"papabonbon" wrote:
yup, bener, penganjur turanisme ini ziya gokalp (sejarawan yg sebelumnya
saya sebut sebut pemikirannya dijadikan salah satu pondasi turki modern oleh
kemal pasha attaturk), sayangnya turanisme ini rasialis (seperti saya bilang
rada rada kayak jerman uber alles).
###############################################
HMNA:
Memang, Ziya Gokalp gurunya Mustafa Kemal
Ziya Gokalp sebenarnya kurang PD. Untuk menekan rasa rendah dirinya terhadap 
barat, ia membuat distorsi sejarah. Dengarlah apa katanya: Western civilization 
is a continuasation of rhe ancient Mediterranian civilazation. The founders of 
rhe Mediterranian civilization were Turkish peoples such as the Sumerians, 
Scythians, the Phunicians and the Hyksos. [Turkish Nationalism and Western 
Civilization, Ziya Gokalp, New York, 1959, p.266]. Lengkapnya baca di bawah:

*************************************************

BISMILLA-HIRRAHMA-NIRRAHIYM
 
WAHYU DAN AKAL - IMAN DAN ILMU
[Kolom Tetap Harian Fajar]
673 Antara Mustafa K Attaturk dengan Mulyana W Kusuma Jilid I

Apa hubungannya di antara kedua sosok di atas itu? Kaitan itu diperjelas oleh 
Japrian yang saya terima seperti berikut: 
"Ass wr.wb. Bolehkah Ustadz menulis lebih jauh siapalah sesungguhnya Kemal 
Attaturk itu? Betapa mungkin terjadi seperti Ustadz paparkan dalam seri 
berlalu: Hingga akhir Perang Kemerdekaan Turki melawan negeri-negeri Eropa yang 
menduduki negeri Ottoman setelah PD I, Mustafa Kemal dari Gerakan Turki Muda 
kelihatannya seperti seorang Muslim yang taat. Dia shalat bersama-sama ummat 
Islam di masjid-masjid. Bahkan diapun juga membaca khuthbah Jum'at di beberapa 
masjid. Dia bersumpah akan berperang untuk menyelamatkan Khilafah. Dia 
memuji-muji Allah, Islam dan Nabi Muhammad SAW sepanjang waktu. Dia menyebutkan 
Al Quran sebagai Kitab Suci yang sempurna. Dia berkata Al Quran itu adalah 
konstitusi. Dan dia juga mengatakan itu semuanya pada pembukaan Majelis Agung 
Nasional (National Grand Assembly) di Ankara sewaktu Perang Kemerdekaan. 
Sehingga ummat Islam mempercayainya. .....Tidak selang berapa lama Mustafa 
Kemal mulai melakukan Social Enginering yang keras dan kejam menerapkan 
reformasi anti-Islam. Sosok yang dahulunya berkata "Al Quran sebagai 
konstitusi", berbalik mengatakan "Kita tidak menerima hukum dari langit". Untuk 
mencapai reformasi anti-Islamnya, dalam menerapkan mekanisme Sosial 
Engineering, ia tidak segan-segan melakukan pemaksaan, terror, tiang gantungan, 
penyiksaan dan penjara. Apa katanya?: "Islam - this theology of immoral Arab- 
is a dead thing ... God's revelation ! There is no God !" 

Mudah sekali Kemal Attaturk berputar haluan. Saya menanti harap-harap cemas 
Ustadz menulis lebih lanjutlah tentangnya. Sehingga boleh jadi dapatlah kita 
memahami pula mengapa Mulyana dengan drastis berputar haluan yang selama ini 
lantang dan nyaring bersuara menentang korupsi, eh tak tersangkalah menjadi 
aktor memberi suap untuk menutup korupsi di KPU. Wassalam.

***

Mengapa Mustafa Kemal shalat bersama-sama ummat Islam di masjid-masjid, bahkan 
diapun juga membaca khuthbah Jum'at, dan bersumpah akan berperang untuk 
menyelamatkan Khilafah, memuji-muji Allah, Islam dan Nabi Muhammad SAW, menjual 
ayat-ayat Allah dengan harga sedikit (TSMNA QLYLA, tsamanang qali-lan, 5:44), 
pada pembukaan Majelis Agung Nasional (National Grand Assembly) di Ankara 
sewaktu Perang Kemerdekaan? Itu dilakukannya sebagai taktik unruk mendapatkan 
dukungan ummat Islam. Sampai pada waktu itu orang Turki berpandangan sebagai 
Muslim dahulu, kemudian barulah sebagai orang Turki, tidak ada persaan arogansi 
ke-Turkian dalam kalangan warga Khilafah. Turki, Arab, Kurdi, Albania, Yunani, 
Slav, diikat oleh ideologi "ummah", persaudaraan Islam. Bacalah apa yang 
ditulis oleh Bernard Lewis:

Until the nineteenth dentury, the Turk thought of themselves primarily as 
Muslims; their loyalty belonged to Islam and not to the Ottoman state 
........The Ottoman had no racial arrogance or exclusiveness, no insistence on 
"pure" Turkish descent. Islam was the entry reqiurements which open the door 
both to real power and to social status to Albanian, Greek, and Slav as well as 
to Kurd and Arab. [The Emergence of Modern Turkey, Bernard Lewis, Oxford 
University Press, 1961, pp 2 and 8]

Dari mana ide Mustafa Kemal ttg reformasi anti-Islam? Itu didapatkannya dari 
gurunya yaitu Ziya Gokalp. Bacalah apa kata Ziya Gokalp: 

Now the mission of the Turks is nothing but to uncover the pre-Islamic Turkish 
past which has remained with the people and to graft Western civilization in 
its entirety on to it. In order to equal the European powers militerily and in 
the science and industry, our only road to salvation is to adopt Western 
civilization completely. [Turkish Nationalism and Western Civilization, Ziya 
Gokalp, New York, 1959, p.276]  

Ziya Gokalp mempunyai visi bahwa Turki harus menelan bulat-bulat peradaban 
barat. Dia berkeyakinan Turki Baru tidak bisa dibangun dengan ideologi Arab 
(maksudnya Islam -HMNA-), karena ideologi "ummah" (persaudaraan yang universal) 
tidak cocok dengan konsep nasionalisme barat. Ziya Gokalp sebenarnya kurang PD. 
Untuk menekan rasa rendah dirinya terhadap barat, ia membuat distorsi sejarah. 
Barat adalah penerus dari peradaban Mediterrania Kuno. Mereka itu adalah 
bangsa-bangsa Sumaria, Scythia, Phunicia dan Hyksos, yang kesemuanya itu adalah 
bangsa Turki. Dengarlah apa katanya:
Western civilization is a continuasation of rhe ancient Mediterranian 
civilazation. The founders of rhe Mediterranian civilization were Turkish 
peoples such as the Sumerians, Scythians, the Phunicians and the Hyksos. 
[Turkish Nationalism and Western Civilization, Ziya Gokalp, New York, 1959, 
p.266]. Padahal bangsa-bangsa Sumaria, Phunicia dan Hyksos adalah bangsa Semit, 
sedangkan bangsa Scythia adalah bangsa Parsi.   

Mengapa Mustafa Kemal begitu tega sampai hati melakukan Social Engenering yang 
keras dan kejam reformasi anti-Islam? Bacalah dari mana Mustafa Kemal berasal, 
insya Allah akan disajikan nanti dalam Seri 674 yad. WaLlah a'lamu bisshawab.

*** Makassar, 24 April 2005
    [H.Muh.Nur Abdurrahman]
http://waii-hmna.blogspot.com/2007/04/673-antara-mustafa-k-attaturk-dengan.html

************************************

BISMILLA-HIRRAHMA-NIRRAHIYM

WAHYU DAN AKAL - IMAN DAN ILMU
[Kolom Tetap Harian Fajar]
674 Antara Mustafa K Attaturk dengan Mulyana W Kusuma Jilid II

Bagi pembaca yang tidak sempat membaca Seri 673 ybl. berisi tentang pertanyaaan 
dan jawaban pengasuh kolom ini tentang Kemal Attaturk yang mudah sekali 
berputar haluan. Yang baru dijawab ialah Mustafa Kemal berpenampilan Muslim 
yang taat pada waktu Perang Kemerdekaan untuk menarik simpati ummat Islam, 
karena tanpa dukungan ummat dia bukanlah apa-apa, sebab orang Turki pada waktu 
itu identik dengan ummat Islam. Tidak ada persaan arogansi ke-Turkian dalam 
kalangan warga Khilafah. Turki, Arab, Kurdi, Albania, Yunani, Slav, diikat oleh 
ideologi "ummah", persaudaraan Islam. "Until the nineteenth dentury, the Turk 
thought of themselves primarily as Muslims; their loyalty belonged to Islam and 
not to the Ottoman state ........The Ottoman had no racial arrogance or 
exclusiveness, no insistence on "pure" Turkish descent. Islam was the entry 
reqiurements which open the door both to real power and to social status to 
Albanian, Greek, and Slav as well as to Kurd and Arab. [The Emergence of Modern 
Turkey, Bernard Lewis, Oxford University Press, 1961, pp 2 and 8]" Juga yang 
telah dijawab ialah dari mana ide Mustafa Kemal ttg reformasi anti-Islam, itu 
didapatkannya dari gurunya yaitu Ziya Gokalp. "In order to equal the European 
powers militerily and in the science and industry, our only road to salvation 
is to adopt Western civilization completely. [Turkish Nationalism and Western 
Civilization, Ziya Gokalp, New York, 1959, p.276]" 

***

Yang tersisa belum dijawab yaitu, mengapa Mustafa Kemal begitu tega sampai hati 
melakukan Social Engenering yang keras dan kejam. Yang tersisa itulah yang 
disajikan dalam seri ini.

Bulan Desember 1686 di Salonika, kurang lebih 300 keluarga Yahudi menjadi 
Muslim Marrano (orang Yahudi yang memeluk Islam). Mereka secara terbuka 
menjalankan Syari'ah, akan tetapi secara rahasia tetap meneruskan ibadah dan 
tradisi Yahudi di rumah-rumah mereka (the Islamic Marranos continued to attend 
Jewish services secretly and observed certain Jewish customs in their homes). 
Inilah komunitas yang penting secara historis akar gerakan rahasia yang menjadi 
duri dalam daging dalam Khilafah. Gerakan rahasia yang dijuluki "doenmeh" 
(pembelot) ini melebar dengan pesat di Asia Minor. Dalam abad ke-19 grakan 
rahasia doemmeh ini sudah mencapai anggota sejumlah sekitar 20 000 orang. 
Salonika menjadi pusat gerakan rahasia ini. Tatkala tahun 1913 Salonika menjadi 
bagian dari Yunani, komunitas Marrano tetap di Salonika, namun pusat gerakan 
rahasia doenmeh berpindah ke Istanbul.     

Banyak anggota dari gerakan rahasia doenmeh ini menjadi anggota Gerakan Turki 
Muda, dua orang di antaranya ialah Mustafa Kemal yang menjadi pimpinan Gerakan 
Turki Muda dan Djavid Bey (kemudian menjadi Menteri Keungan). Dalam Gerakan 
Turki muda banyak yang menentang kepemimpinannya dengan mempergunakan latar 
belakang "ke-doenmeh-nya, tetapi tidak berhasil. Mereka semuanya habis 
dieksekusi setelah Mustafa Kemal meraih kekuasaan. [Sumber: The Secret Jews, 
Joachim Prinz, 1973, pp. 111-122]

***

Itulah yang menyebabkan Mustafa Kemal sampai tega hatinya melakukan Social 
Engineering yang keras dan kejam. Ia dan rejimnya berasal dari komunitas 
doenmeh yang merasa bukan bagian dari komunitas "ummah", sebagaimana sumpah 
komunitas Morrano ini: "I shall not marry into a Muslim family nor maintain any 
intimate association with them, for they are to us an abomination and 
particularly their women." [The Secret Jews, Joachim Prinz, 1973] 

Lagi pula secara pribadi Mustafa Kemal mempunyai temperamen tanpa belas 
kasihan, karena ia peminum. "He was drinking heavily. The drink stimulated him, 
gave him energy, but increased his irritability. Both in private and public he 
was sarcastic, brutal and abrupt. He flared up at the least criticism. He cut 
short all attempts to reason with him. He flew into a passion at the least 
opposition. He would neither confide in nor co-operate with anyone. When one 
politician gave him some harmless advice, he roughly told him to get out. When 
a venerable member of the Cabinet suggested that it was unseemly for Turkish 
ladies to dance in public, he threw a Koran at him and chased him out of his 
office with a stick." [Grey Wolf, Mustafa Kemal, An Intimate Study of a 
Dictator, H.C. Armstrong, 1934]

***

Perihal Mulyana W. Kusumah itu drastis berbelok haluan 180 derajat tidaklah 
analog dengan Mustafa Kemal. Firman Allah:
-- WLQD ADHL MNKM JBLA KRSYRA AFLM TKWNWA T'AQLWN (S. YS, 36:62) dibaca: 
walaqad adhalla mingkum jibillang katsi-ran afalam taku-nu- ta'qilu-n (s. 
ya-sin), artinya: Sesungguhnya setan itu menyesatkan banyak di antara kamu, 
tidakkah kamu memikirkannya?

Setan-setan itu anak buah Iblis. Waktu Mulayana masih di LSM Iblis ternyata 
belumlah mengutus anak buahnya untuk menyesatkan Mulyana. Nanti setelah Mulyana 
berkecimpung dalam perkara uang barulah Iblis mengutus anak buahnya yang 
pangkatnya cukup tinggi untuk menyesatkan Mulyana dan berhasil, yaitu secara 
faktual Mulyana mertangkap tangan memberi suap untuk menutup korupsi di KPU.

***

'Ala kulli hal, untuk mempelajari penterapan Syari'at Islam tidak ada gunanya 
melakukan studi banding ke Turki, terkecuali jika dimaksudkan hanya jalan-jalan 
saja, atau melakukan studi bagaiman caranya menjegal penegakan Syari'at Islam. 
WaLlahu a'lami bisshawab.

*** Makassar, 1 Mei 2005
   [H.Muh.Nur Abdurrahman]
http://waii-hmna.blogspot.com/2005/05/674-antara-mustafa-k-attaturk-dengan.html

Ini saya down load dari situs  http://en.wikipedia.org/wiki/Armenian_Genocide)?

Armenian Genocide
The Armenian Genocide (Turkish: Ermeni Soykirimi) - also known as the Armenian 
Holocaust, Great Calamity or the Armenian Massacre - refers to the forced mass 
evacuation and related deaths of hundreds of thousands to over a million 
Armenians, during the government of the Young Turks from 1915 to 1917 in the 
Ottoman Empire.

Today, the Republic of Turkey rejects the notion that the event constituted a 
genocide and instead claims that the deaths among the Armenians were a result 
of inter-ethnic strife, disease and famine during the turmoil of World War I. 
However, most Armenian, Russian, Western, and an increasing number of Turkish 
scholars believe that it was indeed a genocide, or campaign of state-sponsored 
ethnic cleansing and mass extermination. For example, some Western sources 
point to the sheer scale of the death toll as evidence for a systematic, 
organized plan to eliminate the Armenians. The event is also said to be the 
second-most studied case of genocide, and often draws comparison with the 
Holocaust..

Itu memang holocaust, itu pemerintahan barbar Young Turks di bawah pimpinan 
Mustafa Kemal Attaturk yang bengis.


 

----- Original Message ----- 
From: "papabonbon" <masar...@gmail.com>
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
Sent: Tuesday, July 13, 2010 09:53
Subject: Re: [wanita-muslimah] Nenek Moyang Raja Turki / Khilafah dan Khalifah 
<=Re: Trik-trik

yup, bener, penganjur turanisme ini ziya gokalp (sejarawan yg sebelumnya
saya sebut sebut pemikirannya dijadikan salah satu pondasi turki modern oleh
kemal pasha attaturk), sayangnya turanisme ini rasialis (seperti saya bilang
rada rada kayak jerman uber alles).

dan di era sekarang ini, teorinya ziya gokalp ditolak.  seperti ditulis
dalam artikel.  The Ural-Altaic linguistic hypothesis, now discredited,
inspired the emergence of Hungarian and Japanese branches of the Turanian
Society in the 1920s and 1930s.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke