Betul pak Chodjim, lha sampeyan juga gak mengundang saya 
waktu berceramah di alumni IPB di Kemang. Sudah kangen. 
Kita bicarain Indonesia Gaya, bukan jaya, lha wong mung 
gayane bae sing gede. Nyatanya serba amburadul. Olah raga 
makin mendelep, yang unggul cuma di bidang yang jelek-
jelek.
KM

----Original Message----
From: chod...@gmail.com
Date: 29/06/2010 23:52 
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
Subj: Re: [wanita-muslimah] Re: Piala Dunia dan Haramnya 
Rokok

Hahaha.... kapan Cak Sabri, ngumpul-ngumpul lagi sama Pak 
Ton, sambil ngrumpi Indonesia nan jaya..... 

Salim,

chodjim


  ----- Original Message ----- 
  From: St Sabri 
  To: wanita-muslimah@yahoogroups.com 
  Sent: Monday, June 28, 2010 2:46 AM
  Subject: [wanita-muslimah] Re: Piala Dunia dan Haramnya 
Rokok


    
  Ya makanya kalo pas disamping orang lagi ngrokok dan 
liat asap, jangan ikut ngisep asepnya. Gak beli rokok kok 
ikut ngisep, kata Imam Syafii, menelan yang belum dibayar 
itu hukumnya makruh :=))

  Saya nih paling enggan ngatur orang lain, contoh waktu 
istri saya bikin taman yang jadinya kayak kebon, mataku 
sepet banget ... jadi tiap lewat depan rumah saya merem. 
Istriku nanya : kok kamu tiap lewat sini merem. Tak jawab 
"kalo saya mengkritik desain taman kamu, ntar tersinggung, 
jadi karena saya ndak suka liat taman ini yang mending 
merem".

  :=))

  salam
  sts

  --- In wanita-muslimah@yahoogroups.com, Wikan Danar 
Sunindyo <wikan.da...@...> wrote:
  >
  > lho fatwa itu kan opini ulama, bukan hukum pemerintah
  > kalau mau ikut fatwa syukur, ga juga ga papa
  > misal mau ijtihad sendiri atau cari fatwa ulama lain
  > yang ngerasain enak/gak enaknya rokok dan akibatnya 
kan diri sendiri
  > kalau perlu asapnya jangan dihembusin ke mana2, telen 
aja sendiri
  > kalau ngrokok kepalanya dibungkus aja pake plastik 
biar asepnya gak ke mana2
  > 
  > salam,
  > --
  > Wikan
  > 



  

[Non-text portions of this message have been removed]




Kirim email ke