coba kita buktikan klaim HT mau menyelamatkan Indonesia
Indonesia saat ini berdasar Pancasila, khalifah berdasar syariat
Islam, berarti membubarkan NKRI yang berdasar Pancasila
Indonesia saat ini menggunakan konstitusi nasional, khalifah
menggunakan syariat Islam, berarti NKRI mau dibubarkan
Indonesia saat ini adalah negara yang berdaulat, khalifah bermaksud
menyatukan negara2 dalam kekuasaannya, berarti NKRI akan dihapus dan
dijadikan bagian dari kekhalifahan
jadi jelas2 yang dilakukan HT adalah upaya makar, penggantian
ideologi, dasar negara dan pembubaran negara terhadap NKRI yang sah
apakah HT bisa menolong Indonesia mengingat khalifah sendiri tidak ada
bagaimana mungkin kita meminta pertolongan pada sesuatu yang tidak ada?
sekarang tanyakan siapa pendukung khilafah? mereka adalah orang2 yang
ambisius yang mau menggunakan dogma agama untuk kepentingan politiknya
apa iya mereka mau memperjuangkan islam, mengingat cara2-nya
menggunakan taktik a la machiavelli yang menghalalkan segala cara,
mengedepankan nafsu politik ketimbang akhlak kepada sesama muslim
serta berencana melakukan bughot/pemberontakan terhadap
pemimpin/pemerintah yang sah

salam
--
Wikan


2010/7/5 H. M. Nur Abdurahman <mnur.abdurrah...@yahoo.co.id>
>
>
>
> KM wrote:
> Sepertinya yang dipermasalahkan bung Wikan adalah kesamaan antara PKI dengan 
> HTI/FPI, yaitu semuanya ingin mengganti dasar negara NKRI dari Pancasila 
> menjadi Komunis (untuk PKI), dan Islam (untuk FPI dan HTI). Lebih lagi HTI 
> ingin menjadikan Indonesia sebagai bagian (jajahan?) dari negara Islam yang 
> dipimpin seorang khalifah.
> Tetapi jawaban pak HMNA ke arah yang lain.
> ##########################################################
> HMNA:
> Sebenarnya yang paling absah untuk menjawab bung Wikan adalah HTI sendiri. 
> Itulah sebabnya yang saya posting adalah: "Catatan Jubir HTI: The Jakarta 
> Post dan Bias Media (iasma)".. Apa Pak KM sudah baca baik-baik postingan itu? 
> Sebab dalam "Catatan Jubir HTI: The Jakarta Post dan Bias Media (iasma)" 
> sudah terjawab yang dipermasalahkan bung Wikan adalah kesamaan antara PKI 
> dengan HTI. (Semua postingan saya mengenai FPI juga sebenarnya sudah terjawab 
> yang dipermasalahkan tersebut).
>
> Baiklah, saya copy paste dari bawah:
>
> Di bagian lain, Bram juga menuduh, dengan mengutip Ed Husain (yang pernah 
> hanya beberapa saat ikut halqah bersama HT Britain), bahwa HT banyak 
> menggunakan metode Lenin dan Trotsky. Mungkin karena pemikiran Lenin sudah 
> puluhan tahun dilarang di sini, maka tidak seorang pun ias menunjukkan ada 
> pengaruh Lenin dalam metode HT. Hanya karena HT mengemas ide Lenin dalam 
> jargon Islam, tidak berarti Leninisme tidak ada.
>
> Baik Ahmadiyah maupun HT keduanya memang mengajak orang untuk mempercayai 
> Islam yang menjadi versinya. Bedanya, Ahmadiyah lebih concern pada aspek 
> spiritual, sedangkan HT pada aspek politik. Ahmadiyah akan bahagia melihat 
> Republik Indonesia menjadi lebih damai dan sejahtera, sedangkan HT
> akan merasa senang bila berhasil menghancurkan Republik Indonesia dan 
> menegakkan Khilafah. Jadi mana yang lebih berbahaya untuk iasm ini?
> ++++
> Tulisan Bram itu jelas salah besar, sangat tendensius dan provokatif. Metode 
> perjuangan HT murni dipetik dari metode dakwah Rasulullah saw. Tidak 
> sedikitpun tercampuri metode di luar Islam, apalagi dari tokoh komunis 
> seperti Lenin.Bagaimana pula ias menyimpulkan bahwa HT ingin menghancurkan 
> Indonesia? HT, melalui penerapan syariah di bawah naungan Khilafah yang 
> tengah diperjuangkannya itu, justru ingin menyelamatkan Indonesia. Justru 
> sekularisme dengan Kapitalisme itulah yang sesungguhnya telah menghancurkan 
> Indonesia sebagaimana tampak dewasa ini dengan maraknya berbagai persoalan 
> tengah melanda negeri ini dalam seluruh aspek seperti kemiskinan, kerusakan 
> moral, korupsi, ketidakadilan dan sebagainya.
>
> Tulisan ngawur seperti itu tidak akan mungkin muncul di ias yang banyak 
> dibaca oleh para ekspatriat dan diplomat asing di Jakarta kecuali bahwa 
> pengelola ias ini memang berideologi iasm dan anti ide-ide Islam yang 
> dikembangkan oleh HT, serta bertujuan mengembangkan kebencian pada kelompok 
> dan ide politik Islam. Di sinilah bias itu terjadi, dan akan terus terjadi, 
> karena itu memang telah menjadi tugas suci mereka. Waspadalah!

Kirim email ke