Arcon,tolong dong cari berita, habib memimpin fpi merangsek kanto2r polisi 
lantaran rekening gendut. Mungkin hmna akan happy.
Salam
Mia
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: Ari Condro <masar...@gmail.com>
Sender: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Date: Fri, 2 Jul 2010 05:12:59 
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
Reply-To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Subject: [wanita-muslimah] FPI gebuk gebukan dengan FBR ... heuh ....

Mau dibawa kemana negeri ini ? heuran deh


From: krl-ma...@yahoogroups.com
On Behalf Of ursula sitorus
Subject: [KRLMania.com ] OOT : FBR vs FPI



Mulai hari Senin 19 Juni, di ujung jalan Kramat Lontar yang menghubungkan
dengan jalan Kramat Sentiong sudah dipasang panggung, setelah saya
perhatikan ternyata akan ada acara dari FBR cabang Kramat Lontar, entah
apapun namanya.



Selasa, 20 Juni 2006, pk. 22.00 ketika sampai ke kos di Kramat Lontar, ada
kejadian yang benar benar di luar dugaan dan menurut saya, maaf, sangatlah
konyol!! Panggung milik FBR yang berjarak hanya 50 m dari kos menggelar
acara dangdutan, sedangkan di rumah sebelah saya, menggelar acara pengajian
yang notabene adalah milik FPI entah cabang apa. Yang paling parah adalah
keduanya sama sama memakai pengeras suara. Bisa dibayangkan bukan, betapa
ramainya kondisi sekitar kos saya, radius 50 m kekanan dan kekiri.



Bingung? Pasti!!! Mengapa kedua pihak ini sama sama bersikeras memakai
pengeras suara? Jujur saja, setelah 1 tahun numpang tinggal di kampung ini,
baru sekali ini mengalami kejadian ini. Setiap minggu entah hari apa, rumah
sebelah memang selalu menggelar acara pengajian, tapi baru kali ini memakai
pengeras suara yang beradu dengan suara dangdutan dari kelompok FBR.



Kalau dipikir lebih dalam mungkin tambah bingung. Dari sisi FBR, sebagai
orang yang punya kampung, mereka merasa berhak membuat apapun, dan pula
mungkin juga mereka mempunyai izin keramaian. Dari sisi FPI, mereka
mempunyai hak untuk berkumpul dan menyelenggarakan kegiatan keagamaan. Tapi
kedua duanya sama sama tidak punya TOLERANSI!!



Pk. 23.00 FPI dan FBR sama sama tidak memberikan kesempatan kepada
tetangganya untuk beristirahat. keduanya sama sama masih memakai pengeras
suara, mengganggu waktu istirahat apalagi yang besok harus ke kantor ataupun
ke sekolah. Keduanya pun tidak mau mengalah untuk memberikan kesempatan
untuk pihak mana duluan yang diberikan kesempatan melakukan kegiatannya
(serunya, dangdutan FBR menampilkan penyanyi yang lumayan seksi dan FPI
dengan anggotanya memakai pakaian muslim lengkap).



Pk. 23.30 dangdutan mendadak hilang, dan tidak lama lagi terdengar ribut
ribut di depan kos, saya langsung keluar kamar dan melihat dari teras lt. 3
kosan saya. Dan wow�� anak anak FPI menyerang FBR dengan melemparkan batu,
kayu, merusak panggung. Pemandangan yang mengerikan, mengapa? Karena setelah
pengajian, kok bisa bisanya mereka membuat keributan begitu, setelah
menyerang dan kembali berkumpul di depan kos saya dan menyebutkan beberapa
kalimat islami yang saya tidak tahu artinya. Setelah itu mereka membubarkan
diri. Tapi saya melihat, ada orang FBR yang berusaha melerai pertikaian ini
namun berbicara melalui HT. saya langsung menebak, pastinya ia memanggil
teman temannya mengingat Kramat Senen ini adalah kampungnya FBR.



Pk. 23.50, serentak kelompok FBR mendatangi rumah ustad dari FPI itu. Duh
ngeri deh, mereka bawa kayu, bamboo runcing, besi dan meneriakkan kata kata
kasar. Beberapa anak FPI yang bergerak menjauh dikejar sampai ujung jalan.
Ada 3 mobil polisi namun diam saja. Wow�. Mengerikan!!!



Sampai Pk. 01.00 jalan Kramat Lontar masih ramai dan mencekam. Masing masing
kelompok ini menyatakan dirinya yang benar. Seandainya acara FBR dibuka
dengan pengajian dan ceramah rohani dari FPI lalu dilanjutkan dengan
dangdutan ala FBR mungkin lebih baik, sehingga keduanya bisa berjalan tanpa
harus saling beradu pengeras suara.


urs


[Non-text portions of this message have been removed]




[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke