----- Original Message ----- 
From: "Abdul Muiz" <mui...@yahoo.com>
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
Sent: Monday, July 19, 2010 05:25
Subject: Re: Bls: [wanita-muslimah] Seri 932. Dua Peristiwa di Bulan Rajab


Abah HMNA ini lupa bahwa ayat-ayat Allah swt itu secara verbal ada di qur'an 
dan kitab sebelumnya (taurat, zabur, dan injil serta suhuf-suhuf lain) tetapi 
yang non verbal ya bertebaran di jagat raya, banyak firman Allah yang berkenaan 
"....... ini adalah tanda-tanda bagi kaum yang : berfikir, berakal, berilmu, 
beriman, berzikir, gemar menyimak, dsb.

Menuntut cara orang jawa, bali, sunda dan suku bangsa lain dalam menangkap 
simbol yang bertebaran di muka bumi ini dengan dalil qur'an ya banyak, tetapi 
kalau minta dalil hadits tentu saja tidak ada karena Nabi kan hidup di ruang 
lingkup terbatas dan kultur arab timur tengah, response beliau ya dibatasi oleh 
context situasi saat itu justru kalau melintas batas ke mana-mana akan 
membingungkan umat beliau.
################################################################################
HMNA:
Ayat kawniyah (kosmologis) memang ayat-ayat Allah. Akan tetapi interpretasi 
dari fenoma alam yang dihubungkan dengan kejadian menyangkut manusia dan 
kemanusiaan itukan dilarang oleh Nash. Pada waktu wafatnya Ibrahim (anak 
kesayangan Nabi SAW dari ummul Mu'miniyn Maria Al-Qibthi) terjadi gerhana 
matahari penuh. Penduduk Madinah membuat interpretasi yang mengaitkan gerhana 
itu dengan kematian Ibrahim, maka Nabi SAW menyatakan itu gerhana matahari 
adalah fenomena alam tanda keMaha Kuasaan Allah, dan itu tidak ada hubungannya 
dengan kematian Ibrahim. Ini adalah dalil dari Nash, bahwa fenomena alam itu 
tidak boleh dihubung-hubungkan dengan kejadian menyangkut manusia dan 
kemanusiaan, ramalan, pertanda baik atau buruk dsb.
###################################################################################

Kalender Jawa adalah sebuah kalender
 yang istimewa karena merupakan perpaduan antara budaya Islam, 
budaya Hindu-Buddha 
Jawa dan bahkan juga sedikit budaya Barat. Dalam sistem kalender Jawa, 
siklus hari yang dipakai ada dua: siklus mingguan yang terdiri dari 7 
hari seperti yang kita kenal sekarang, dan siklus pekan pancawara
 yang terdiri dari 5 hari pasaran. Pada tahun 1625 Masehi, Sultan Agung yang 
berusaha keras menyebarkan 
agama Islam di pulau Jawa dalam kerangka negara Mataram mengeluarkan dekrit 
untuk mengubah 
penanggalan Saka. Sejak saat itu kalender Jawa versi Mataram menggunakan
 sistem kalender kamariah atau lunar, namun tidak menggunakan angka dari
 tahun Hijriyah (saat itu tahun 1035 H). Angka tahun Saka tetap dipakai 
dan diteruskan. Hal ini dilakukan demi asas kesinambungan. Sehingga 
tahun saat itu yang adalah tahun 1547 Saka,
 diteruskan menjadi tahun 1547 Jawa.

Dekrit Sultan Agung berlaku di seluruh wilayah kerajaan Mataram II: 
seluruh pulau Jawa
 dan Madura
 kecuali Banten,
 Batavia
 dan Banyuwangi (=Balambangan). 
Ketiga daerah terakhir ini tidak termasuk wilayah kekuasaan Sultan 
Agung. Pulau Bali
 dan Palembang yang mendapatkan pengaruh budaya Jawa,
 juga tidak ikut mengambil alih kalender karangan Sultan Agung ini.
Selengkapnya lihat tautan : http://id.wikipedia.org/wiki/Kalender_Jawa
WassalamAbdul Mu'iz


--- Pada Ming, 18/7/10, H. M. Nur Abdurahman <mnur.abdurrah...@yahoo.co.id> 
menulis:

Dari: H. M. Nur Abdurahman <mnur.abdurrah...@yahoo.co.id>
Judul: Re: Bls: [wanita-muslimah] Seri 932. Dua Peristiwa di Bulan Rajab
Kepada: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Tanggal: Minggu, 18 Juli, 2010, 7:14 PM











  


    
      
      
      

----- Original Message ----- 

From: "Abdul Muiz" <mui...@yahoo.com>

To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>

Sent: Sunday, July 18, 2010 09:36

Subject: Re: Bls: [wanita-muslimah] Seri 932. Dua Peristiwa di Bulan Rajab



abah HMNA,



1) tidak semua perhitungan angka -- yang disajikan versi jawa, bali bahkan 
sunda juga punya -- itu selalu menghasilkan ramalan doang, tetapi menangkap 
gejala alam melalui simbol-simbol tertentu yang diterjemahkan dalam angka yang 
kemudian dikuantifisir selanjutnya ditafsirkan sebagai pertanda baik atau 
buruk, bahka ada perhitungan yang rada mirip dengan hong sui nya Tionghoa, 
seperti menghindari posisi tusuk sate karena ventilasi angin membawa dampak 
buruk bagi kesehatan yang ditafsirkan sebagai "sial atau malapetaka". Ini semua 
tidak ada kaitannya dengan syirik, karena pertanda alam berupa simbol yang 
ditangkap orang jawa, bali dan sunda itu berasal dari Allah juga.

################################################################

HMNA:

pertanda alam berupa simbol yang ditangkap orang jawa, bali dan sunda itu 
berasal dari Allah juga? Mana dalilnya?

################################################################



Metodologi angka dari Al qur'an sebagaiamana yang disajikan Abah HMNA memang 
terbuka dan dapat diverifikasi oleh siapapun, begitu juga rumus perhitungan 
matematis orang Jawa, Bali, dan atau Sunda tentang hari baik dan sial juga bisa 
diverifikasi oleh siapapun tentu saja yang mengerti dan faham filosofi ybt.

#################################################################

HMNA:

Substansial sangat berbeda, karena 24434, 5, 7, 17, 19 itu murni matematis 
tidak ada hubungannya dengan ramalan, pertanda alam dls.

####################################################################



2) Fenomena Uni Eropa yang menurut Abah HMNA adalah mulai mengaburkan konsep 
Nation State adalah kesimpulan yang keliru, karena konsep Uni Eropa itu 
terbatas pada kerjasama tertentu rada mirip dengan ASEAN yang sama sekali tidak 
menghilangkan sedikitpun konsep nation state masing-masing anggota. Makanya 
Inggris yang merasa super dengan mata Uang Pound Sterling enggan bergabung 
dengan Uni Eropa yang meluncurkan mata uang bersama Euro. Nyatanya nilai Pound 
Sterling paling tinggi saat ini.

##############################################################

HMNA:

Meskipun Inggris (United Kingdom) secara geografis adalah juga bagian Eropa, 
tetapi kalau orang bicara Uni Eropa, maka tidak termasuk UK. Saya copas dari 
yang saya tulis di bawah: Konsep nation state itu sudah mulai kabur yaitu 
bergulir kearah kesatuan semacam bersatunya negara-negara eropah dengan 
membentuk Uni Eropah. Jadi yang saya maksud kabur yaitu MULAI BERGULIR ke arah 
kesatuan dalam beberapa aspek seperti,  memiliki mata uang bersama (Euro), itu 
sudah kabur batas negara. semua warga Uni Eropah tidak perlu mengurus visa  
untuk lintas batas pergi berlibur misalnya, itu juga sudah kabur, adanya 
Parlemen Eropah, itu nation state diperciut menjadi hanya sekadar anggota dari 
katakanlah Super State yang bernama Uni Eropa. Itulah yang saya maksudkan 
dengan kabur dalam beberapa aspek. Btw, ASEAN belum sampai sejauh itu.

###############################################################



3) Up-date itu memang perlu karena tantangan tiap zaman berbeda dan cara 
memandang dan meresponnya tidak harus seperti masa lalu.

##########################################################

HMNA:

Ya, update dalam pengertian dikontrol oleh qaidah Usul Fiqh, semua boleh 
kecuali yang tidak bertentangan dengan Nash, saya ulangi / tekankan lagi, saya 
copas yang telah saya tulis di bawah: Bagian demokrasi yang berbau liberal, 
konsep ekonomi biarkan lalu dengan bebas ala konsep neo-lib itu termasuk yang 
menentang Nash. 

###########################################################



Wassalam

Abdul Mu'iz

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke