Ini dasar dokter odong-odong (masih dengan penuh kesopanan). Darah Nasrani itu 
Halal untuk ditranfusikan kedalam tubuh Kejawen Yahudi.

Begitu boss maksute. Khan sudah ana toles. Ana lebih suka ikut aliran dana Bank 
Century.

Aliran lain kurang menarik

Sumonggo
(Menegaskan kesopanan)

Wassalam
/STS


+6281288882828 (sms only)   Powered by FuntooBerry®

-----Original Message-----
From: donnie damana <donnie.dam...@gmail.com>
Sender: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Date: Tue, 20 Jul 2010 17:36:56 
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
Reply-To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Subject: Re: [wanita-muslimah] Re: Allah Tidak Tidur

Ya al Ustad Sabri,

Sampeyan itu sebenarnya ustad liberal atau fudamentalis?
Tadi  bilang mengikuti aliran perenialis.. sekarang ikutan yang fundamentalis 
bilang kalo darahnya orang Nasrani halal..

jangan membingungkan umat..

Salim,
:D


On Jul 20, 2010, at 4:04 PM, TJ-sTs wrote:

> Kang Waluya
> 
> Jangan kuatir kata banyak Muslim. Orang Nasrani Halal darahnya. Jadi darah 
> buat anak sampeyan itu hukumnya Halal
> 
> Salam
> 
> 
> +6281288882828 (sms only)   Powered by FuntooBerry®
> 
> -----Original Message-----
> From: "Waluya" <wal...@plasa.com>
> Sender: wanita-muslimah@yahoogroups.com
> Date: Tue, 20 Jul 2010 13:23:25 
> To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
> Reply-To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
> Subject: [wanita-muslimah] Re: Allah Tidak Tidur
> 
>> "TEdJO stSabri" <x1...@...> wrote:
>> Dalam skala pemikiran manusia, tidak pantaskah seorang Mahatma 
>> Gandhi menikmati Surga (?)
> 
> Saya mau berbagi cerita nih sedikit, boleh kan? Kajadiannya di akhir 1990'an, 
> anak saya yang nomor dua, yang waktu itu umurnya 7 tahun (kelas 2 SD) kena 
> demam berdarah, dan harus di opname. Dokter anak yang menangani anak saya, 
> mengharuskan anak saya ditransfusi thrombosit. Nah ini celakanya, Rumah Sakit 
> tidak menyediakan, harus cari sendiri ke PMI. Waktu di PMI, baru saya tahu, 
> bahwa thrombosit itu harus diambil dari darah segar (baru diambil), bukan 
> dari darah yang disimpan. Jadi harus menunggu donor darah yang datang atau 
> membawa orang yang akan diambil darahnya.
> 
> Yang namanya mencari "darah segar", susahnya setengah mati  sampai harus 
> diumumkan di radio. Dan itupun saya harus menunggu lama sekali, berjam-jam 
> dari jam 10 pagi, panik dan rasanya hampir frustasi. Tapi pertolongan 
> akhirnya datang. Kira-kira jam 10 malam, ada yang datang karena mendengar 
> pengumuman dari radio. Seorang laki-laki, umurnya sekitar 40 tahun, datang 
> dengan memakai celana pendek dan kaos olahraga, katanya pas habis pulang olah 
> raga dia mendengar di radio mobilnya ada yang perlu darah segolongan dengan 
> dia, jadi langsung ke PMI.
> 
> Betapa leganya hati saya tapi karena panik, saya sampai lupa menanyai siapa 
> beliau ini yang dengan susah payah datang malam-malam, hanya untuk menolong 
> orang lain yang tidak dia kenal sama sekali. Saya baru sadar bahwa saya itu 
> orang tidak tahu terimakasih ketika beliau sudah pulang, dan darahnya sedang 
> diproses. Akhirnya saya menanyai petugas PMI, siapa beliau itu.
> 
> "Oh Pak X, dia itu dari gereja X di Cimahi, donor darah langganan di sini", 
> kata petugas PMI itu, acuh tak acuh seolah-olah cuma kejadian biasa.
> 
> Tapi tidak bagi saya, jawaban petugas PMI ini membikin mulut saya ternganga, 
> terkejut. Tidak menyangka sama sekali yang menolong anak saya itu orang 
> Nasrani. Mungkin bagi orang lain hal ini biasa saja, tapi bagi saya yang 
> dibesarkan di suatu kampung di Jawa Barat yang serba homogen, yang hampir 
> tidak mengenal perbedaan, kejadian ini mengubah sama sekali stereotip yang 
> terbentuk terhadap yang "tidak sama".
> 
> Sampai sekarangpun saya masih bertanya-tanya, bolehkan saya berdoa kepada 
> orang yang tidak saya kenal itu, supaya dia selamat dunia dan akhirat, 
> sebagai tanda terimakasih saya?
> 
> 
> Salam,
> WALUYA
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> 
> 
> ------------------------------------
> 
> =======================
> Milis Wanita Muslimah
> Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
> Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
> Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
> ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
> Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
> Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscr...@yahoogroups.com
> Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejaht...@yahoogroups.com
> Milis Anak Muda Islam mailto:majelism...@yahoogroups.com
> 
> Milis ini tidak menerima attachment.Yahoo! Groups Links
> 
> 
> 




[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscr...@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejaht...@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelism...@yahoogroups.com

Milis ini tidak menerima attachment.Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    wanita-muslimah-dig...@yahoogroups.com 
    wanita-muslimah-fullfeatu...@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    wanita-muslimah-unsubscr...@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke