> "H. M. Nur Abdurahman" <mnur.abdurrah...@...> wrote:
> HMNA:
> 1. "iri hati" yang besar pada Raja Mataram ? Irihati itukan 
> interpretasi Dr. H.J. Graaf saja.
> 2. pangeran Banten itu didapat berkat jasa-jasa Inggris? itukan 
> interpretasi Dr. H.J. Graaf saja. Mataramakan tidak menyebutkan 
> wilayah kerajaannya dengan Dar al-Islam atau Dar al-Salam, artinya 
> Mataram tidak bergabung dalam Kesatuan Khilafah Islamiyah.

Nomor 1, mungkin saja, tapi Graaf hanya mengutip arsip-arsip laporan orang 
Belanda tanggal 22 Desember 1638.

Nomor 2, jangan lupa Pak HMNA, hubungan Kesultanan Banten dengan Kerajaan 
Inggris itu baik sekali. Banten pernah mengirim duta besarnya ke Inggris, Dubes 
Banten ini berangkat pada tanggal  10 November 1681 dan tiba di Sungai Thames 
tanggal 29 April 1682, atau mengarungi lautan selama 5,5 bulan. Di Sungai 
Thames pernah diketemukan koin-koin uang Banten (Berita dari Reuter, 11 
Desember 2003) dengan tulisan arab melayu "Pangeran Ratou ing Bantam".

Ok kalau mau disebutkan Mataram bukan Dar al-salam, tetapi kenapa 
penguasa-penguasa di Nusantara diluar Mataram, juga memakai gelar SULTAN? 
Bukankah gelar Sultan hanya buat penguasa tertinggi, artinya hanya para 
penguasa Turki Usmani yang berhak memakai gelar tsb?

MOhon pencerahannya ...

Salam,
WALUYA


Kirim email ke