kalau Mulyana W Kusumah itu koruptor
berarti Anas Urbaningrum bukan koruptor ya, karena dia gak ikutan
korupsi, sementara temen2-nya di KPU penjahat semua
wah, hebat banget ya Anas ... bisa begitu bersih di tengah2 KPU yang
orang2-nya busuk semua
untung Pak SBY segera menyelamatkan Anas dari godaan KPU yang terkutuk
dan masuk ke Partai Demokrat yang orang2-nya baik hati dan tidak
sombong dan jelas2 anti korupsi
dan yang penting lagi Anas bisa jadi ketua umum partai demokrat dan
meninggalkan rekan2-nya yang bergelimang harta korupsi di KPU dan
telah dihukum karena bermaksud mengungkap aliran dana asing ke
rekening partai demokrat

salam,
--
Wikan

2010/7/13 H. M. Nur Abdurahman <mnur.abdurrah...@yahoo.co.id>
>
>
>
> "papabonbon" wrote:
> yup, bener, penganjur turanisme ini ziya gokalp (sejarawan yg sebelumnya
> saya sebut sebut pemikirannya dijadikan salah satu pondasi turki modern oleh
> kemal pasha attaturk), sayangnya turanisme ini rasialis (seperti saya bilang
> rada rada kayak jerman uber alles).
> ###############################################
> HMNA:
> Memang, Ziya Gokalp gurunya Mustafa Kemal
> Ziya Gokalp sebenarnya kurang PD. Untuk menekan rasa rendah dirinya terhadap 
> barat, ia membuat distorsi sejarah. Dengarlah apa katanya: Western 
> civilization is a continuasation of rhe ancient Mediterranian civilazation. 
> The founders of rhe Mediterranian civilization were Turkish peoples such as 
> the Sumerians, Scythians, the Phunicians and the Hyksos. [Turkish Nationalism 
> and Western Civilization, Ziya Gokalp, New York, 1959, p.266]. Lengkapnya 
> baca di bawah:
>
> *************************************************
>
> BISMILLA-HIRRAHMA-NIRRAHIYM
>
> WAHYU DAN AKAL - IMAN DAN ILMU
> [Kolom Tetap Harian Fajar]
> 673 Antara Mustafa K Attaturk dengan Mulyana W Kusuma Jilid I
>
> Apa hubungannya di antara kedua sosok di atas itu? Kaitan itu diperjelas oleh 
> Japrian yang saya terima seperti berikut:
> "Ass wr.wb. Bolehkah Ustadz menulis lebih jauh siapalah sesungguhnya Kemal 
> Attaturk itu? Betapa mungkin terjadi seperti Ustadz paparkan dalam seri 
> berlalu: Hingga akhir Perang Kemerdekaan Turki melawan negeri-negeri Eropa 
> yang menduduki negeri Ottoman setelah PD I, Mustafa Kemal dari Gerakan Turki 
> Muda kelihatannya seperti seorang Muslim yang taat. Dia shalat bersama-sama 
> ummat Islam di masjid-masjid. Bahkan diapun juga membaca khuthbah Jum'at di 
> beberapa masjid. Dia bersumpah akan berperang untuk menyelamatkan Khilafah. 
> Dia memuji-muji Allah, Islam dan Nabi Muhammad SAW sepanjang waktu. Dia 
> menyebutkan Al Quran sebagai Kitab Suci yang sempurna. Dia berkata Al Quran 
> itu adalah konstitusi. Dan dia juga mengatakan itu semuanya pada pembukaan 
> Majelis Agung Nasional (National Grand Assembly) di Ankara sewaktu Perang 
> Kemerdekaan. Sehingga ummat Islam mempercayainya. .....Tidak selang berapa 
> lama Mustafa Kemal mulai melakukan Social Enginering yang keras dan kejam 
> menerapkan reformasi anti-Islam. Sosok yang dahulunya berkata "Al Quran 
> sebagai konstitusi", berbalik mengatakan "Kita tidak menerima hukum dari 
> langit". Untuk mencapai reformasi anti-Islamnya, dalam menerapkan mekanisme 
> Sosial Engineering, ia tidak segan-segan melakukan pemaksaan, terror, tiang 
> gantungan, penyiksaan dan penjara. Apa katanya?: "Islam - this theology of 
> immoral Arab- is a dead thing ... God's revelation ! There is no God !"
>
> Mudah sekali Kemal Attaturk berputar haluan. Saya menanti harap-harap cemas 
> Ustadz menulis lebih lanjutlah tentangnya. Sehingga boleh jadi dapatlah kita 
> memahami pula mengapa Mulyana dengan drastis berputar haluan yang selama ini 
> lantang dan nyaring bersuara menentang korupsi, eh tak tersangkalah menjadi 
> aktor memberi suap untuk menutup korupsi di KPU. Wassalam.

Kirim email ke