Dengan kata lain tafsir "belahan jiwa" itu adalah suatu konsep relasi, yang 
bagian dari konsep kemanusiaan. Artinya adam dan pasangannya di sini 
dimaksudkan sebagai konsep/ide menjadi manusia - bukan soal proses penciptaan 
fisik adam maupun pasangannya. Ini juga yang dimaksudkan 
Riffat Hassan dan Mernissi, dalam konteks feminisme tentunya.
Salam
Mia
-----Original Message-----
From: Wikan Danar Sunindyo <wikan.da...@gmail.com>
Sender: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Date: Wed, 7 Jul 2010 11:26:54 
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
Reply-To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Subject: Re: Bls: Mia tahunya ngeuel saja <= Re: mesttinya ranggas <= Re: 
        [wanita-muslimah] FPI Akan Bongkar Patung Naga di Kota

soal tulang rusuk, saya kok gak yakin kalau Nabi atau orang sejaman
Nabi tidak tahu menahu perihal tulang rusuk
paling tidak mereka pernah melihat mayat, bangkai, atau tulang
belulang dan bisa mengamati soal pertulangan meskipun tidak sedetil
kedokteran modern
kalau tidak tahu tulang rusuk sama sekali, bagaimana mereka memberi
nama tulang rusuk
kan gak mungkin orang memberi nama sesuatu yang tidak mereka
ketahui/kenali meskipun abstrak bentuknya
(minimal tulang rusuk bisa kerasa di dada, ayo coba dipegang dadanya
dan dirasakan ada gak tulang rusuk di sana? saya bukan dokter :)
anyway, saya malah mengira bahwa wanita diciptakan dari tulang rusuk
bagian bawah karena ada tulang rusuk melayang di bagian paling bawah,
kalau ini sih memang harus dilihat pake x-ray atau pembedahan).

btw, kalau menurut pak nur, wanita/hawa itu bukan tercipta dari tulang
rusuk pria/adam

Adapun lengkapnya ayat yang dikemukakan H.Muhammad Ahmad itu seperti berikut:
-- Ya-ayyuha nNa-su Ittaquw Rabbakumu Lladziy Khalaqakum min Nafsin
Wa-hidatin wa Khalaqa minha- Zawjaha- wa Batstsa minhuma- Rija-lan
Katsiyran wa Nisa-an (S.AnNisa-', 1). Hai sekalian manusia bertaqwalah
kepada Maha Pengaturmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu
dan dari padanya menciptakan jodohnya dan dari pada keduanya
memperkembang-biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak (4:1).
Dalam catatan kaki no.263 terjemahan AlQuran yang dikeluarkan
Departemen Agama Republik Indonesia dapat kita baca: "Maksud dari
padanya menurut jumhur mufassirin ialah dari bagian tubuh (tulang
rusuk) Adam a.s. berdasarkan hadis riwayat Bukhari dan Muslim. Di
samping itu ada pula yang menafsirkan dari padanya ialah dari unsur
yang serupa ya'ni tanah yang dari padanya Adam a.s. diciptakan." Yang
dimaksud dengan jumhur mufassirin adalah para penafsir aliran
terbanyak (main stream).

Lagi pula melihat ayat (4:1) kalau ditanyakan: "man hiya Nafsun
Wahidah wa man huwa Zawjuhaa?", tentu tidaklah ditujukan kepada Adam,
karena Adam adalah mudzakkar (gender laki-laki) padahal Nafsun Wahidah
adalah muannats (gender perempuan) dan pasangannya adalah muannats,
sedangkan Zawjun mudzakkar. Sehingga ini menjadi wacana pembahasan
tersendiri pula. Manusia terdiri atas tiga tataran, jasmani, nafsani
dan ruhani. Yang dimaksud dengan "Nafs(un)" dalam ayat (4:1) adalah
tataran nafsani dari Adam, yaitu "diri" atau "jiwa" Adam. Sehingga
Sitti Hawa yang diciptakan "min Nafsin Wahidatin" itu adalah majazi
(metaforis). Artinya Sitti Hawa itu adalah "belahan jiwa" dari jiwa
Adam. Artinya suami isteri itu seyogianya merupakan satu jiwa.

jadi, maksud ayat Al Quran 4:1 itu bukan berarti hawa tercipta dari
adam, tapi maksudnya siti hawa adalah "belahan jiwa" dari nabi adam,
karena maksud dari ayat itu adalah metaforis. Ini menurut pak nur lho
ya, dan saya sepakat dalam hal ini.

salam,
--
Wikan

2010/7/7 Abdul Muiz <mui...@yahoo.com>
>
>
>
> Padahal ucapan Nabi Muhammad tentang tulang rusuk paling bengkok yaitu paling 
> atas tsb diucapkan pada zaman pra modern, beliau juga tidak tahu seluk beluk 
> ilmu kedokteran modern seperti yang dipelajari mas dokter Donnie Damana.
>
> wassalam
> Abdul Mu'iz



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke