sayangnya pak nur memandang persoalan dengan begitu sederhana.

- cut tary selingkuh
- suami gak boleh memaafkan, seharusnya suaminya memecat si istri
- titik habis

kenyataannya :
- kita gak tahu apa saja yang terjadi dalam rumah tangga mereka sehingga si
suami pilih memaafkan si istri
- kita juga hanya bisa berspekulasi kalau faktor anak, atau mungkin si yusuf
ini masih berpegang pada filosofi "agama kasih" lebih kuat daripada filosofi
"agama keadilan", sehingga dia pilih melakukan pemaafan dan pendampingan
daripada menunjukkan keadilan dengan cara eye for an eye ataupun melakukan
pembalasan yang lebih kejam.  kita juga gak tahu, jangan jangan hanya selama
krisis saja dia mendampingi anak strinya, tapi setelah semua berlalu, dia
pergi meninggalkan anak istrinya, lagian tekanan dari orang seperti pak nur
ini terlalu banyak dan terlalu cerewet mengomentari sikap memberi maafnya
pada sang istri.  who knows ?

sri rama saja tidak percaya istrinya masih suci ketika di tangan rahwana.
sehingga ketika orang menuntut permaisuri yang suci. dia meminta istrinya
melakukan upacara bakar diri sebagai test case istrinya masih suci atau
tidak.  toh, meskipun si istri tidak terbakar api, rama tetap mengasingkan
anak istrinya.  si istri juga tetap sakit hari.

dan semua ini gara gara si cerewet agama keadilan seperti pak nur.  harga
diri di atas segala galanya sehingga kasih sayang dan maaf tidak ada artinya
lagi.  dan mereka yang bersorak gembira ketika ada suami istri yang mulanya
saling melindungi dan menguatkan, sekarang terpecah belah, break down.
dipikirnya keadilan telah ditegakkan.  tidak dipikirnya si anak, ketika
besar, yang dia tahu adalah rasa malu, karena dia punya ibu yang
berselingkuh, mental yang rentan, karena dia dibesarkan pada keluarga yang
cerai berai, dan ketika menikah, keluarga besan menyelidiki dan bergidik
sinis, karena dia, anak dari cut tary yg selingkuh dengan peterporn.

dan menurut pak nur, tetap, keadilan telah ditegakkan.

so much for agama keadilan.  i'm sick of it.



salam,
papabonbon.wordpress.com


2010/7/9 Wikan Danar Sunindyo <wikan.da...@gmail.com>

>
>
> sorry pak nur, saya gak punya masalah yang sama dengan yang dialami yusuf
> jadi gak ada gunanya juga buat saya niru2 perbuatan yusuf
> mudah2-an pak nur dan rekan-rekan di milis wm ini juga gak ada yang
> punya masalah seperti masalah yusuf
> karena kalau ada yang punya masalah yang sama dengan masalah yusuf,
> mungkin anjuran pak nur patut diperhatikan
> jangan tiru sikap yusuf ... entah apa itu, pak nur juga gak
> menjelaskan secara jelas, cuman pake analogi dengan binatang
>
>
> salam,
> --
> Wikan
>
>


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke