ya bukannya itu juga praktek2 yang dilakukan kekhalifahan islam?
kekhalifahan islam itu internasionalisasi sama halnya seperti
komintern (komunis internasional)
sesama negara komunis adalah "bersaudara"/kamerad/brotherhood
pejabat2 khalifah drop2-an dari pusat, bahkan cenderung KKN (dimulai
dari Khalifah Utsman)
gak ada tuh sistem pemilu/demokrasi, pokoknya kebenaran datangnya dari pusat

denger2, waktu Mbah Marx merumuskan sosialisme sebagai antithesis
terhadap kapitalisme, beliau terinspirasi sosialisme Islam di jaman
Nabi
yang kemudian menjuluki jadi Marxisme kan murid2-nya yang kemudian
mengkultusindividukan beliau
ajaran beliau bertransformasi jadi komunisme/stalinisme/leninisme yang
kemudian lebih berwajah bengis dan revolusioner buat memuluskan jalan
menuju Rusia yang fully-communist
makanya ajaran2 Marx diterima dengan baik di negara-negara yang
mayoritas penduduknya Islam sebagai anti-thesis terhadap kapitalisme
dan kolonialisme barat
cuman komunisme ini yang kemudian kebablasen dan berbalik arah menjadi
materialisme dan atheisme sehingga meninggalkan nilai2 spiritual

salam,
--
Wikan

2010/7/5 Dwi Soegardi <soega...@gmail.com>:
> 1. Dulu ada kolomnya Romo Mangun di Tempo (awal 90-an?),
> menyoroti tentang politik di komunis Uni Sovyet.
> Misalnya:
> - sebenarnya ada banyak partai di Uni Sovyet, berlomba-lomba dalam pemilu,
> tapi tentu saja hanya ada satu partai sejati: Partai Komunis
> - semua pejabat partai, pejabat pemerintah daerah, di-"drop" dari pusat
> - dll
> yang ciri-cirinya ternyata mirip dengan "partai berkuasa" waktu itu: Golkar.
>
> 2. Di masa kepemimpinan Golkar oleh Harmoko,
> pernah dalam Kongresnya, si Bung ini berpidato
> (tidak berapi-api tentunya, tapi bikin ngantuk)
> yang antara lain isinya mengritik PKI seperti biasanya.
> Di akhir pidato dia memberi hormat kepada rekan-rekan sejawat yang diundang,
> para pemimpin partai yang berkuasa di negara-negara tetangga
> antara lain pemimpin partai di Cina dan Vietnam.
> Si Bung ini cukup licin juga (atau licik)
> menyebut nama partai tersebut dalam bahasa Inggris, atau dalam singkatannya
> PKC.
> Tapi apa ngga kurang ajar ya?
>
> 3. Kembali ke kritik Romo Mangun,
> coba baca lagi Draft Konstitusi HT,
> atau kalau ada rancangan UUD Syariahnya para pembela Islam ini,
> jajarkan dengan praktek komunis di Sovyet,
> kayaknya susah deh mbedainnya hehehe
> "Khalifah" itu terjemahan bahasa Russianya "Sekjen Partai Komunis" :-)

Kirim email ke