keturunan PKI di
>> Banyuwangi. Acara kami ini murni tugas Komisi IX DPR tentang sosialisasi
>> pentingnya penyediaan fasilitas kesehatan gratis di daerah," katanya.
>>
>> Penulis buku berjudul "Aku Bangga Jadi Anak PKI" itu pada 2002 mengaku
>> sudah terbiasa mengalami intimidasi seperti itu.
>>
>> "Ini menunjukkan bahwa negara kita belum demokratis sehingga orang lain
>> masih berpikir awam tentang latar belakang saya," katanya.
>>
>> Sementara itu, Rieke menambahkan, kegiatan sosialisasi kesehatan gratis
>> tersebut merupakan kegiatan umum dan bisa dihadiri siapa saja, termasuk
>> bekas anggota atau keturunan PKI.
>>
>> "Saya menyayangkan sikap yang dilakukan FPI karena bekas anggota atau
>> keturunan PKI juga warga negara Indonesia," katanya.
>>
>> Wakil Ketua DPC PDIP Kabupaten Banyuwangi, Muhammad Abas, mengatakan
>> undangan yang hadir dalam kegiatan sosialisasi kesehatan gratis tersebut
>> berasal dari berbagai elemen, namun beberapa peserta yang hadir merupakan
>> keturunan keluarga bekas anggota PKI.
>>
>> "Memang benar, ada beberapa peserta yang keturunan keluarga bekas anggota
>> PKI," kata Abas yang juga menjadi panitia dalam kegiatan tersebut.(*)
>>
>> [Non-text portions of this message have been removed]
>>
>> [Non-text portions of this message have been removed]
>>
>>
>>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
> ------------------------------------
>
> =======================
> Milis Wanita Muslimah
> Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
> Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
> Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
> ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
> Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
> Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscr...@yahoogroups.com
> Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejaht...@yahoogroups.com
> Milis Anak Muda Islam mailto:majelism...@yahoogroups.com
>
> Milis ini tidak menerima attachment.Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
> ------------------------------------
>
> =======================
> Milis Wanita Muslimah
> Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
> Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
> Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
> ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
> Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
> Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscr...@yahoogroups.com
> Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejaht...@yahoogroups.com
> Milis Anak Muda Islam mailto:majelism...@yahoogroups.com
>
> Milis ini tidak menerima attachment.Yahoo! Groups Links
>
>
>
> 



------------------------------------

=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscr...@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejaht...@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelism...@yahoogroups.com

Milis ini tidak menerima attachment.Yahoo! Groups Links





------------------------------------

=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscr...@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejaht...@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelism...@yahoogroups.com

Milis ini tidak menerima attachment.Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    wanita-muslimah-dig...@yahoogroups.com 
    wanita-muslimah-fullfeatu...@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    wanita-muslimah-unsubscr...@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke