perhatikan, bahkan jaman Sultan Shalahuddin Al Ayubi saja kekhalifahan
tidak satu
Shalahuddin menyerang kekhalifahan Fatimiyah di Mesir untuk menyatukan
pasukan Islam dalam rangka menyerbu pasukan nasrani. jadi
kekhalifahan/pemerintahan Islam itu memang ada bermacam2, tidak
disatukan dalam satu panji kekhalifahan.

dan sekarang kita lihat pahlawan kita Shalahuddin dari Kurdi ... apa
yang terjadi pada suku bangsanya?
dijajah oleh Turki dan ditindas di mana2. Orang Kurdi dimusuhi dan
diserang oleh Turki, dianggap pemberontak yang harus dibasmi dan
dimusnahkan. Begitukah watak yang islami? Masing2 khalifah/penguasa
berusaha untuk menguasai yang lain dan menumpahkan darah kepada orang2
yang tidak berpihak pada mereka.

salam,
--
Wikan

2010/7/10 H. M. Nur Abdurahman <mnur.abdurrah...@yahoo.co.id>
>
>
>
> "Waluya" wrote:
> Apakah di negara-negara Timur-Tengah dan Balkan yang jelas-jelas dikuasai 
> Turki Usmani, ada penguasa lokalnya yang punya gelar Sultan?
> #############################################################
> HMNA:
> Tidak semuanya kepala pemerintahan negara-negara yang tergabung dalam Kesatun 
> Khilah Islamiyah bergelar Sulthan. Ada juga yang bergelar Amir. Dan 
> sebaliknya, tidak semua kepala negara yang bergelar Sulthan mesti tergabung 
> dalam Kesatuan Khilafah Islamiyah. Cirikhas umumnya yang tergabung dalam 
> Kesatuan Khilafah Islamiyah, yaitu yang menyebut wilayahnya dengan Dar 
> al-Islam atau Dar al-Salam. Sebagai contoh di era Kesatuan Khilafah Islamiyah 
> Baghdad, kepala pemerintahan Mesir adalah Sulthan Shalahuddin Yusuf Al 
> Ayyubi.(*) Dan di era Kesatuan Khilafah Islamiyah Al-Khulafa Al-Rasyidun, 
> negara Maghribi kepala pemerintahnya bergelar Amir.

Kirim email ke