----- Original Message ----- 
From: "donnie damana" <donnie.dam...@gmail.com>
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
Sent: Thursday, July 08, 2010 19:03
Subject: Re: [wanita-muslimah] Sepak Bola Perempuan Tidak Gegap Gempita


Bukannya sepak bola wanita itu haram?
-Keluar rumah
-Berperilaku seperti laki-laki (berebut bola, teriak-teriak, lompat-lompat, 
tendang-tendang, memancing perilaku agresif)
-Tidak pake jilbab, pake celana pendek diatas lutut
-Ditonton orang banyak
###################################################
HMNA:
Perempuan bisa ikut ke medan perang. Dalam Perang Uhud ada seorang mujahidah 
(mujahid perempuan) lengannya hancur melindungi Nabi Muhammad SAW dari hujan 
panah. Jadi perempuan bisa keluar rumah untuk bersosialisasi dengan 
masyarakat. Sepak bola, tinju bisa saja asal menutup aurat dan ditonton oleh 
perempuan. Itulah latar belakang utamanya mengapa sepak bola perempuan tidak 
bisa gegap gempita. Jadi bagaimanapun bias gender tidak bisa dihindarkan

salam
#####################################################

:D




On Jul 8, 2010, at 12:37 PM, H. M. Nur Abdurahman wrote:

> Itukan di Amerika yang skala lokal bukan internasional. Dan judul Sepak 
> Bola
> Perempuan Tidak Gegap Gempita difoluskan pada pemnat dan mas media grafika
> dan elektronik tidak segegap gempita sambutannya seperti pada Wosld Cup
> sepak bola laki-laki.
>
> Salam
> MNA
>
> ----- Original Message ----- 
> From: "Dwi Soegardi" <soega...@gmail.com>
> To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
> Sent: Thursday, July 08, 2010 18:21
> Subject: Re: [wanita-muslimah] Sepak Bola Perempuan Tidak Gegap Gempita
>
> ah abah aja yang tidak mengikuti perkembangan.
> di Amerika, yang namanya sepakbola (soccer) itu olahraga perempuan.
> kalau football (kombinasi rugby dan "gulat" :) itu olahraga anak cowok.
>
> bicara soal kesetaraan gender,
> ada Undang-Undang yang disebut Title IX di Amerika
> yang mengharuskan perimbangan gender jumlah mahasiswa olahragawan
> yang menerima beasiswa.
> Di Amerika pertandingan olahraga antar kampus adalah
> ajang bisnis di samping ajang fanatisme, walaupun
> cabang yang dominan paling hanya football dan basketball.
> Banyak beasiswa untuk atlet berbakat.
> Tanpa adanya Title IX, maka beasiswa hanya berkutat di kalangan
> mahasiswa laki-laki yang mendominasi football (tidak ada football cewe).
> Dengan Title IX universitas mesti membagi rata beasiswa,
> kalau satu tim football sampai 80 orang,
> maka universitas mesti membentuk tim sepakbola mahasiswi,
> softball mahasiswi dll untuk mengimbanginya.
>
> 2010/7/8 H. M. Nur Abdurahman <mnur.abdurrah...@yahoo.co.id>
>
> >
> >
> > ========================================
> > Sepak Bola Perempuan Tidak Gegap Gempita
> > ========================================
> >
> > Semua orang sepertinya tengah dilanda demam Piala Dunia 2010 yang sedang
> > berlangsung di beberapa kota di Afrika Selatan. Bukan hanya laki-laki 
> > dan
> > orang dewasa saja, tetapi perempuan dan anak-anak pun ikut menikmati
> > pertandingan di layar televisi. Jumlah penonton melalui layar kaca bisa
> > mencapai miliaran. Tetapi kemeriahan pesta bola nyatanya tidak begitu
> > hirau
> > bahwa pertandingan ini bukanlah hanya milik laki-laki, tetapi juga
> > dimainkan
> > oleh tim-tim perempuan yang juga punya ajang piala dunia. Terakhir, 
> > Women
> > World Cup diselenggarakan di Shang Hai China yang dimenangkan Tim 
> > Jerman.
> > Mungkin tidak banyak yang tahu, kelompok perempuan pun punya banyak
> > kalender
> > pertandingan hingga tingkat internasional.
> >
> > Mengapa ya, Sepak Bola Perempuan tidak segegap gempita Piala Dunia
> > Laki-laki? Sunyi-senyap di mas media grafika dan elektronik? Apa ini 
> > bukan
> > bias gender?
> >
> > Salam
> > HMNA 

Kirim email ke