Bagi penganut HTI, dan pendukungnya, impian adanya satu 
dunia di bawah satu khalifah sulit diubah. Mereka pun akan 
merelakan diri menyerahkan Indonesia sebagai jajahan 
kekhilafahan seperti itu. Jadi hamba sahaya pun rela. Hal 
ini serupa dengan impian kaum komunis, atau Leninis, bahwa 
suatu saat seluruh dunia ini bersatu di bawah komunisme 
(tentunya dengan Uni Sovyet sebagai pemimpin). Bedanya, 
kelompok HTI merasa bahwa impiannya itu merupakan missi 
dari Tuhan.
Apakah benar Tuhan menghendaki hal seperti itu, menurut 
tafsir mereka memang benar. Kalau ada orang Islam lain yang 
menafsirkan berbeda, mereka akan dianggap murtad atau 
sejenisnya yang harus dimusuhi. Seperti Trotsky atau Tito 
yang dimusuhi kelompok Leninis karena mempunyai tafsir yang 
berebda,
Yang anehnya, sekarang ini mereka memakai kata Indonesia 
di belakang organisasinya, meskipun secara keyakinan mereka 
tidak akan mengakui negara yang disebut republik Indonesia. 
Di situlah letak kemunafikan mereka, meski sikap munafik 
konon mereka haramkan.
KM

----Original Message----
From: wikan.da...@gmail.com
Date: 06/07/2010 15:41 
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
Subj: Re: Khilafah dan Khalifah <=Re: Trik-trik Penyusupan 
Neo-Marxisme <=         Re: mesttinya ranggas <= Re: [wanita-
muslimah] FPI Akan Bongkar Patung Naga  di Kota

ya sebaiknya kawan2 HT introspeksi diri, mengapa keinginan 
mereka
untuk mendirikan khilafah ditolak oleh 
kelompok/organisasi2 Islam yang
lain
berarti buat organisasi2 Islam yang lain itu khilafah 
bukanlah suatu
kemutlakan seperti yang selama ini didengung2-kan oleh HT
HT sendiri asal muasalnya dari IM yang mencoba untuk 
mewujudkan sistem
yang islami melalui mekanisme yang ada
tapi HT tidak sabaran, penginnya semua serba instan dan 
menolak
mekanisme demokrasi, tidak seperti IM yang ikutan pemilu 
juga
apa yang ditawarkan HT saat ini selain utopia dan mimpi2 
belaka?
kritik sana sini tapi tidak ada solusi yang nyata?
umat jadi diajarkan untuk duduk diam berpangku tangan 
sambil
dijanjikan pokoknya kalau ada khilafah pasti beres
gak ada kenaikan BBM, semua penduduk dapat gratis 
pendidikan dan
kesehatan bersama khilafah
masya Allah, masya Allah ... apakah ini yang diajarkan 
oleh Rasulullah?
Rasul sendiri mengajarkan umatnya untuk berikhtiar dan 
berdoa, bukan
mengejar ambisi kekuasaan dan mimpi2 kosong belaka
bagaimana umat Islam bisa bersaing dengan umat2 yang lain 
jika
dicekoki pemahaman yang salah?

salam,
--
Wikan

2010/7/5 H. M. Nur Abdurahman <mnur.abdurrah...@yahoo.co.
id>
>
>
>
> ----- Original Message -----
> From: "Wikan Danar Sunindyo" <wikan.da...@gmail.com>
> To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
> Sent: Tuesday, July 06, 2010 00:51
> Subject: Re: Khilafah dan Khalifah <=Re: Trik-trik 
Penyusupan Neo-Marxisme <= Re: mesttinya ranggas <= Re: 
[wanita-muslimah] FPI Akan Bongkar Patung Naga di Kota
>
> saya sih khawatirnya teman2 HT terlalu berpanjang angan2
> 
##############################################################################
> HMNA:
> Bukan berangan-angan. HT pernah mendekati FIS Aljazair 
untuk mendirikan Khilafah pada waktu FIS memenangkan 
Pemilu, tetapi sudah lebih dahulu dihancurkan oleh rezim 
militer. Juga telah mendekati Mullah Umar waktu masih 
memimpin Afghanistan untuk maksud yang sama, ettapi Mulah 
Umar menolak, cukup jadi Amir Afghanistan saja. Terakhir 
mendekati Iran juga untuk maksud yang sama, tetapi Iran 
menyatakan BELUM sanggup sebab belum punya kekuatan untuk 
IRHAB menghadapi negara-negara super power yang punya 
senjata nuklir. Jadi itu bukan angan-angan dengan 
pernyataan BELUM dari Iran tsb. Iran bukankah ngotot untuk 
memrkaya Uranium untuk keperluan BUKAN untuk perang. 
Maksudnya bukankah dapat diterka. Iran BELUM siap 
mendirikan Khilafah karena BELUM punya kekuatan nuklir 
untuk IRHAB sehingga musuh-musuh Islam menjadi segan 
(ru'ba), sehingga tidak terjadi peperangan bila sudah jadi 
Khilafah. Dan waktu itu tentulah bijaksana sekali jika 
Indonesia bergabung dengan Khilafah, cukup Indonesia 
dipimpin Amir saja.



Kirim email ke