Padahal ucapan Nabi Muhammad tentang tulang rusuk paling bengkok yaitu paling 
atas tsb diucapkan pada zaman pra modern, beliau juga tidak tahu seluk beluk 
ilmu kedokteran modern seperti yang dipelajari mas dokter Donnie Damana.

wassalam
Abdul Mu'iz

--- Pada Rab, 7/7/10, donnie damana <donnie.dam...@gmail.com> menulis:

Dari: donnie damana <donnie.dam...@gmail.com>
Judul: Re: Bls: Mia tahunya ngeuel saja <= Re: mesttinya ranggas <= Re: 
[wanita-muslimah] FPI Akan Bongkar Patung Naga di Kota
Kepada: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Tanggal: Rabu, 7 Juli, 2010, 4:03 PM







 



  


    
      
      
      > 

> 



Kalo tulang rusuk paling atas akan diluruskan memang resikonya patah karena 
disusun oleh tulang keras. Kalo tulang rusuk sebelah bawah masih bisa flexible 
karena sebagian disusun oleh tulang rawan.



:D



> Sebenarnya pesan utama Hadits tentang tulang rusuk adalah bagaimana 
> seharusnya dan sebaiknya para suami memperlakukan

> istrinya, terutama metode memperbaiki kesalahan-kesalahan yang mungkin

> dilakukan oleh istri. Apabila ingin meluruskan kesalahan-kesalahan,

> luruskanlah dengan bijaksana, jangan dengan kasar dan keras sehingga

> mengakibatkan perceraian, atau jangan pula dibiarkan saja isteri

> bersalah. Kemudian Rasulullah memanfaatkan penciptaan perempuan (Hawa)

> dari tulang rusuk yang bengkok untuk menjelaskan bahwa betapa laki-laki

> (suami) harus hati-hati dan bijaksana meluruskan kesalahan-kesalahan

> perempuan. Karena meluruskan kesalahan perempuan ibarat meluruskan

> tulang yang bengkok, kalau tidak hati-hati dan bijaksana bisa

> menyebabkan tulang itu patah.

> 

> Menurut Ibnu Hajar, mulut

> perempuan ibarat bagian atas tulang rusuk yang paling bengkok. Kalau

> suami tidak pandai-pandai menghadapi mulut isteri, tentu bisa

> menyebabkan perceraian. Dalam Fathul Bari juga ada riwayat lain yang

> secara eksplisit menyatakan bahwa yang dimaksud dengan patahnya tulang

> itu adalah perceraian. Jadi Hadits tentang perempuan diciptakan dari

> tulang rusuk sama sekali tidak mengandung unsur misoginik, sekalipun

> diciptakan secara berbeda, tetapi esensi kemanusiaan masing-masing

> tidak berbeda.

> 

> Wassalam

> Abdul Mu'iz

> 

> -.

> 

>  

> 



[Non-text portions of this message have been removed]





    
     

    
    


 



  







[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke