Pak HMNA, Itu info darimana babi jantan membantu babi jantan lainnya dalam 
berkelamin? Coba lihat artikel di 
http://www.thepigsite.com/articles/?Display=1204, yang mengatakan babi jantan 
yang tidak dikebiri suka berkelahi kalau disatu kandangkan dengan babi betina.

Katanya sih, semua "jantan", tidak terkecuali babi jantan, akan berusaha 
"mengalahkan" jantan lainnya dalam memperebutkan betina.  Ini salah satu cara 
agar speciesnya tetap survive tidak punah. Hanya gen jantan yang "jawara" saja 
yang boleh diturunkan, sehingga generasi penerusnya, tetap generasi kuat, bukan 
generasi lemah.

Cuma kalau dianalogikan dengan manusia, mungkin hanya cocok dengan manusia 
jaman dahulu kala, tidak dengan manusa di jaman sekarang yang akal budinya 
sudah berkembang jauh.

Salam,
WALUYA


--- In wanita-muslimah@yahoogroups.com, "H. M. Nur Abdurahman" 
<mnur.abdurrah...@...> wrote:

> HMNA:
> Sikap Johannes Subrata atau Joesoef, yang suami Cut Tari demikian 
> itu, maka itu adalah sikap tercela yang tidak pantas ditiru, betapa > pula 
> akan dijadikan idola. Orang Makassar bilang tau tena siriqna (orang tidak 
> punya harga diri), lebih rendah dari binatang, kecuali babi. Coba kandangkan 
> pasangan kuda jantan dan betina atau ayam jantan dan betina. Setelah beberapa 
> lamanya, sebulan misalnya, masukkan kuda atau ayam jantan lain kedalam 
> masing-masing kandang itu. Masing-masing kuda dan ayam jantan itu akan 
> bertarung mati-matian mempertahankan betinanya, tidak akan sudi menyerahkan 
> betinanya kepada kuda atau ayam jantan yang baru dimasukkan dalam kandang 
> itu. Kalau dalam keadaan bebas di alam liar, maka kuda jantan akan bertarung 
> hingga ada yang tewas, sedangkan kalau ayam pertarungan akan berhenati jika 
> salah seekor keok melarikan diri, Akan tetapi kalau babi akan lain. Babi 
> jantan akan membantu babi jantan lain untuk berkelamin dengan betinanya
> ##############################################################################


Kirim email ke