Ada yang terlampaui lihat yang disispkan di bawah HMNA ----- Original Message ----- From: "donnie damana" <[email protected]> To: <[email protected]> Sent: Wednesday, June 30, 2010 22:48 Subject: Re: Bls: Pembagian kerja di antara tiga kelompok <= Re: [wanita-muslimah] FPI Bubarkan Sosialisasi Kesehatan Komisi IX DPR
Pressure group bukan barang haram, dan memang sudah seharusnya.. tapi gak maen bentak, maen gampar, maen caci, maen rusak... Wong yang nggak maksiat dan bikin kemaslahatan dengan kegiatan pengobatan massalnya aja digamparin. (Padahal katanya Islam gak kenal dosa turunan.. :( ) ############################################################################ HMNA: Pembubaran temu kangen PKI dan turunannya di Banyangi itu tidak ada hubungannya dengan dosa turunan, melainkan usaha terselubung untuk mulai membangkitkan komunisme dengan berkedok acara pengobatan gratis. Silakan baca nanti insya-Allah Seri 930 nanti dipublikasi hari Ahad 4 Juli 2010 seperti yang saya janjikan kepada Pak Muiz ######################################################################## Nggak beda dengan Amerikanya Dulatip yang gamparin negeri orang abis itu bilang kalo dunia nggak fair sama mereka Mau jadi pressure group ikuti jalur yang sudah disebut kang DWS. ####################################################### HMNA: Menuntut polisi secara hukum bukankah telah saya jawab! Perkara membentuk partai Politik sudah beberapa Partai Politik Islam yang bercorak amar makruf nahi munkar. Itu jalur yang panjang. Harus ada pembagian kerja. Jalur panjang melalui perjuangan politik, jalir pendek di lapangan dengan wujud pressure gorup. #####################################################.. ;D On Jun 30, 2010, at 4:26 PM, H. M. Nur Abdurahman wrote: > Apanya polisi mau dituntut? Polisi tiodak bisa disalahkan karena mereka > tidak punya payung hukum untuk menutup tempat-tempat masiyat, tidak punya > payung hukum untuk membubarkan kongres gay lesbian dll.. Keadaan tidak > adanya payung hukum yang menyebabkan timbulnya pressure groups seperti: > parlemen jalanan (demo mahasiswa), organisasi amar makruf nahi mungkar > seperti FPI, Forbes, FUI, FBCD, LSM Gerak dll. Selama polisi tidak punya > payung hukum untuk menjaring pelaku maksiyat baik itu perorangan, kelompok > dan perusahaan, selama itu pula timbulnya pressure groups di masyarakat > tidak dapat dibendung. > > HMNA > > ----- Original Message ----- > From: "Dwi Soegardi" <[email protected]> > To: <[email protected]> > Sent: Wednesday, June 30, 2010 21:54 > Subject: Re: Bls: Pembagian kerja di antara tiga kelompok <= Re: > [wanita-muslimah] FPI Bubarkan Sosialisasi Kesehatan Komisi IX DPR > > ya udah kalo pingin jadi pemerentah, > ente pimpin FPI untuk bikin partai, ikut pemilu. > > kalo emang udah menempuh tahapan-tahapan persuasi, dll, > tapi ngga dihiraukan, > polisi/pemerentah cuek aja, > apa sudah lewat jalur hukum? > Ada pengadilan tuntut tuh tempat hiburan misal secara perdata, > ada PTUN tuntut tuh polisi, walikota, dll, .... > Kalo ternyata emang secara hukum ngga ada masalah, > ya tuntut DPR/DPRD untuk mengubah peraturan .... > Kok belum apa-apa golok bicara :-( > Habis itu nyalahin media yang dibilang ngga fair. > Apa media harus diem aja lihat orang teriak allahu akbar sambil merusak? > > Lebih murah dan mudah sih daripada bikin partai, > ngumpulin orang, kampanye, dapat suara. > > 2010/6/30 H. M. Nur Abdurahman <[email protected]>
