Iman yang kuat yang sering "dicoba" dan lulus. Kalo cuma liat paha mulus aja 
dah gelagapan, jakun naik turun, apalagi ditambah air liur meleleh .... ya ini 
diragukan keimanannya. Jangan "Paha" yang disalahkan. Kalo imannya kuat, mau 
liat bikini dimana-mana, paha terbuka dan sembulan indah payudara, ya tetap 
tenang saja .... malah bisa ketawa terbahak-bahak. Iman sekelas ini yang masuk 
kelas "Nabi"

salam
sts



--- In wanita-muslimah@yahoogroups.com, "H. M. Nur Abdurahman" 
<mnur.abdurrah...@...> wrote:
>
> Tergantung dari jenis musiknya dan gaya serta pakaian penyanyinya (jejaka dan 
> gadis).
> 
> Dicuplik dari: => http://waii-hmna.blogspot.com/1999/12/401-wasilah-dawah.html
> 
> Kesenian adalah wasilah (media) yang paling cocok untuk substansi yang 
> berhubungan dengan hati nurani. Rhoma Irama dengan lagu dangdutnya, Ainun 
> Najib dengan Kiyai Kanjengnya merupakan wasilah di bidang musik dewasa ini 
> yang populer. Hanya sayangnya lagu-lagu dangdut mempunyai irama yang genit, 
> merayu dan vulgar (irama India), sehingga tidak begitu cocok untuk wasilah 
> da'wah. Buktinya lagu-lagu dangdut itu pada umumnya menjurus kepada 
> rangsangan kekerasan dan libido kaum remaja. Sebenarnya lagu-lagu jenis 
> keroncong dan seriosa yang cocok sebagai wasilah da'wah. Sayangnya lagu-lagu 
> seriosa tidak merakyat, sedangkan lagu-lagu keroncong yang pernah merakyat 
> itu dikalahkan oleh lagu-lagu dangdut. Menjadi tantangan bagi seniman Muslim 
> untuk menggubah lagu-lagu keroncong sebagai wasilah da'wah. Di Tugu di 
> pinggiran Jakarta ada komunitas saudara-saudara sebangsa kita yang beragama 
> Nasrani, konon turunan dari bangsa Portugis, yang memakai lagu keroncong 
> sebagai musik dalam gereja. Walla-hu a'lamu bishshawa-b.
> 
> Salam
> HMNA
> 


Kirim email ke