Penderitaan Bukanlah Kelemahan Melainkan Kekuatan*

By: agussyafii

Setiap kali kita mengalami peristiwa yang membuat kita bersedih atau menderita 
seringkali kita menutupinya atau menekan perasaan kita agar tidak terlihat 
lemah atau takut dianggap sebagai orang yang lemah iman sehingga bila ditanya 
'apa kabar? kemudian kita menjawab, 'baik..!' Tanpa kita sadari kita menolak 
penderitaan. 

Dilingkungan kita berada bila terjadi peristiwa duka cita, kehilangan orang 
yang kita cintai biasanya ada ungkapan, 'sudahlah, jangan menangis. Ikhlaskan 
saja kepergiannya.' atau ada juga yang mengatakan, 'kayak bukan orang beriman 
saja, begitu kok menangis.' Itulah sebabnya kita menekan perasaan kita, menekan 
emosi kita, tidak menunjukkan menangis di depan umum agar kita tidak dianggap 
sebagai orang yang lemah bahkan dianggap sebagai orang yang kufur.

Padahal bila kita memahami lebih dalam setiap duka cita dan penderitaan yang 
kita alami sesungguhnya banyak manfaatnya dalam hidup kita. Penderitaan dan 
duka cita yang sering kita alami sesungguhnya bukan kelemahan melainkan sebuah 
kekuatan yang ada di dalam diri kita. Ada beberapa manfaat di dalam penderitaan 
yang kita rasakan sebagai kekuatan.

Pertama, Pengalaman duka cita atau yang kita rasakan sebagai menderitaan justru 
mengajarkan kita pada limpahan kasih sayang Allah Subhanahu Wa ta'ala agar kita 
semakin dekat dan taat kepadaNya, dengan demikian limpahan kasih sayang Allah 
akan memenuhi hati kita dan hati kita memancarkan kasih sayangNya untuk semua 
orang yang disekeliling kita.

Kedua, penderitaan yang kita rasakan menjadikan kebahagiaan kita menjadi 
sempurna. Kebahagiaan sejati pada dasarnya adalah mengalami kegembiraan dan 
penderitaan secara seimbang. Hidup menjadi dinamis ketika semuanya datang silih 
berganti antara kebahagiaan dan penderitaan.

Ketiga, penderitaan membuat kita semakin peka terhadap penderitaan orang lain. 
Kita menjadi memiliki empati dan menghormati orang lain sebagai hamba Allah 
yang sama-sama dimuliakan. Kita tidak berani menghina, melecehkan, atau 
mencemooh orang lain karena kita merasakan betapa pahitnya sebuah penderitaan.

Keempat, ketika hati kita remuk redam, ingin menangis menangislah sesungguhnya 
apa yang kita rasakan sakitnya, dengan menangis merupakan salah satu cara untuk 
membersihkan hati kita. Menangislah kepada Allah agar diberikan kesabaran dalam 
menjalani hidup ini sebagaimana Firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

'Apa yang disisimu akan lenyap dan apa yang disisi Allah adalah kekal. Dan 
sesungguhnya Kami memberikan balasan kepada orang-orang yang sabar dengan 
pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS. an- Nahl : 96).

* Materi On Air Radio Bahana 101.8 FM jakarta Rabu  Jam 6 s.d 7 malam ini.

Wassalam,
agussyafii
--- 
Yuk hadir atau menjadi relawan pada kegiatan 'Aksi Sosial Amalia (ASA)', 
bazaar, perlombaan anak2, santunan di Rumah Amalia, Jl. Subagyo IV Blok ii, No. 
23 Komplek Peruri, Ciledug. pada hari Ahad, tanggal 25 Juli 2010. Kirimkan 
dukungan dan partisipasi anda di http://www.facebook.com/agussyafii3, atau 
http://agussyafii.blogspot.com/, http://www.twitter.com/agussyafii atau sms di 
087 8777 12 431.




      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke