"chodjim"  wrote:
Kan sudah saya beritahu kemarin bahwa ada kepentingan orang kuat dalam 
pendirian FPI. Ini yang disangkal Abah. Lha, yang cerita sama saya dalam konkow 
rutin 2 minggu sekali itu kan ada mantan kepala bin dan mantan kepala bais di 
zaman orba. Mosok sih harus tidak dipercaya?
####################################################################
HMNA:
Bagaimana saya bisa percaya? Sekurang-kurangnya ada 3 alasan:

Pertma, dikatakan ada kepentingan orang kuat dalam pendirian FPI, tidak 
disebutkan siapa orang kuat itu? Diduga kuat itu orang kuat orde baru, dan 
tentu saja sudah tidak kuat lagi sekarang ini setelah orde baru tumbang. Tetapi 
mengapa FPI bisa berlanjut terus bahkan punya cabang-cabang di daerah lain.

Kedua, kalau itu FPI didirikan untuk kepentingan orang kuat tsb., berarti FPI 
didirikan top down, dan memang saya tidak yakin akan hal itu, karena sepak 
terjang FPI tidak berbeda dengan sepak terjang Forbes di Sulawesi Selatan di 
mana Forbes didirikan bottom up atas dasar keikhlasan / idealisme.

Ketiga, bagaimana mungkin itu mantan kepala bin dan mantan kepala bais di zaman 
orba bisa dipercaya kongkounya, mereka itu sama sekali tidak bersentuhan 
sejarah dengan FPI , karena orde baru sudah tumbang pada 21 Mei 1998 (Presiden 
Soeharto mundur dari jabatan Presiden), sedangkan FPI baru dideklarasikan pada 
5 Rabî´uts-Tsâni 1419 Hijriyyah / 17 Agustus 1998 Mîlâdiyyah oleh para 
deklarator aantara lain KH. Cecep Bustomi, Al-Habib Sholeh Alattas dan Habib 
Riziek
#####################################################################

21 Mei 1998 
Deklarasi pendirian FPI pada 5 Rabî´uts-Tsâni 1419 Hijriyyah / 17 Agustus 1998 
Mîlâdiyyah. Para deklarator al KH. Cecep Bustomi, Al-Habib Sholeh Alattas dan 
Habib Riziek


----- Original Message ----- 
From: "chodjim" <chod...@gmail.com>
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
Sent: Friday, July 02, 2010 23:27
Subject: Re: [wanita-muslimah] FPI Akan Bongkar Patung Naga di Kota Singkawang 
Demi Kerukunan Umat

Mas Arcon,

Kan sudah saya beritahu kemarin bahwa ada kepentingan orang kuat dalam 
pendirian FPI. Ini yang disangkal Abah. Lha, yang cerita sama saya dalam 
konkow rutin 2 minggu sekali itu kan ada mantan kepala bin dan mantan kepala 
bais di zaman orba. Mosok sih harus tidak dipercaya?

Salim,

chodjim

----- Original Message ----- 
From: "Ari Condro" <masar...@gmail.com>
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
Sent: Thursday, July 01, 2010 3:11 PM
Subject: [wanita-muslimah] FPI Akan Bongkar Patung Naga di Kota Singkawang 
Demi Kerukunan Umat


> amar ma'ruf yang mana nih ?
>
>
> *FPI Akan Bongkar Patung Naga di Kota Singkawang Demi Kerukunan Umat
> <http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/11/30/1/169229/fpi-akan-bongkar-patung-naga-di-kota-singkawang>
> *
>
> ttp://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/11/30/1/169229/fpi-akan-bongkar-patung-naga-di-kota-
> singkawang<http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/11/30/1/169229/fpi-akan-bongkar-patung-naga-di-kota-singkawang>
>
> PONTIANAK - Dewan pimpinan wilayah Front Pembela Islam (FPI) Kota 
> Singkawang
> memberi deadline (batas waktu) kepada Pemkot singkawang untuk segera
> menghentikan dan merobohkan patung naga yang dibangun di persimpangan 
> Jalan
> Niaga-Kempol Machmud.
>
> "Kami memberi deadline kepada Pemkot Singkawang untuk segera menghentikan
> pembangunan patung naga dan segera merobohkan bangunan yang sudah 
> berdiri,"
> kata ketua DPW FPI Kota Singkawang, Yudha R Hand, didampingi 
> sekretarisnya,
> M Zein dan sejumlah pengurus FPI dalam pernyataan resminya. Bila patung 
> naga
> tidak dirobohkan, FPI? akan melakukannya.
>
> "Kami akan membawa alat berat ke lokasi berdirinya patung naga yang 
> illegal
> tersebut," kata Yudha.
>
> Menurutnya, patung naga tersebut dibangun tanpa izin. Sebab, pihaknya 
> sudah
> mendatangi sejumlah intansi pemerintah yang diduga berwenang mengeluarkan
> izin pembangunan patung, namun tidak ada satupun instansi yang
> merekomensasikan pembangunan patung naga tersebut.
>
> "Kami sudah ketemu dengan pimpinan dinas-dinas seperti,? pejabat Dinas PU 
> Ir
> H Sueb Hamid, pejabat Dinas Budpar Drs Syech Bandar Msi, pejabat Dinas 
> Tata
> Kota, Drs H Agus Arifin Msi. Ternyata, mereka sama sekali tidak pernah
> mengeluarkan rekomendasi perizinan. Berarti, pembangunan patung naga
> illegal. Bila illegal, tentu harus dibongkar. Mengapa harus berani dengan
> PKL, dengan patung naga kok tak berani," kata Yudha mempertanyakan.
>
> Yudha mengingatkan, jangan sampai pembangunan patung naga ini akan memecah
> belah kerukunan umat beragama di Kota Singkawang. "Jangan hanya gara-gara
> ini, kerukunan umat beragama akan terganggu. Itu yang tidak kita 
> inginkan,"
> katanya
> ------------------------------------------------------------------------
>
> alesan yg ga masuk diakal, patung naga bisa ganggu kerukunan antar umat?
> hebat jg FPI bisa tau mana2 aja yg ilegal dan yg tidak, ntar lagi rumah2 
> yg
> ga ada ijin pun mungkin bakal dicek dan dibongkar FPI
> salam,
> Ari
>
>
> 2010/7/1 H. M. Nur Abdurahman <mnur.abdurrah...@yahoo.co.id>
>
>>
>>
>> reflection
>> Kalau tak ada berada,
>> tidaklah elang bersarang rendah.
>> Kalau bukan karena pki
>> buat apa bertempat di Banyuangi
>>
>> HMNA
>>
>> **********************************************
>> =============================================
>> Sisi FPI yang tidak terungkap (ditutupi oleh media masa)
>> =============================================
>> Front Pembela Islam (FPI) sebenarnya sudah lama jadi incaran aliansi 
>> musuh
>> Allah SWT yakni kelompok gabungan antara kelompok liberal, kelompok 
>> maksiat
>> (prostitusi, perjudian, dan pornografi), kelompok kuffar, dan aparat 
>> serta
>> pejabat yang selama ini mendulang uang haram dari perputaran bisnis haram
>> tersebut. Sejak berdiri pada tahun 1998, FPI memang getol memerangi
>> tempat-tempat maksiat. "Sudah banyak tokoh dan elemen Islam yang
>> menyampaikan amar ma'ruf, maka FPI memang mengkhususkan diri pada Nahyi
>> Munkar. Tapi tentu dengan prosedur yang benar secara hukum formal,
>>
>> Keberanian FPI ini dalam menggempur lokasi-lokasi kemaksiatan memang 
>> tidak
>> main-main. Rumah-rumah pelacuran, rumah judi, termasuk kantor tempat raja
>> media porno dunia "Playboy"di Jakarta, semua diganyang oleh laskar Islam
>> yang satu ini. Bagi media massa, baik cetak, radio, maupun teve, tindakan
>> FPI tersebut memang merupakan berita yang layak dijadikan tajuk utama.
>> Sayangnya, media-media yang juga banyak disusupi kelompok liberal dan
>> kelompok penyuka kemaksiatan ini yang diekspos adalah kekerasan FPI 
>> semata.
>>
>> Padahal, kekerasan atau penyerbuan yang dilakukan FPI merupakan jalan
>> terakhir yang terpaksa diambil FPI setelah melewati berlapis-lapis 
>> prosedur,
>> di antaranya mendesak kepolisian untuk berbuat.
>>
>> Media massa hanya mengekspos hal itu, tapi tidak memuat apa yang FPI
>> lakukan sebelum itu. Penyerbuan atau pengrusakkan merupakan langkah 
>> terakhir
>> yang diambil FPI setelah melewati tahap-tahap sebelumnya. Jika ada 
>> informasi
>> yang menyebutkan di suatu tempat ada lokasi yang tidak beres, maka FPI
>> biasanya mengirim intelijennya yang terdiri dari beberapa orang untuk
>> menggali informasi yang valid. Jika benar itu tempat yang tidak beres, 
>> maka
>> ada dua pengelompokkan yang FPI lihat. Jika tempat maksiat itu didukung
>> warga sekitar dalam arti banyak warga sekitar yang mencari nafkah di sana
>> dan menggantungkan hidupnya di sana, maka FPI kirim ustadz untuk memberi
>> pencerahan. Ini sisi amar ma'ruf FPI. FPI mendirikan pengajian dan
>> sebagainya.
>>
>> Namun jika tempat maksiat itu ternyata meresahkan warga sekitar, dan 
>> banyak
>> yang dilindungi oleh preman terorganisir atau malah ada oknum aparat yang
>> ikut melindungi, maka FPI biasanya melayangkan surat pemberitahuan kepada
>> pihak kepolisian agar polisi bisa bersifat pro-aktif. Jika sampai waktu 
>> yang
>> FPI minta belum ada tindakan apa pun juga dari kepolisian, FPI 
>> melayangkan
>> surat kembali mendesak agar aparat segera turun tangan. Ini FPI lakukan
>> sampai tiga kali. Namun jika aparat ternyata diam terus, tidak 
>> menunjukkan
>> itikad baik untuk menyikat kemaksiatan, maka FPI pun segera mengirim 
>> surat
>> pemberitahuan bahwa FPI akan mengirim laskarnya ke tempat tersebut untuk
>> membantu tugas kepolisian. Ini semata-mata FPI lakukan karena polisi 
>> tidak
>> bertindak.
>>
>> FPI membantu tugas kepolisian. Ini patut diberi tekanan. Karena polisi
>> terlalu sibuk sehingga tempat maksiat tersebut tetap berjalan dengan aman
>> dalam meracuni masyarakat, maka laskarFPI yang turun. Selain memberi 
>> surat
>> kepada polisi, FPIpun melayangkan surat pemberitahuan berlapis-lapis 
>> kepada
>> pengeloal tempat kemaksiatan itu, dan biasanya mereka membandel karena
>> menganggap polisi saja tidak berani membereskannya, apalagi FPI. Tapi 
>> sekali
>> lagi ditekankan, FPI berjihad untuk menegakkan agama Allah, jadi FPI 
>> tidak
>> kenal takut terhadap segala kemaksiatan. Mereka yang berada di jalan 
>> setan
>> saja berani, masak FPI yang berjaung di jalan Allah harus takut!
>>
>> Sisi inilah yang jarang diekspos media massa sehingga masyarakat banyak
>> tahunya FPI ini organisasi anarkis. Padahal FPI telah melakukan
>> berlapis-lapis peringatan, bahkan berkoordinasi dengan kepolisian.
>>
>> Sebenarnya, media-media massa di negeri ini banyak yang mengetahui hal
>> tersebut. Namun disebabkan mereka memang banyak yang berkepentingan agar 
>> FPI
>> bubar, maka yang diberitakan adalah sisi kekerasan dari FPI. Padahal, FPI
>> hanya membantu tugas kepolisian yang terlalu sibuk dengan tugas-tugas 
>> rutin.
>> (rz)
>> .
>>
>> ----- Original Message -----
>> From: "sunny" <am...@tele2.se <ambon%40tele2.se>>
>> To: <Undisclosed-Recipient:;>
>> Sent: Thursday, July 01, 2010 23:27
>> Subject: [wanita-muslimah] Indonesian Military Behind Islamist Thugs,
>> Lawmaker
>>
>>
>> http://www.thejakartaglobe.com/home/indonesian-military-behind-islamist-thugs-lawmaker/383394
>>
>> June 30, 2010
>>
>> Members of the hardline Islamic Defenders' Front (FPI), pictured here in 
>> a
>> file photo, forced the cancellation of a House of Representatives-led
>> meeting on free health care in East Java because they thought, 
>> mistakenly,
>> that it was being led by the banned Indonesian Communist Party (PKI). 
>> (AFP
>> Photo/Romeo Gacad)
>>
>> Indonesian Military Behind Islamist Thugs, Lawmaker
>>
>> A lawmaker on Wednesday accused the security forces of secretly 
>> supporting
>> Islamist vigilantes as a kind of paramilitary force to intimidate 
>> opponents
>> and commercial rivals.
>>
>> Indonesian Democratic Party of Struggle lawmaker Eva Kusuma Sundari said
>> extremist vigilantes known for violent attacks on bars, minorities and 
>> human
>> rights advocates had direct links to military and police generals.
>>
>> "The organization is now part of the conflict management strategy the
>> Indonesian military exercises to maintain its power," she told AFP,
>> referring to the stick-wielding fanatics known as the Islamic Defenders
>> Front (FPI).
>>
>> "There are several military personnel who still 'use' the services of the
>> FPI... I suspect they maintain and protect the FPI because they still 
>> have
>> interests with them."
>>
>> The FPI is known for threatening, intimidating and physically attacking
>> Indonesians with almost complete impunity, despite repeated calls for the
>> government to ban the organization.
>>
>> On Sunday it threatened "war" against the Christian minority in the 
>> Jakarta
>> suburb of Bekasi and urged all mosques in the city to create armed 
>> militias.
>>
>>
>> Sundari is a member of a group of MPs who has demanded the government 
>> crack
>> down on the vigilantes after they burst into an official meeting on 
>> health
>> care in East Java last week and accused the organisers of being 
>> communists.
>>
>> FPI chairman Habib Rizieq hit back at the group's critics, saying they 
>> were
>> part of a conspiracy among communists and liberals against the imposition 
>> of
>> sharia or Islamic law in the secular but mainly Muslim country.
>>
>> "Police should not discriminate -- whoever propagates communism should be
>> brought to justice as it is a criminal offence," he told a press 
>> conference
>> at FPI headquarters in Jakarta.
>>
>> He did not renounce violence and when a journalist asked him to respond 
>> to
>> community concerns about violence he accused him of being a communist.
>>
>> Agence-France Presse

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke