> Wikan Danar Sunindyo <wikan.da...@...> wrote:
> mengapa tidak ada buku sejarah Islam yang lengkap?
> karena sejarawan Islam (apalagi sejarawan Islam kontemporer) sulit
> untuk menerima fakta sejarah dari pihak lain yang
> berlawanan/bertentangan. Jadi maunya nulis yang baik2 saja tentang
> sejarah Islam.

Kelihatannya enggak juga Pak Wikan, ada juga yang melihatnya secara obyektif, 
paling tidak di buku yang saya punyai. Saya punya dua,  semauanya disusun oleh 
Sejarahwan muslim, yang satu muslim orang Pakistan (terjemahan), sedangkan yang 
satu lagi, orang Indonesia keturunan Bangla Desh (tadinya pakistan juga 
...hehehe). Ini salah satu contoh yang ditulis oleh M. Abdul Karim dosen UIN 
Yogyakarta dalam bukunya "Sejarah Pemikiran dan Peradaban Islam":

Sultan Turki Ottoman abad ke 15 yang menaklukan Konstantinopel, Muhammand II, 
yang dalam sejarah terkenal sebagai Muhammad Al-Fatih MENERAPKAN UNDANG-UNDANG 
BARU DALAM ISLAM yang disahkan dalam QANUM NAMAH, yaitu menetapkan bahwa 
MEMBUNUH SAUDARA KANDUNG, temasuk KEPONAKAN, PAMAN dan KELUARGA DEKAT yang 
dianggap bersaing dalam perebutan kekuasaan, adalah HALAL. Dengan alasan, bahwa 
lebih baik negara itu utuh daripada kehilangan wilayah. Fatwa tersebut disahkan 
oleh shaikh-Al Islam. (halaman 313).

Pantesan seperti pernah disinggung Pak Donnie, sukseksi Sultan/ Khalifah di 
Turki Ottoman itu penuh dengan pertumpahan darah. "Fatwa" ini baru "disetop" 
oleh Sultan/Khalifah Selim II, di abad 16. Itupun tidak sepenuhnya, karena 
pesaingnya (= saudara2nya sendiri) walaupun tidak dibunuh, tapi tetap di kurung.

Contoh diatas, menunjukkan Pak Abdul Karim, berusaha seobyektif mungkin dalam 
menuliskan riwayat "kegemilangan" Kekhalifahan Turki Ottoman.

Salam,
WALUYA

Kirim email ke