Mas Agus dan Netter Sekalian,

Saya bener-bener Takjub sekaligus menyesali diri membaca email ini. Pengalaman 
Pribadi saya senantiasa berbeda. Saya Yakin Allah Tidak Tidur, Yakin pada 
kebaikan, tapi seingat saya sangat jarang atau hampir tidak pernah mengalami 
hal-hal instan seperti cerita dibawah ini. Setiap kesulitan selalu hanya bisa 
saya atasi dengan perjuangan berat. Soal kebaikan, sejujurnya saya jarang 
memikirkan hal ini, apabila ada orang minta tolong dan saya mampu, pasti saya 
berikan pertolongan, setelah itu saya melupakannya :D

sejujurnya saya tidak bisa mengukur apakah saya ikhlas (tulus) apa tidak, 
kadang memberikan bantuan dengan sedikit jengkel (karena keseringan). Saya juga 
sangat sulit mengingat "bantuan" yang sudah saya berikan, juga lupa pertolongan 
yang saya terima. Seringkali saya berpikir, Iman/Keyakinan, Tuhan Maha Kuasa, 
Allah Tidak Tidur dll, tidak dibutuhkan "pembuktian". Saya makin hari makin 
sering TIDAK memasukkan faktor Tuhan dalam kalkulasi kehidupan, karena rumitnya 
memahami Tuhan. 

Saya sering menjawab "Alhamdulillah saya sakit" ketika ditanya "Apa Khabar" :D 
dalam hal ini saya bersungguh-sungguh, karena apapun situasinya saya berusaha 
selalu bersyukur. Bisa jadi karena umur bertambah tua, tingkat acceptance saya 
bertambah tinggi. Dan kembali ke cerita dibawah ini, sungguh sepanjang ingatan 
sangat jarang mengalaminya, atau paling tidak saya tidak mengaitkan sebuah 
pertolongan yang saya terima dengan pertolongan yang saya berikan. Bahkan 
sangat sering menolong, tapi dapatnya kesulitan :=)) atau problema. Ketika 
menerima "bantuan/pertolongan" pikiran saya : ini sedang ada orang baik 
melaksanakan takdirnya, sebaliknya ketika menolong, berpikir ini kebaikan saya 
sedang melaksanakan takdirnya. Istilah yang saya pakai (terutama ketika 
berbincang dengan Istri), "inilah jalur kenabian saya".

Selain itu, saya tidak menganggap kegagalan sebagai musibah dan tidak 
menganggap musibah sebagai Hukuman, dalam usaha. Tahun 2008 saya coba buka 
warnet di aceh dengan investasi sekitar 100 juta, setahun kemudian bangkrut 
(sisa aset th 2010 sekitar 20 juta). Usaha bidang IT tahun 2009 awal di Jakarta 
dan delapan bulan kemudian Tutup dan rugi sekitar 80 juta. Tahun 2007 buka 
Digital Printing (Topik Ubuntu on Small Business), juga akhirnya tutup kerugian 
sekitar 30-40 juta. Ikut Patungan buka kafe di Pekalongan (hasil belum tahu). 
Artinya dalam usaha dari periode ke periode saya mengalami banyak kegagalan dan 
keberhasilan secara bersamaan atau bergantian. Kawan saya memberikan pepatah 
ini dan saya setujui : success is contineous failure without loosing 
enthusiasm, secara sederhana sukses adalah tetap berjalan dalam kegagalan. 
Sebagai tambahan pagi tadi saya menerima gyro 300 juta yang kliringnya gagal 
dan siang tadi saya telpon orangnya dia sudah ditahan polisi karena kasus 
penipuan :=(( saya gak tahu harus sedih atau senang, tapi tadi tertawa juga.

Tidak ada kesempatan untuk mengevaluasi, kenapa ini gagal itu berhasil, saya 
membiarkan hidup berjalan begitu saja.

Gak nyambung ya .... ndlahom deh

salam
./sts




----- Original Message -----
From: muhamad agus syafii
Sent: 07/20/10 10:13 AM
To: agussya...@yahoo.com
Subject: [wanita-muslimah] Allah Tidak Tidur

Allah Tidak Tidur

By: agussyafii

Kemaren siang saya mendapatkan email dari seorang Ibu yang bertutur tentang 
pengalaman beliau bahwa Allah tidak tidur, Allah selalu membalas apapun yang 
pernah kita lakukan dalam hidup ini, tanpa terasa air mata saya menetes membaca 
email yang menuturkan pengalaman beliau. 

Assalamualaikum Mas Agus,

Boleh khan saya sedikit sharing mengenai pengalaman saya pribadi yang bisa 
diambil hikmahnya yang mungkin bisa Mas Agus sharing-kan keteman-teman yang 
lain.

Yang pertama adalah :
Pada suatu hari saya pulang dari tugas luar kota. Sambil menunggu supir 
menjemput di bandara saya melihat seorang gadis mahasiswi berdiri kebingungan 
dan bertanya kepada saya, apakah bis yang menuju Blok M sudah lewat. Saya jawab 
sudah kira2 5 menit yang lalu dan dia bertanya yang akan datang masih lama gak. 
Saya jawab biasanya lama. Saya juga menanyakan mau kemana yang dijawab mau ke 
daerah Cilandak. Karena saya kasian saya tawarkan untuk ikut saya. Walaupun 
rumah saya di Cibubur, saya tawarkan saya akan lewat Cilandak. Dan saya 
antarkan sampai Cilandak. Sampai sekarang saya juga tidak tau namanya.

Beberapa minggu kemudian saya ditugaskan ke Palembang untuk yang pertama kali, 
saya belum pernah kesana dan Alm. suami saya pada waktu itu bilang harus 
berhati2 karena disana banyak penjahat yang biasa menghilang di lorong2 setelah 
melakukan kejahatan.

Alhamdulillah di pesawat saya duduk bersebelahan dengan Ibu, yang saya juga 
lupa namanya, hanya yang pasti beliau mempunyai perkebunan kelapa sawit. Beliau 
menawarkan untuk mengantar saya ke hotel tanpa dikenakan biaya apapun dan 
keadaan saat itu hujan lebat. Saya bersyukur sekali karena dalam keadaan hujan 
lebat, tidak tau daerah, kwatir akan keselamatan, ada yang membantu tanpa 
pamrih.

Allah tidak tidur, Dia melihat dan membalas semua yang kita lakukan.

Kejadian kedua adalah, pada waktu itu (kira2 2 tahun yang lalu), kami 
sekeluarga pergi berlibur ke Cipanas Garut, menginap di penginapan yang 
mempunyai fasilitas Waterboom dan sebagai penghuni penginapan tersebut kami 
mendapatkan fasilitas untuk ketempat tersebut berupa karcis gratis. Pada hari 
terakhir, kami berencana akan pulang ke Jakarta dan sebelumnya akan menggunakan 
fasilitas Waterboom tersebut, mengingat anak2 senang main disana. Tetapi 
ternyata pagi itu listrik padam, sehingga air untuk luncuran tidak nyala. Saya 
dan Alm Suami bilang ke anak2, karena listrik mati dan tidak tau sampai kapan 
lebih baik kita langsung pulang aja ke Jakarta.

Tapi saya berfikir bahwa tiket gratis mubazir kalau tidak dipergunakan. Pada 
saat itu saya melihat Bapak2 beserta istri dan anaknya, keliahatannya penduduk 
setempat. Bapak itu sedang menghitung uang, secara tidak sengaja saya melihat 
isi dompetnya yang isinya hanya sedikit, padahal harga karcis untuk masuk 
Waterboom termasuk mahal untuk penduduk setempat. Saya hampiri Bapak tersebut 
dan saya bilang bahwa karcis ini untuk Bapak, dia bengong sambil berkata, 
berapa saya musti bayar. Saya bilang ini gratis, langsung saya pergi.

Beberapa bulan dari saat itu kebetulan kantor Alm. suami mengadakan family 
gathering di Dufan, Ancol. Karena pada saat itu Alm. Suami mulai tidak enak 
badan, saya mengajak supir saya untuk ikut sekalian menjaga anak saya. Karena 
karcis hanya untuk keluarga, supir tidak bisa masuk. Saya mencoba untuk 
membeli, tapi tidak bisa, karena sudah di reserve untuk acara kantor tersebut. 
Eh tiba2 ada seorang ibu muda datang, baik Alm suami (walaupun satu institusi) 
maupun saya tidak kenal ibu tersebut yang menawarkan karcis karena anaknya 
tidak perlu karcis karena masih 2 tahun.

Subhanallah Allah menggantikan tanpa kita minta dan tanpa kita duga.

Yang terakhir adalah baru hari ini. Terakhir saya memberikan amalan atas nama 
Alm. Suami untuk aktifitas Rumah Amalia melalui Mas Agus (benar2 ikhlas dan 
tanpa pamrih). Hari ini ada seorang vendor yang dulu dekat (tanpa ada ikatan 
dan tanpa ada pamrih apapun) dan beliau baru tau bahwa suami saya sudah 
meninggal lebih dari 5 bulan yang lalu. Dan dia juga bilang kepada teman kantor 
saya bahwa beliau kenal dengan Alm. Suami saya dan tau persis bahwa saya sangat 
menyayangi Alm. Beliau bertemu dengan saya dan mengucapkan belasungkawa sambil 
menyatakan keterkejutannya, kemudian saya kembali ke meja kerja saya. Beberapa 
lama kemudian, anak buah Beliau, Office Boy (kebetulan Beliau sebagai vendor 
outsource office boy untuk kantor kami) menemui saya dan memberikan amplop 
serta menyampaikan bahwa ini dari Beliau yang isinya berupa materi dengan 
ucapan turut berduka cita yang dalam.

Walaupun Suami saya meninggalkan kami semua sudah cukup lama, ternyata rejeki 
atas meninggalnya Beliau masih berdatangan.

Mas Agus, saya sangat bersyukur sekali dan banyak makna yang bisa diambil. 
Salah satunya adalah selalu rela dalam memberikan sesuatu kepada orang lain 
tanpa pamrih. Allah tidak tidur, Dia Maha Tau dan Maha Bijaksana atas apapun 
yang dikerjakan oleh hamba-hambaNya. Subhanallah ....Mudah2an cerita pengalaman 
saya ini bisa diambil manfaatnya untuk orang lain.

Wassalam, 
agussyafii 
--- 
Yuk hadir atau menjadi relawan pada kegiatan 'Aksi Sosial Amalia (ASA)', 
bazaar, perlombaan anak2, santunan di Rumah Amalia, Jl. Subagyo IV Blok ii, No. 
23 Komplek Peruri, Ciledug. pada hari Ahad, tanggal 25 Juli 2010. Kirimkan 
dukungan dan partisipasi anda di http://www.facebook.com/agussyafii3, atau 
http://agussyafii.blogspot.com/, http://www.twitter.com/agussyafii atau sms di 
087 8777 12 431.




[Non-text portions of this message have been removed]


---
email : x1...@gmx.com

sent by Mobile Device on Gentoo Linux

Kirim email ke