Iya, Pak Ton, waktu itu malah saya tunggu-tunggu kedatangannya karena saya 
dapat info kalau Pak Ton mau datang.

Pengajian di Kemang itu rutin, Pak Ton, sebulan sekali pada hari Sabtu jam 14, 
saya mengisinya. Salah seorang warga WM juga ada koq yang menjadi penghadir 
setia --beliau lagi baca email ini, Pak Ton-- dan sekiranya Pak Ton berkenan, 
bisa hadr 17 Juli mendatang. Pengajian ini pada Agustus yang akan datang akan 
memasuki tahun yang ke empat.

Atau, kalau Pak Ton kenal baik dengan Mas Setiawan Djodi, bisa gabung di rumah 
beliau, yang juga sebulan sekali pada malam hari (jam 19), Minggu terakhir 
setiap bulannya. Monggo, silakan pilih.

Terima kasih.

Wassalam,

chodjim

 
  ----- Original Message ----- 
  From: kmj...@indosat.net.id 
  To: wanita-muslimah@yahoogroups.com 
  Sent: Tuesday, June 29, 2010 12:48 AM
  Subject: Re: [wanita-muslimah] Re: Piala Dunia dan Haramnya Rokok


    
  Betul pak Chodjim, lha sampeyan juga gak mengundang saya 
  waktu berceramah di alumni IPB di Kemang. Sudah kangen. 
  Kita bicarain Indonesia Gaya, bukan jaya, lha wong mung 
  gayane bae sing gede. Nyatanya serba amburadul. Olah raga 
  makin mendelep, yang unggul cuma di bidang yang jelek-
  jelek.
  KM

  ----Original Message----
  From: chod...@gmail.com
  Date: 29/06/2010 23:52 
  To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
  Subj: Re: [wanita-muslimah] Re: Piala Dunia dan Haramnya 
  Rokok

  Hahaha.... kapan Cak Sabri, ngumpul-ngumpul lagi sama Pak 
  Ton, sambil ngrumpi Indonesia nan jaya..... 

  Salim,

  chodjim

  ----- Original Message ----- 
  From: St Sabri 
  To: wanita-muslimah@yahoogroups.com 
  Sent: Monday, June 28, 2010 2:46 AM
  Subject: [wanita-muslimah] Re: Piala Dunia dan Haramnya 
  Rokok

  Ya makanya kalo pas disamping orang lagi ngrokok dan 
  liat asap, jangan ikut ngisep asepnya. Gak beli rokok kok 
  ikut ngisep, kata Imam Syafii, menelan yang belum dibayar 
  itu hukumnya makruh :=))

  Saya nih paling enggan ngatur orang lain, contoh waktu 
  istri saya bikin taman yang jadinya kayak kebon, mataku 
  sepet banget ... jadi tiap lewat depan rumah saya merem. 
  Istriku nanya : kok kamu tiap lewat sini merem. Tak jawab 
  "kalo saya mengkritik desain taman kamu, ntar tersinggung, 
  jadi karena saya ndak suka liat taman ini yang mending 
  merem".

  :=))

  salam
  sts

  --- In wanita-muslimah@yahoogroups.com, Wikan Danar 
  Sunindyo <wikan.da...@...> wrote:
  >
  > lho fatwa itu kan opini ulama, bukan hukum pemerintah
  > kalau mau ikut fatwa syukur, ga juga ga papa
  > misal mau ijtihad sendiri atau cari fatwa ulama lain
  > yang ngerasain enak/gak enaknya rokok dan akibatnya 
  kan diri sendiri
  > kalau perlu asapnya jangan dihembusin ke mana2, telen 
  aja sendiri
  > kalau ngrokok kepalanya dibungkus aja pake plastik 
  biar asepnya gak ke mana2
  > 
  > salam,
  > --
  > Wikan
  > 

  [Non-text portions of this message have been removed]



  

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke