----- Original Message ----- 
From: "Abdul Muiz" <mui...@yahoo.com>
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
Sent: Tuesday, July 06, 2010 20:41
Subject: Bls: [wanita-muslimah] Re: Mia tahunya ngeuel saja-tulang rusuk


memang tidak ada di qur'an yang menyebutkan bahwa wanita diciptakan dari 
tulang rusuk adam, kalau di hadits memang ada. Dan nabi Muhammad sendiri 
dalam suatu riwayat memberikan metafora, kiasan / majazi bahwa wanita itu 
ibarat tulang rusuk yang bengkok kalau diluruskan akan patah kalau dibiarkan 
akan bengkok terus. Ayat Qur'an (qs 4:1) yang menyebutkan bahwa Allah 
menciptaka kamu dari dari seorang diri dan dari padanya Allah menciptakan 
istrinya dan dari pada keduanya Allah memperkembangbiakkan laki2 dan 
perempuan yang banyak menimbulkan dua interpretasi pada ulama' klasik :
##########################################################################################
HMNA:
Reposting
----- Original Message ----- 
From: "Lina" <linadah...@yahoo.com>
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
Sent: Tuesday, July 06, 2010 10:21
Subject: Mia tahunya ngeuel saja <= Re: mesttinya ranggas <= Re: 
[wanita-muslimah] FPI Akan Bongkar Patung Naga di Kota

Disini ajre yaaak, numpang nimbrungnyaaa...:-))


Sastra, pribahasa (?) ini wat wanita (ibu kek, anak pere kek, istri kek) 
cerewet ajre, om dan tante. Ini juga diucapin ama bapak, kakak laki, suami 
yang lagi kesel ajre...he he...

Kalo ibu, anak, istri gak cerewet ya gak dibilang punya dua mulut. Malahan 
yang gak pernah marah/cerewet dibilang "dasar gak punya mulut ape?"...hue he 
he...

"Wanita diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok". Gak tau asalnya dari 
mana neh dan gak tau juga ini sastra ato dirty joke??
##################################################################################
HMNA:
Itu berasal dari Hadits Shaih:
-- QAL  RSWL  ALLH  SHLY  ALLH   'ALYH W  SLM ASTWSHWA  BALNSAa  KHYRA .- 
FaaN ALMRAt  KHLQT  MN DHL'A  -  WAN A'AWJ  MA FY ALDHL'A A'ALAH - FAN DZHBT 
TQYMH KFRTH  -  WAN  TRKTH  LM YZL  A'AWJ - FASHTWSHWA  BALNSAa  ( RWAH 
MTFQ  'ALYH ), dibaca:
-- Qa-la rasu-luLlahi shallLa-hu 'alayhi wasallam Ishtawshu-  bin nisa-i 
khayran , fainnal mar.ata khuliqat min dhal'in , wain a'waju ma- fil dhil'i 
a'la-hu , fain dzhabat  taqiymuhu kasratuhu , wain taraktuhu  lam yazil 
a'waju , fashtawshu-  bin nisa-i  (mutafaqqun 'alayhi), artinya:
-- Berwasiatlah/nasihatilah kepada perempuan-perempuan kalian dengan 
kebaikan, sebab mereka diciptakan bersifat seperti tulang rusuk. 
Sesungguhnya tulang rusuk yang paling bengkok adalah yang paling atas. Jika 
kalian memaksa/berkeras untuk meluruskannya, niscaya ia akan patah. Namun 
jika kalian biarkan, mereka akan senantiasa bengkok, maka 
berwasiatlah/nasihatilah dengan kebaikan kepada perempuan-perempuan." (H.R. 
Bukhari&Muslim)
Kalau berminat, silakan simak di bawah:

*************************************************************************

BISMILLA-HIRRAHMA-NIRRAHIYM

WAHYU DAN AKAL - IMAN DAN ILMU
[Kolom Tetap Harian Fajar]
183. Perempuan Dijadikan dari Tulang Rusuk?

Ada dua peristiwa yang saya pernah alami dalam hubungannya dengan perempuan 
itu dijadikan dari tulang rusuk.

Peristiwa yang pertama ialah tatkala saya akan ke p. Jawa sebagai 
ibnussabil. Seperti biasanya pada waktu itu jika ada yang akan pergi jauh 
(Jawa dianggap sudah jauh), berkumpullah sanak keluarga. Adik bungsu kakek 
saya memberi nasihat: "Hai cucuku dengarlah nasihat ini untuk bekalmu. 
Engkau akan pergi ke rantau jauh. Senantiasalah ingat kepada Allah SWT. 
Kalau engkau berdiri di sisi yang benar, janganlah gentar menghadapi bahaya, 
jangan mundur, lebih-lebih lagi jangan menghadapkan punggungmu kemudian 
melarikan diri. Di rantau itu jauh tempat berlari, rumahmu di seberang laut. 
Bawalah badik ini untuk mengganti tulang rusukmu. Dengan badik ini tulang 
rusukmu akan lengkap, supaya engkau menjadi laki-laki seutuhnya!"

Perisitiwa yang kedua. Pada tanggal 24 Juni 1995 dalam rangka Milad (Dies 
Natalis) Universitas Muslim Indonesia saya mendapat amanah untuk membawakan 
Pidato Ilmiyah, yang berjudul Metode Pendekatan Satu Kutub Dalam Mengkaji 
Ayat Qawliyah dan Ayat Kawniyah (Suatu Upaya Strategis Dalam Membina 
Sumberdaya Manusia yang Berkualitas, yang Ululalbab).

Sehabis mengorasi dalam menuju ke kantor pimpinan Fakultas Hukum untuk 
mencicipi hidangan, saya berjalan berdampingan dengan Drs K.H.Muhammad Ahmad 
Sekretaris Koordinator Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta (Kopertais) yang 
menghadiri Milad UMI mewakili Kopertais. Ia mengemukakan bantahan sehubungan 
pernyataan saya dalam orasi itu. Saya mengatakan dalam orasi itu bahwa Sitti 
Hawa tidaklah dijadikan dari tulang rusuk Adam. "Kalau Hawa tidak dijadikan 
dari tulang rusuk Adam, lalu bagaimana cara menafsirkan ayat Alladziy 
Khalaqakum min Nafsin Wa-hidatin?", demikian sanggahanannya. Saya berjanji 
kepadanya akan menjawab bantahannya itu dalam kolom yang saya asuh ini, 
karena saya pikir tentu banyak yang sependapat dengannya. Dua hari kemudian 
Ir Zulkifli Manguluang, Pembantu Dekan III Fakultas Teknik UMI, yang juga 
menjadi Sekretaris Panitia Milad UMI mengemukakan kepada saya bahwa 
dosen-dosen agama di UMI banyak yang tidak sependapat dengan saya tentang 
ucapan saya bahwa Sitti Hawa tidaklah dijadikan dari tulang rusuk Adam.

Supaya jelas tentang bantahan itu saya kutip dari bagian Pidati Ilmiyah 
saya: Guru saya Allahu yarham DR S.Majidi mengajarkan saya bahwa salah satu 
kriteria untuk shahihnya sebuah Hadits di samping sanadnya, perlu pula 
kriteria lain untuk mengujinya, yaitu materinya, tidak boleh menambah materi 
Al Quran, karena sesungguhnya fungsi Hadits dan Sunnah Rasul adalah 
penjelasan dan pedoman operasional ayat-ayat Al Quran. Karena dalam Al Quran 
tidak ada satu ayatpun yang menyebutkan bahwa perempuan itu dijadikan dari 
tulang rusuk, itu artinya menambah materi Al Quran. Hawa dijadikan dari 
tulang rusuk Adam bersumber dari Israiliyat.(*)

Adapun lengkapnya ayat yang dikemukakan H.Muhammad Ahmad itu seperti 
berikut:
-- Ya-ayyuha nNa-su Ittaquw Rabbakumu Lladziy Khalaqakum min Nafsin 
Wa-hidatin wa Khalaqa minha- Zawjaha- wa Batstsa minhuma- Rija-lan Katsiyran 
wa Nisa-an (S.AnNisa-', 1). Hai sekalian manusia bertaqwalah kepada Maha 
Pengaturmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu dan dari padanya 
menciptakan jodohnya dan dari pada keduanya memperkembang-biakkan laki-laki 
dan perempuan yang banyak (4:1).
Dalam catatan kaki no.263 terjemahan AlQuran yang dikeluarkan Departemen 
Agama Republik Indonesia dapat kita baca: "Maksud dari padanya menurut 
jumhur mufassirin ialah dari bagian tubuh (tulang rusuk) Adam a.s. 
berdasarkan hadis riwayat Bukhari dan Muslim. Di samping itu ada pula yang 
menafsirkan dari padanya ialah dari unsur yang serupa ya'ni tanah yang dari 
padanya Adam a.s. diciptakan." Yang dimaksud dengan jumhur mufassirin adalah 
para penafsir aliran terbanyak (main stream).

Lagi pula melihat ayat (4:1) kalau ditanyakan: "man hiya Nafsun Wahidah wa 
man huwa Zawjuhaa?", tentu tidaklah ditujukan kepada Adam, karena Adam 
adalah mudzakkar (gender laki-laki) padahal Nafsun Wahidah adalah muannats 
(gender perempuan) dan pasangannya adalah muannats, sedangkan Zawjun 
mudzakkar. Sehingga ini menjadi wacana pembahasan tersendiri pula. Manusia 
terdiri atas tiga tataran, jasmani, nafsani dan ruhani. Yang dimaksud dengan 
"Nafs(un)" dalam ayat (4:1) adalah tataran nafsani dari Adam, yaitu "diri" 
atau "jiwa" Adam. Sehingga Sitti Hawa yang diciptakan "min Nafsin Wahidatin" 
itu adalah majazi (metaforis). Artinya Sitti Hawa itu adalah "belahan jiwa" 
dari jiwa Adam. Artinya suami isteri itu seyogianya merupakan satu jiwa.

Dalam metode pendekatan seperti yang saya tawarkan dalam orasi saya itu, 
dikemukakan bahwa hasil pengamatan ditafsirkan. Penafsiran membuahkan teori. 
Teori adalah hasil pemikiran manusia, dan itu perlu diragukan, artinya belum 
tentu benar. Jadi menururt Metode Pendekatan Satu Kutub, harus diujicoba 
dengan jalan memperhadapkannya pada sumber informasi, yaitu ayat Qawliyah 
dan Kawniyah. Apabila diaplikasikan metode tersebut dalam penafsiran 
(S.AnNisa-', 1), maka tahap yang bersifat status quo di antara kedua 
penafsiran yang berbeda itu perlu diselesaikan dengan menembus status quo ke 
tahap berikutnya yaitu menguji coba kedua penafsiran itu dengan ayat 
Kawniyah. Menurut ayat Kawniyah jumlah tulang rusuk laki-laki yang sebelah 
kanan sama banyak dengan jumlah yang sebelah kiri. Apabila Sitti Hawa 
dijadikan dari salah satu tulang rusuk Adam, maka tentu ada satu tulang 
rusuk Adam yang berkurang di sebelah kanan atau sebelah kiri, yang akan 
menurun menjadi warisan anak cucu Adam. Jadi setelah diuji coba dengan ayat 
Kawniyah, maka gugurlah teori yang pertama, artinya perempuan tidak berasal 
dari tulang rusuk.

-- QAL  RSWL  ALLH  SHLY  ALLH   'ALYH W  SLM ASTWSHWA  BALNSAa  KHYRA .- 
FaaN ALMRAt  KHLQT  MN DHL'A  -  WAN A'AWJ  MA FY ALDHL'A A'ALAH - FAN DZHBT 
TQYMH KFRTH  -  WAN  TRKTH  LM YZL  A'AWJ - FASHTWSHWA  BALNSAa  ( RWAH 
MTFQ  'ALYH ), dibaca:
-- Qa-la rasu-luLlahi shallLa-hu 'alayhi wasallam Ishtawshu-  bin nisa-i 
khayran , fainnal mar.ata khuliqat min dhal'in , wain a'waju ma- fil dhil'i 
a'la-hu , fain dzhabat  taqiymuhu kasratuhu , wain taraktuhu  lam yazil 
a'waju , fashtawshu-  bin nisa-i  (mutafaqqun 'alayhi), artinya:
"berwasiatlah/nasihatilah kepada perempuan-perempuan kalian dengan kebaikan, 
sebab mereka diciptakan bersifat(**) seperti tulang rusuk. Sesungguhnya 
tulang rusuk yang paling bengkok adalah yang paling atas. Jika kalian 
memaksa/berkeras untuk meluruskannya, niscaya ia akan patah. Namun jika 
kalian biarkan, mereka akan senantiasa bengkok, maka 
berwasiatlah/nasihatilah dengan kebaikan kepada perempuan-perempuan." (H.R. 
Bukhari&Muslim)

Kalau diartikan secara metaforis demikian itu, maka tentu saja Hadits itu 
memenuhi kriteria tidak menambah materi Al Quran. Dan apabila Hadits itu 
diartikan dengan makna metaforis, maka tentu tidak boleh dipakai untuk 
menafsirkan S.AnNisa-',1 dengan mengatakan bahwa Hawa itu dijadikan dari 
tulang rusuk Adam. Sebab jika demikian berarti Hadits itu difungsikan 
menambah materi Al Quran, berhubung dalam Al Quran tidak ada disebutkan 
bahwa perempuan itu dijadikan dari tulang rusuk.

Sesuai dengan Metode Pendekatan Satu Kutub penafsiran di atas itu harus 
diuji-coba dengan merujukkannya kepada ayat-ayat yang lain. Akan dirujukkan 
hasil penafsiran tidak adanya pembedaan antara laki-laki dengan perempuan 
dalam kontex asal kejadiannya, akan dirujukkan pada dua ayat yang berikut:

-- Inna lMuslimiyna wa lMuslima-ti wa lMu'miniyna wa lMu'mina-ti wa 
lQa-nitiyna wa lQa-nita-ti wa lSha-diqiyna wa lShadiqa-ti wa lSha-biriyna wa 
lSha-bira-ti wa lKha-syi'iyna wa lKha-syi'a-ti wa lMutashaddiqiyna wa 
lMutashaddiqa-ti wa lSha-imiyna wa lSha-mia-ti wa lKha-fizhiyna furuwjahum 
wa lKha-fizha-ti wa lDza-kiriyna Lla-ha katsiyran wa lDza-kira-ti A'adda 
Lla-hu lahum Maghfiratan wa Ajran 'Azhiyman (S.AlAhza-b, 35), artinya: 
Sesungguhnya lelaki-lelaki muslim dan perempuan-perempuan muslimah 
lelaki-lelaki yang mukmin dan perempuan-perempuan yang mukminah, 
lelaki-lelaki yang patuh (Qa-nitiyn) dan perempuan-perempauna yang patuh 
(Qanita-t), lelaki-lelaki yang benar (Sha-diqiyn) dan perempua-perempuan 
yang benar (Sha-diqa-t), lelaki-lelaki yang khusyu' (Kha-syi'iyn) dan 
perempuan-perempuan khusyu' (Khasyi'a-t), lelaki-lelaki yang bersedeqah 
(Mutashaddiqiyn) dan perempuan-perempuan yang bersedeqah (Mutashaddiqa-t), 
lelaki-lelaki yang berpuasa (Sha-imiyn) dan perempuan-perempuan yang 
berpuasa (Sha-mia-t), lelaki-lelaki yang memelihara (Kha-fizhiyn) 
kemaluannya dan perempuan-perempuan yang memelihara (Kha-fizha-t) 
kemaluannya dan lelaki-lelaki yang banyak mengingat (Dza-kiriyn) Allah dan 
perempuan-perempuan yang banyak mengingat (Dza-kira-t)-Nya, maka Allah telah 
menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar (33:35).

Demikian pula akan dirujukkan hasil penafsiran tidak adanya pembedaan antara 
laki-laki dengan perempuan dalam konteks beban dan tanggung-jawab atas 
tindak tanduknya, yaitu terhadap ayat:
-- Fa Azallahuma sySyaythanu 'Anha fa Akhrajahuma Mimma- Ka-na fiyhi wa 
Qulna- hbithuw Ba'dhukum liBa'dhin 'Aduwwun wa Lakum fiy lArdhi Mustaqarrun 
wa Mata-'un ilay Hiynin (S.Al Baqarah, 36), artinya: Maka keduanya 
diperdayakan setan lalu keluarlah keduanya dari apa yang telah dialaminya 
tadi dan Kami firmankan turunlah kamu, sebahagian menjadi musuh dari 
sebahagian yang lain dan bagi kamu kediaman dan kesenangan di dunia hingga 
seketika (2:36).

Ayat (2:36) menunjukkan tidak adanya pembedaan antara laki-laki dengan 
perempuan dalam konteks beban dan tanggung-jawab atas tindak tanduknya, 
tidak seperti yang diceritakan dalam Kitab Kejadian dari Perjanjian Lama 
yang bercerita bahwa Adam  ditipu setan atas pengaruh isterinya. Jelas ayat 
(2:36) tersebut menunjukkan bahwa Fa Azallahuma sySyaythanu, (Maka keduanya 
diperdayakan setan). Wa Lla-hu A'lamu bi shShawab.

*** Makassar, 2 Juli 1955
    [H.Muh.Nur Abdurrahman]
http://waii-hmna.blogspot.com/1995/07/183-perempuan-dijadikan-dari-tulang.html
-----------------------------------
(*)
Begini bunyinya Israiliyat itu:
LAI-Kejadian 2:21-23
21  Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, 
TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu 
dengan daging.
22  Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, 
dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu.
23  Lalu berkatalah manusia itu: "Inilah dia, tulang dari tulangku dan 
daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari 
laki-laki."

(**)
Pada umumnya min berarti dari, namun "fainnal mar.ata khuliqat min dhal'in", 
dalam terjemahan kata min diterjemahkan dengan bersifat dasarnya adalah 
Al-Quran dijadikan kamus, yakni dalam Al-Quran ada kata min yang berarti 
bersifat:
-- KhLQT ALANSN MN 'AJL (s. ALANBYa, 21:37), dibaca:
-- khuliqat insa-nu min 'ajalin, artinya:
-- Manusia telah diciptakan bersifat tergesa-gesa
Dalam ayat (21:37) tersebut, Min, bermakna bersifat

####################################################################################


yang pertama menurut jumhur mufassirin ialah dari bagian tubuh (tulang 
rusuk) adam as berdasarkan hadits riwayat bukhari dan muslim.

yang kedua adapula yang menafsirkan dari padanya ialah dari unsur yang sama 
yaitu tanah yang daripadanya adam diciptakan. Kata "adam" sendiri dalam 
bahasa ibrani adalah tanah.

Wassalam
Abdul Mu'iz

--- Pada Rab, 7/7/10, al...@yahoo.com <al...@yahoo.com> menulis:

> Dari: al...@yahoo.com <al...@yahoo.com>
> Judul: [wanita-muslimah] Re: Mia tahunya ngeuel saja-tulang rusuk
> Kepada: wanita-muslimah@yahoogroups.com
> Tanggal: Rabu, 7 Juli, 2010, 7:12 AM
> JIL ok wahabi ayuk..kurasa tafsiran
> ustaz wikan mencerahkan, bahwa tulang rusuk bengkok itu
> sunnatullah. Mengenai pengaruh israilit, ya namanya juga
> sesama agama semit.tinggal dilihat saja permasalahannya
> masing2. misalnya mengenai pentafsiran isa anak ajaib tanpa
> ayah, maryam tetap perawan, itu aku nggak percaya secara
> harafiah. Dan itu juga pengaruh dari kisah2 kuno, semua dewa
> lahir dari ibu perawan. Bicara tentang sex and holy book..
>
> Adam mengacu pada konsep bani manusia bukan seorang nabi,
> walaupun mungkin ada nabi yang namanya adam.
>
> Salam
> Mia
>
>
> -----Original Message-----
> From: Wikan Danar Sunindyo <wikan.da...@gmail.com>
> Sender: wanita-muslimah@yahoogroups.com
> Date: Tue, 6 Jul 2010 13:42:14
> To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
> Reply-To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
> Subject: Re: Mia tahunya ngeuel saja <= Re: mesttinya
> ranggas <= Re:
> [wanita-muslimah] FPI Akan Bongkar
> Patung Naga di Kota
>
> ya balik lagi ke tulisannya pak HMNA
> tidak ada di dalam Al Quran bahwa wanita diciptakan dari
> tulang rusuk pria
> yang ada adalah Allah menciptakan pasangannya dari kamu
> sendiri
> bukan berarti hawa diciptakan dari adam, karena hawa tidak
> tercantum
> dalam Al Quran
> tapi ini yang kemudian ditafsirkan dengan kisah2 israiliyat
> dan bible
> seolah2 hawa diciptakan dari adam, padahal al quran tidak
> menyebut
> demikian
> kalau memurnikan akidah al quran dicap wahabi gak con? :))
>
> salam,
> --
> Wikan
>
> 2010/7/6 Ari Condro <masar...@gmail.com>:
> > wah, itu mirip tafsirannya nasarudin umar. bisa
> dianggap jil lho, nanti ...
> > hihihi ^^ 

Kirim email ke