saya sih khawatirnya teman2 HT terlalu berpanjang angan2
padahal kita dilarang untuk berpanjang angan2 dan malah angan2 kita
itu bisa2 ditumpangi setan ...

anyway, kalau katakanlah belum bisa bikin kekhalifahan di dunia nyata
bisa gak bikin kekhalifahan virtual yang bertahta di hati dan pikiran
semua rakyat muslim seluruh dunia?
menurut saya ini lebih realistis untuk diwujudkan, meskipun tidak mudah
pertanyaannya, siapa yang mau dijadikan khalifah?
lha wong di HTI sendiri struktur organisasinya gak jelas, gak ada ketuanya
yang ada paling tinggi cuman juru bicara
ini malah melanggar sunnah rasul yang kalau pergi bertiga, maka
angkatlah salah satu sebagai pemimpin
lha ini kan organisasi (atau bukan sih?) tapi tidak ada pemimpinnya
juru bicara itu kan bukan pemimpin ya? atau mau nyontek gaya PBB yang
tidak ada ketua, yang ada/representatif adalah sekjen
tapi nanti jadi gak nyunnah deh :)

salam,
--
Wikan

2010/7/5 Dwi Soegardi <soega...@genderpedia.org>
>
>
>
> Dari syarat-syarat yang disebutkan di bawah (10 kriteria),
> berapa sih yang dipenuhi oleh Yazid bin Muawiyah, al-Hallaj, misalnya,
> atau sultan-sultan Abbasiyah dan Usmaniyah?
> Adil? Profesional? Habis itu minta keturunan Quraisy lagi ....
> (habis deh kesempatan mas Wikan :-)
>
> Tapi biar aja lah HT dan Abah HMNA bikin kriteria aneh-aneh begini,
> jadi terus terobsesi dengan khilafah mereka,
> ketimbang langsung praktek tanpa kemampuan sama sekali.

Kirim email ke