Iya pak, nanti saya cari yang cocok waktunya. Dengan 
Setiawan Djodi saya kenal, cuma dia yang nggak kenal saya. 
Sama dengan SBY, Luna Maya, dsb yang saya kenal tetapi ia 
tidak kenal saya.
KM

----Original Message----
From: chod...@gmail.com
Date: 02/07/2010 2:53 
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
Subj: Re: [wanita-muslimah] Re: Piala Dunia dan Haramnya 
Rokok

Iya, Pak Ton, waktu itu malah saya tunggu-tunggu 
kedatangannya karena saya dapat info kalau Pak Ton mau 
datang.

Pengajian di Kemang itu rutin, Pak Ton, sebulan sekali 
pada hari Sabtu jam 14, saya mengisinya. Salah seorang 
warga WM juga ada koq yang menjadi penghadir setia --beliau 
lagi baca email ini, Pak Ton-- dan sekiranya Pak Ton 
berkenan, bisa hadr 17 Juli mendatang. Pengajian ini pada 
Agustus yang akan datang akan memasuki tahun yang ke empat.

Atau, kalau Pak Ton kenal baik dengan Mas Setiawan Djodi, 
bisa gabung di rumah beliau, yang juga sebulan sekali pada 
malam hari (jam 19), Minggu terakhir setiap bulannya. 
Monggo, silakan pilih.

Terima kasih.

Wassalam,

chodjim

 
  ----- Original Message ----- 
  From: kmj...@indosat.net.id 
  To: wanita-muslimah@yahoogroups.com 
  Sent: Tuesday, June 29, 2010 12:48 AM
  Subject: Re: [wanita-muslimah] Re: Piala Dunia dan 
Haramnya Rokok


    
  Betul pak Chodjim, lha sampeyan juga gak mengundang 
saya 
  waktu berceramah di alumni IPB di Kemang. Sudah kangen. 
  Kita bicarain Indonesia Gaya, bukan jaya, lha wong mung 
  gayane bae sing gede. Nyatanya serba amburadul. Olah 
raga 
  makin mendelep, yang unggul cuma di bidang yang jelek-
  jelek.
  KM

  ----Original Message----
  From: chod...@gmail.com
  Date: 29/06/2010 23:52 
  To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
  Subj: Re: [wanita-muslimah] Re: Piala Dunia dan 
Haramnya 
  Rokok

  Hahaha.... kapan Cak Sabri, ngumpul-ngumpul lagi sama 
Pak 
  Ton, sambil ngrumpi Indonesia nan jaya..... 

  Salim,

  chodjim

  ----- Original Message ----- 
  From: St Sabri 
  To: wanita-muslimah@yahoogroups.com 
  Sent: Monday, June 28, 2010 2:46 AM
  Subject: [wanita-muslimah] Re: Piala Dunia dan Haramnya 
  Rokok

  Ya makanya kalo pas disamping orang lagi ngrokok dan 
  liat asap, jangan ikut ngisep asepnya. Gak beli rokok 
kok 
  ikut ngisep, kata Imam Syafii, menelan yang belum 
dibayar 
  itu hukumnya makruh :=))

  Saya nih paling enggan ngatur orang lain, contoh waktu 
  istri saya bikin taman yang jadinya kayak kebon, mataku 
  sepet banget ... jadi tiap lewat depan rumah saya 
merem. 
  Istriku nanya : kok kamu tiap lewat sini merem. Tak 
jawab 
  "kalo saya mengkritik desain taman kamu, ntar 
tersinggung, 
  jadi karena saya ndak suka liat taman ini yang mending 
  merem".

  :=))

  salam
  sts

  --- In wanita-muslimah@yahoogroups.com, Wikan Danar 
  Sunindyo <wikan.da...@...> wrote:
  >
  > lho fatwa itu kan opini ulama, bukan hukum pemerintah
  > kalau mau ikut fatwa syukur, ga juga ga papa
  > misal mau ijtihad sendiri atau cari fatwa ulama lain
  > yang ngerasain enak/gak enaknya rokok dan akibatnya 
  kan diri sendiri
  > kalau perlu asapnya jangan dihembusin ke mana2, telen 
  aja sendiri
  > kalau ngrokok kepalanya dibungkus aja pake plastik 
  biar asepnya gak ke mana2
  > 
  > salam,
  > --
  > Wikan
  > 

  [Non-text portions of this message have been removed]



  

[Non-text portions of this message have been removed]




Kirim email ke