Pak waluya, hubungan turki dengan aceh terbatas aceh sbg vassal,yaitu kerajaan 
subordinasi dari turki, karena aceh perang dg portugis dan mau kuasai sumatera 
dengan armada lautnya. Karena jauh, hubungan nggak terlalu intense tapi 
kerajaan aceh berusaha memelihara hubungan ini. Malahayati itu admiral lulusan 
angkatan laut turki loh. Setau saya  dari catatan sejarah turki cuman aceh saja 
. Emang ada bagian nusantara yg lain sebagai negara vassal? Btw negara vassal 
bukan bagian dari negara dominan, tapi biasanya menyatakan kesetiaan dan bayar 
upeti..

Salam
Mia
-----Original Message-----
From: "Waluya" <wal...@plasa.com>
Sender: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Date: Sat, 10 Jul 2010 13:55:49 
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
Reply-To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Subject: Khilafah dan Khalifah <=Re: Trik-trik Penyusupan Neo-Marxisme <= Re: 
mesttinya ranggas <= Re: [wanita-muslimah] FPI Akan Bongkar Patung Naga di Kota

Mungkin tidak se-ekstrim gitu Pak KM. Biasanya sang penguasa (apalagi penguasa 
absolut) perlu legimitasi dari yang "suci-suci". Karena Banten dan Mataram 
adalah kesultanan Islam, jelas yang "suci-suci" itu ada di Mekkah, Graaf 
menyebutnya Ulama Besar Mekkah, bukan penguasa Khilafah Turki Usmani. Tetapi 
bukan berarti para penguasa ini bagian dari suatu imperium, mereka adalah 
penguasa-penguasa independen. 

Klaim bahwa kerajaan2 Islam di Nusantara bagian dari Imperium Turki Ustmani, 
saya meragukannya. Alasannya sederhana saja, kenapa kalau cuman "negara 
bagian", gelarnya harus SULTAN? Ini yang tidak dijelaskan oleh Bapak Doctor 
Sallehuddin Ibrahim (juga Pak HMNA). Apakah di negara-negara Timur-Tengah dan 
Balkan yang jelas-jelas dikuasai Turki Usmani, ada penguasa lokalnya yang  
punya gelar Sultan? 

Ada yang bisa memberi informasi?

Salam,
WALUYA


--- In wanita-muslimah@yahoogroups.com, "kmj...@..." <kmj...@...> wrote:
>
> Walah untuk gelar sultan saja minta dikukuhkan oleh raja 
> lain. Betapa besar rasa rendah diri (inferiority complex) 
> bangsa ini dari sejak jaman dulu. Pantas mudah dijajah, dan 
> sekarang bahkan menginginkan dijajah lagi.
> KM
> 
> ----Original Message----
> From: wal...@...
> Date: 10/07/2010 18:18 
> To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
> Subj: Khilafah dan Khalifah <=Re: Trik-trik Penyusupan Neo-
> Marxisme <= Re: mesttinya ranggas <= Re: [wanita-muslimah] 
> FPI Akan Bongkar Patung Naga di Kota
> 
> > "H. M. Nur Abdurahman" <mnur.abdurrahman@> wrote:
> > *********************************************
> > KHILAFAH ISLAMIYAH DAN ALAM MELAYU    
> > "SEJARAH YANG DISEMBUNYIKAN"
> > 
> > Dr. Sallehuddin Ibrahim
> > Ikatan Intelektual Nusantara, [IKIN]
> > ===cut====
> > Banyak  institusi  politik  melayu  di  Nusantara  
> mendapatkan 
> > gelaran sultan dari pemerintah tertentu di Timur Tengah. 
> Pada tahun > 1048H/1638 M,  pemimpin  Banten,  Abd  al-
> Qodir  (berkuasa  
> > 1037-1063H/1626-1651) dianugerahkan gelaran sultan oleh 
> Syarif 
> > Mekah sebagai hasil dari misi khusus  yang dikirim 
> olehnya untuk 
> > tujuan itu ke Tanah Suci. 
> > ====cut====
> 
> Dalam buku "Puncak Kekuasaan Mataram, Politik Ekspansi 
> Sultan Agung", karangan Dr. H.J. Graaf, KITLV-Geafiti Pers, 
> memang disebutkan bahwa pada taun 1638M, Pangeran Banten 
> menerima "nama SULTAN dan sebuah bendera yang dikirim 
> kepadanya oleh ulama besar dari Mekah". Tapi rupanya ini 
> menimbulkan "iri hati" yang besar pada Raja Mataram yang 
> menginginkan hal yang serupa. Diesbutkan dalam buku itu 
> gelar sultan buat pangeran Banten itu didapat berkat jasa-
> jasa Inggris.
> 
> Raja Mataram (Sultan Agung), mendekati orang-orang 
> Inggris  agar lewat merekalah dapat diperoleh pengangkutan 
> ke Mekah. Bukankah Raja Banten juga memanfaatkan  jasa-jasa 
> mereka?. Di Jepara ada beberapa orang Inggris yang hampir 
> terus menerus bertempat tinggal semanjak tahun 1618.
> 
> Akhirnya ditahun 1642, Raja Mataram mengirim 18 orang Jawa 
> terkemuka dan sejumlah uang untuk ziarah ke Mekkah atas 
> nama Raja dengan menumpang kapal Inggris "Reformation". 
> Ketika Kompeni (Batavia) mengetahui hal ini, kapal 
> Reformation dicegat  dan diserang di perairan Pulau Onrust 
> pada tanggal 11 Juli 1642. Akibatna seorang Inggris 
> terbunuh, menangkap dua ulama Jawa dan mengambil 5740 real 
> logam, 12 urang jawa lainnya terpaksa dibunuh karena 
> mangamuk.
> 
> Dan sebagainya, silahkan saja baca bukunya, tapi yang 
> jelas dalam buku itu tidak disebut-sebut  Kekhalifahan 
> Turki Ustmani "menolong"  raja-raja Jawa ini (Banten dan 
> Mataram) untuk berhubungan dengan tanah Suci, tapi malah 
> memanfaatkan persaingan Inggris dan Belanda yang saling 
> berebut pengaruh/ dagang di Nusantara .... 
> 
> Salam,
> WALUYA
>





[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke