Teror kok ada yang berarti baik. Baru tahu saya. teror kan 
membuat orang ketakutan dan kemudian diharapkan tunduk pada 
kemauan yang meneror. Tetapi ya itu "baik" dan "buruk" 
memang tergantung penafsirnya. Bagi maling, mencuri itu 
baik. Bagi mafioso, membunuh lawan itu adalah baik. Bagi 
komunisme, membasmi kaum kapitalis birokrat dengan 
kekerasan (dibunuh) adalah baik. Bagi teroris....
KM

----Original Message----
From: mnur.abdurrah...@yahoo.co.id
Date: 06/07/2010 1:41 
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
Subj: Re: Mia tahunya ngeuel saja <= Re: mesttinya ranggas 
<= Re: [wanita-muslimah] FPI Akan Bongkar Patung Naga di 
Kota

----- Original Message ----- 
From: "Wikan Danar Sunindyo" <wikan.da...@gmail.com>
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
Sent: Monday, July 05, 2010 21:17
Subject: Re: Mia tahunya ngeuel saja <= Re: mesttinya 
ranggas <= Re: [wanita-muslimah] FPI Akan Bongkar Patung 
Naga di Kota

sebenarnya dengan makna teroris yang pernah pak nur 
sampaikan dahulu
mestinya pak nur bangga kalau disebut sebagai pendukung 
teroris
lebih bangga lagi kalau mendapat aliran dana dari Usama 
bin Laden
kan Usama pahlawannya pak nur ya?
############################################################
HMNA:
Baca baik-baik:
Istilah terorisme adalah sebuah istilah yang netral, bisa 
bermakna negatif atau positif, tergantung kepada siapa, 
kapan, dan untuk tujuan apa teror tersebut digunakan. 
Karena itu, teror dan terorisme bisa dikelompokkan dalam 
dua kategori : 
=> terror yang terpuji dan dibenarkan agama, serta 
=> teror tercela yang dilarang agama.
===============================
Teror Terpuji dan Diperintahan Agama
===============================
Yaitu teror yang menyebabkan ketakutan di kalangan musuh-
musuh Islam dan pelaku kebatilan serta kemaksiatan, 
sehingga membuat musuh-musuh Islam tidak berani menyerang 
Islam dan kaum Muslimin, sedangkan mereka yang belum 
berbuat kebatilan dan kemaksiatan tidak berani melakukan 
kebatilan dan kemaksiatan, atau membuat jera orang-orang 
yang terlanjur berbuat kebatilan dan kemaksiatan sehingga 
menghentikan perbuatannya dan tidak melanjutkanya.
Teror jenis ini adalah sesuatu yang terpuji dan 
diperintahkan oleh agama; Al-Qur'an, Al-Sunnah dan ijma' 
salaf. Di antara dalilnya adalah :
Allah berfirman :
Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja 
yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk 
berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan 
(turhibuwna) musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain 
mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah 
mengetahuinya. (QS. Al-Anfal 8:60)

Terror dalam makna "irhab" (turhibuwna = kamu 
menggetarkan) dalam ayat ini mengandung manfaat yang agung, 
selain
menakut-nakuti musuh untuk tidak mengusik umat Islam, juga 
mengandung faedah umat Islam tidak perlu berperang dengan 
musuh-musuh Islam, karena mereka sudah takut (ru'ba) untuk 
terjun ke dalam kancah peperangan,  
Ini sebagaimana firman Allah :
Dan Dia menurunkan orang-orang Ahli Kitab (Bani Quraizhah) 
yang membantu golongan-golongan yang bersekutu ( Al-Ahzab) 
dari benteng-benteng mereka, dan Dia memasukkan rasa takut 
(ru'ba) ke dalam hati mereka (QS. Al-Ahzab,33:26).

Turun dari benteng-benteng dalam ayat di atas, maksudnya 
menyerah. Bani Quraizhah dalam Perang Khandaq membantu 
golongan-golongan yang bersekutu (Al-Ahzab, pasukan 
konfederasi) yang mengepung Madinah. Bani Quraizhah yang 
mempunyai perjanjian pakta pertahanan dengan kaum Muslimim 
untuk mempertahankan Madinah, mengkhianat / membelot 
menohok dari belakang lini. Setelah pasukan konfederasi 
mundur karena adanya rasa takut (ru'ba) akan diserang 
pasukan Muslim pada malam yang dingin dalam hujan lebat, 
maka Bani Quraizhah juga turun dari benteng-benteng mereka 
untuk menyerah karena dihinggapi pula rasa takut (ru'ba).

Jadi teror terpuji yang diperintahan agama adalah dalam 
bahasa Al-Quran: "irhab" yang menimbulkan "ru'ba" dalam 
hati musuh Islam

=====================================
Teror yang negatif, tercela dan dilarang Agama
==============================================
Yaitu menempatkan teror tidak pada tempat yang sebenarnya, 
dengan tujuan membenarkan yang salah dan menyalahkan yang 
benar.

Standar pengertian benar dan salah disebut Al-Furqan, 
sebagaimana Firman Allah:
Bulan Ramadan Yang padanya diturunkan Al-Quran, menjadi 
petunjuk bagi sekalian manusia, dan menjadi keterangan-
keterangan yang menjelaskan petunjuk dan (menjelaskan) 
perbedaan antara yang benar dengan yang salah (Al-Furqan) 

==========
Kesimpulan:
==========
Standar yang dipakai untuk menilai apakah sebuah teror 
termasuk kategori teror positif (irhab yang menimbulkan 
ru'ba dalam hati musuh Islam ) ataupun terror negatif, 
adalah Al-Furqan. Bukan aparat kepolisian, bukan aparat 
militer, bukan dinas intelijen, bukan MPR, bukan DPR, bukan 
Presiden dan mentrinya, bukan KOMNAS HAM, bukan lembaga 
pengadilan dan kejaksaan, bukan LSM, bukan yang mngenggap 
dirinya poisi dunia yaitu Amrik, bukan PBB dan bukan hukum 
internasional. 
#################################################

.

jadi mestinya sih ga usah marah2 sama mbak mia
malah justru bangga dong
#####################################################
HMNA:
Terror yang dikemukakan Mia yang ditujukan kepada HMNA 
adalah terror dalam konotasi negatif. Bacalah yang ditulis 
Mia 
Jadi kesimpulannya HMNA ulama makar yang mendukung 
teroris? Kapan ditertibkan ulama kayak gini?
######################################################
 

salam,
--
Wikan

[Non-text portions of this message have been removed]




Kirim email ke