----- Original Message ----- 
From: "Wikan Danar Sunindyo" <wikan.da...@gmail.com>
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
Sent: Tuesday, July 06, 2010 00:51
Subject: Re: Khilafah dan Khalifah <=Re: Trik-trik Penyusupan Neo-Marxisme <= 
Re: mesttinya ranggas <= Re: [wanita-muslimah] FPI Akan Bongkar Patung Naga di 
Kota

saya sih khawatirnya teman2 HT terlalu berpanjang angan2
##############################################################################
HMNA:
Bukan berangan-angan. HT pernah mendekati FIS Aljazair untuk mendirikan 
Khilafah pada waktu FIS memenangkan Pemilu, tetapi sudah lebih dahulu 
dihancurkan oleh rezim militer. Juga telah mendekati Mullah Umar waktu masih 
memimpin Afghanistan untuk maksud yang sama, ettapi Mulah Umar menolak, cukup 
jadi Amir Afghanistan saja. Terakhir mendekati Iran juga untuk maksud yang 
sama, tetapi Iran menyatakan BELUM sanggup sebab belum punya kekuatan untuk 
IRHAB menghadapi negara-negara super power yang punya senjata nuklir. Jadi itu 
bukan angan-angan dengan pernyataan BELUM dari Iran tsb. Iran bukankah ngotot 
untuk memrkaya Uranium untuk keperluan BUKAN untuk perang. Maksudnya bukankah 
dapat diterka. Iran BELUM siap mendirikan Khilafah karena BELUM punya kekuatan 
nuklir untuk IRHAB sehingga musuh-musuh Islam menjadi segan (ru'ba), sehingga 
tidak terjadi peperangan bila sudah jadi Khilafah. Dan waktu itu tentulah 
bijaksana sekali jika Indonesia bergabung dengan Khilafah, cukup Indonesia 
dipimpin Amir saja.

#################################################################################

padahal kita dilarang untuk berpanjang angan2 dan malah angan2 kita
itu bisa2 ditumpangi setan ...

anyway, kalau katakanlah belum bisa bikin kekhalifahan di dunia nyata
bisa gak bikin kekhalifahan virtual yang bertahta di hati dan pikiran
semua rakyat muslim seluruh dunia?
menurut saya ini lebih realistis untuk diwujudkan, meskipun tidak mudah
pertanyaannya, siapa yang mau dijadikan khalifah?
lha wong di HTI sendiri struktur organisasinya gak jelas, gak ada ketuanya
yang ada paling tinggi cuman juru bicara
##############################################################
HMNA:
Itukan cuma persoalan semantik saja. Juru bicara itulah pimpinannya, dan dengan 
demikain tidak perlu dinyatakan keluar susunan Pengurusnya.
################################################################

ini malah melanggar sunnah rasul yang kalau pergi bertiga, maka
angkatlah salah satu sebagai pemimpin
lha ini kan organisasi (atau bukan sih?) tapi tidak ada pemimpinnya
juru bicara itu kan bukan pemimpin ya? atau mau nyontek gaya PBB yang
tidak ada ketua, yang ada/representatif adalah sekjen
tapi nanti jadi gak nyunnah deh :)

salam,
--
Wikan

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke