TAJUK Rencana Harian Fajar 30/6 - 2010

=========================
Rekening Miliaran Perwira Polri
=========================
INSTITUSI kepolisian RI seperti tak pernah sepi sorotan. Bukan hanya soal 
prestasinya menggulung pelaku aksi terorisme di berbagai daerah, melainkan juga 
tentang persoalan internalnya sendiri yang senantiasa mengabarkan banyak 
kejutan. Inilah yang dirasakan salah satu unsur penegak hukum kita awal pekan 
ini, yakni banyaknya perwira tinggi pemilik rekening "bongsor" berisi puluhan 
miliar rupiah. Anehnya, duit tersebut banyak yang tidak jelas asal-usulnya. 
Kejutan ini tengah menggegerkan kepolisian, terutama karena pada 1 Juli nanti 
mereka berulang tahun. Sebuah kado yang sungguh tidak mengenakkan.

Tak sampai di situ, sorotan pedas ini juga berlangsung saat pimpinan tertinggi 
polri akan berganti. Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri, rupanya 
dituntut menuntaskan kasus ini sebelum mengakhiri tugasnya jika tidak ingin 
citra kepolisian merosot drastis di mata publik. Dipastikan akan banyak asumsi 
dan dugaan liar di tengah gencar serta cepatnya arus informasi bergerak, bahwa 
uang berjumlah besar yang masuk ke rekening perwira polisi itu adalah ilegal. 
Semua tahu kalau kondisi penegakan hukum di Tanah Air di mana kepolisian ada di 
dalamnya, tidaklah bersih-bersih amat, sehingga potensi suburnya kecurigaan 
atas transaksi perbankan itu dinilai wajar.

Potensi kecurigaan publik tersebut bukannya harus dibantah mentah-mentah. Tugas 
kepolisianlah sebagai pihak tersorot untuk segera melakukan klarifikasi secara 
detail. Publik tentu tak ingin berhenti pada statement standar saja dengan 
mengatakan bahwa transaksi itu tidak benar adanya. Publik merindukan sebuah 
penjelasan panjang dan transparan kendati terbilang sulit.

Kredibilitas polri, demikian pula calon kapolri pengganti Bambang Danuri kelak 
akan bekerja keras membawa gerbong pengayom masyarakat ini untuk tetap bercitra 
baik di mata publik. Apalagi selama ini sudah sangat banyak sorotan yang 
menganggap institusi polri sebagai sarang mafia hukum. Artinya, asosiasi 
pemikiran publik akan mengarah pada pembenaran atas dugaan sebelumnya. Itulah
sebabnya, penjelasan detail dan transparan mesti bersifat segera, kecuali kalau 
para perwira tinggi polri berekening "bongsor" tadi mengakui keharaman sumber 
uangnya.

Namun demikian, terlepas dari benar tidaknya transaksi uang miliaran di 
rekening milik perwira polri, kita sesungguhnya punya target mulia, agar 
melalui kasus tersebut, mafia hukum bisa benar-benar terungkap dan diberantas, 
meski melibatkan perwira berpangkat bintang-bintang sekalipun. Kita tunggu 
peran semua penegak hukum melakukannya. Rakyat menunggu hasilnya.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke